Perihal Minangkabau

Minangkabau dar es Salam (II)

(Terkadang dalam arsip Kolonial ditulis sebagai “Minangcabo”)

Rumah Gadang

Rumah Gadang

Katakan pada ku kawan, apa yang terbayang oleh mu jika mendengar kata Minangkabau? Aha,..aku sudah dapat menebak, pasti Sumatera Barat atau Pagaruyung. Sebenarnya kau tak salah kawan, aku sependapat dengan Bang Andre Hirata, dalam hal ini Mentri Pendidikan merupakan orang yang paling bertanggung jawab. Tapi bagiku tidak hanya mentri pendidikan akan tetapi media massa semacam televisi dan majalah juga ikut bertanggung jawab. Kawan, pemahaman kalian mengani Minangkabau selama ini sebenarnya keliru. Marilah aku luruskan….

Memang pada saat sekarang ini sebagian besar wilayah yang berkebudayaan Minangkabau berada dalam wilayah Propinsi Sumatera Barat. Namun bukan berarti daerah yang tidak termasuk ke dalam Propinsi Sumatera Barat bukan bagian dari Alam Minangkabau.[1] Minangkabau lebih luas dari yang kau bayangkan kawan. Tentunya kau pernah mendengar kalau kami punya kerabat di Tanah Semenanjung (Malaysia) yakni di Negeri Sembilan. Tapi tahukah kau kawan? Kalau di Meulaboh yang berada di Propinsih Nanggroe Aceh Darussalam masyarakatnya merupakan keturunan Minangkabau. Mereka disebut dengan “Anak Jemu” yang artinya anak tamu. Beberapa keturunan orang Minangkabau juga ada di Barus, yang merupakan kota tertua di Sumatera. Di daerah lainnya di Sumatera seperti Sebagian Propinsi Riau Daratan sekarang, begitu juga di Propinsi Jambi dimana sebagian masyarakatnya merupakan pemeluk kebudayaan Minangkabau. Bahkan Jambi memiliki falasah adat yang menunjukkan eratnya hubungan mereka dengan Kerajaan Minangkabau yakni “Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Kitabullah” dan “ Adat Turun dari Minangkabau, Teliti di Jambi”

Peta Prop.Sumatera Barat

Peta PropinsiSumatera Barat

Sayangnya sekarang, beberapa daerah yang tidak termasuk ke dalam wilayah Propinsi Sumatera Barat merasa enggan mengakui kalau mereka orang Minangkabau. Banyak faktor penyababnya dan hal tersebut tidak patut rasanya kita uraikan di sini. Banimbang raso (menimbang rasa) itu perlu juga. Walau sebagian besar orang Minangkabau sudah banyak yang meninggalkan mentalitas keminangkabauan mereka.

Adapun daripada itu, jika kita berbicara mengenai Minangkabau maka hal ini tidak terlepas dari dunia Melayu. Kenapa demikian? Karena sesungguhnya kami orang Minangkabau ini juga merupakan “Orang Melayu”. Minangkabau merupakan salah satu puak dari sekian banyak Puak Melayu[2], banyak yang tak tahu, bahkan orang Minangkabau sendiri banyak yang tahu tahu perihal hal ini. Wajar memang karena di zaman sekarang “Tambo” sudah jarang dikaji orang.

Tersebutlah di dalam Kitab Tambo “Tatkala menang kerbau orang Melayu melawan kerbau orang Jawa maka berubahlah nama negeri ini menjadi Minangkabau”. Dalam teori asal usul nama Minangkabau, memang masih banyak perdebatan. Contoh di atas kami kemukakan hanya untuk mendukung pendapat kami.

Jika kita hendak mengkaji perihal Minangkabau, akan membutuhkan waktu yang panjang. Sebagai permulaan, cukuplah penjelasan kami di atas menjadi pembuka atau sekedar pemancing minat kita mengkaji dan mendalami Adat Minangkabau. Salah satu Negeri Melayu di daratan tinggi bagian tengah Pulau Andalas.


[1] Kata “Alam” merupakan kata yang lazim diucapkan oleh orang-orang Melayu. Mengacu kepada daerah-daerah yang berada dalam satu wilayah budaya yang sama. Hal ini dapat saja bermuatan politik dan budaya, atau hanya sekedar budaya saja.

[2] Kelompok Suku Bangsa Melayu. Seperti: Melayu Riau, Melayu Jambi, Melayu Palembang, Melayu Deli, Melayu Tamiang, dll. Berbeda dengan saudara-saudara kami Suku Melayu lainnya. Kami orang Minangkabau tidak mencantumkan nama Melayu di awal nama Minangkabau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s