Eropa, Kemajuan, dan Jiwa Peradaban

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Apa pandangan engku perihal Eropa?

Eropa ialah sebuah daratan yang terdapat pada bagian sebelah barat yang berbatasan dengan Samudera Atlantik pada sebelah barat, Laut Tengah di Selatan, Negeri Utara yang dingin di bagian Utara dan Asia di Sebelah Barat. Penduduk asli mereka ialah orang kulit putih (walau pendapat ini masih diperdebatkan) dengan latar belakang kehidupan di dunia pertanian pada awalnya. Kehidupan industri memang mewarnai negeri-negeri di Eropa namun pada perkembangannya revolusi industri yang bermula di salah satu negeri di Eropa menyebabkan terjadinya perubahan yang mendalam di benua ini.

Terjadinya beberapa perubahan seperti revolusi industri dan revolusi gereja telah menghantarkan Eropa ke arah perubahan yang mengagumkan. Banyak bangsa-bangsa di dunia yang menjadikan kemajuan di Eropa sebagai patokan (standar) kemajuan di negara mereka.

Letak Eropa di Barat telah mempopulerkan panggilan “Negara Barat” dimana yang dimaksudkan dengan “Barat” disini tidak hanya Eropa melainkan Amerika, Australia, Selandia Baru, dan negara-negara maju yang didominasi oleh orang Kulit Putih lainnya. Kata “Barat” telah berubah makna tidak hanya menunjukkan arah geografis saja melainkan juga bangsa dan identitas kemajuan.

Bagi sebagian kalangan, Barat ialah perlambang tidak hanya kemajuan akan tetapi juga kehancuran nilai-nilai moral. Hal ini bermula dari revolusi gereja yang menyebabkan melemahnya kendali (kontrol) agama dalam kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Tujuan utama dari revolusi ini ialah untuk melemahkan peranan agama dalam kehidupan politik di Eropa. Namun dampaknya serupa efek domino dimana dengan melemahnya peranan pada bidang politik juga berakibat lemahnya kendali agama pada bidang-bidang yang lain.

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Banyak negeri-negeri di Timur yang mencontoh pemisahan agama yang terjadi di Barat. Mereka melakukan foto copy atau bertaklid buta mengenai perkara ini. Namun dalam pemaparan,  mereka menolak dan menyangkal dikatakan telah melakukan taklid buta. Bagi mereka yang taklid buta itu ialah orang-orang berjenggut, bergamis, berjubah, bercadar, atau orang-orang yang sering pergi ke masjid menyuarakan kembali ke kehidupan syari’ah.

Sungguh sangat aneh dan lawak, karena pada masa sekarang orang-orang di Barat telah merasakan ada yang kurang dalam kehidupan mereka. Terlalu gersang karena lebih bertujuan kepada dunia, terlalu mendambakan materi, ada sesuatu yang tidak terpuaskan dalam kehidupan mereka. Sesuatu itu ialah Bathin. Negeri mereka telah berubah, kemajuan yang tampak oleh negeri-negeri di Timur sesungguhnya bukanlah kemajuan melainkan kemunduran. Kemajuan yang tampak pada mata lahir sesungguhnya ialah kemunduran yang terjadi pada bidang bathin mereka. Masyarakat mereka ialah masyarakat yang sakit.

Banyak dari mereka yang tidak puas kemudian berpaling atau memalingkan diri ke Timur. Ke negeri-negeri yang katanya masih terbelakang. Memang terbelakang karena masyarakatnya telah sibuk menjadi orang lain, berusaha merubah diri menjadi orang Kulit Putih. Meninggalkan segala ajaran dan kearifan dari masa lalu, melepaskan, dan akhirnya sama sekali mejadi asing bagi negeri dan kebudayaannya.

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Orang Barat yang datang menjadi heran, mereka melihat sesuatu yang berharga telah ditinggalkan oleh pemiliknya. Dibiarkan tergeletak begitu saja karena dikira barang lama yang sudah tua dan tiada lagi berguna. Dicampakkan begitu saja dan hidup menjadi orang asing bagi negeri dan kebudayaan mereka di Timur.

Persis seperti kedatangan nenek moyang mereka dahulu ke Timur, mereka menemukan berbagai mineral dan bahan tambang. Heran kenapa orang-orang di Timur membiarkan begitu saja dan tidak memanfaatkannya. Lalu mereka mengambil barang-barang tambang tersebut, membawa ke negeri mereka di Barat, memanfaatkannya, dan mendapat keuntungan dengannya.

Kemudian orang Timur yang pandir-pandir ini terlambat menyadari. Marah dan menuduh bahwa Barat telah merampas negeri mereka, padahal dahulu mereka abai dan tidak menghiraukan segala  potensi yang ada pada negeri mereka. Kemudian mereka menuntut keadilan, keseimbangan, persamaan hak, dan lain sebagainya.

Namun apalah daya semua telah terlambat, negeri mereka telah habis hanya sedikit yang tersisa dari kekayaan negeri mereka dan hanya dapat dimanfaatkan untuk beberapa keturunan saja. Mereka marah, membuat berbagai laporan kekejaman dan eksploitasi yang berlebihan yang telah dilakukan oleh Barat. Menuntut pengembalian kekayaan, dan lain sebagainya, tanpa ada rasa malu dan menghisab diri (introspeksi diri).

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Apakah kita akan menanti hal serupa itu dahulu untuk terjadi dahulu dan baru kemudian kita menyadari bahwa kita telah kehilangan. Pada masa sekarang telah banyak nilai-nilai luhur dari kearifan Timur yang luntur, ditinggalkan, dan bahkan hilang. Ada yang beberapa diselamatkan oleh Barat, disimpan dalam perpustakaan, museum, dituangkan dalam laporan dan buku, serta sebagainya.

Namun hingga kini hanya sedikit dari orang-orang Timur yang menyadari akan hal tersebut. Sebagian besar dari mereka masih sibuk dengan pandangan (prinsip) hidup “Tengoklah Barat! Kenapa mereka dapat maju? Karena mereka telah melepaskan agama dan kehidupan tradisional dari diri mereka. Mereka tak hendak mencampur baurkan antara agama dan kehidupan dunia..!!!”

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s