Hari St.Valentine Bag.II

Saint Valentine

 

Valentine’s day atau ada di Barat lebih dikenal dengan nama saint valentine’s day merupakan ritual tahunan yang dirayakan setiap tanggal 14 bulan Februari. Perayaan ini populer dikalangan anak remaja dengan nama hari kasih sayang. Biasanya hari ini dirayakan dengan saling bertukar kado diantara sepasang kekasih, dan biasanya isi kado tersebut ialah coklat. Namun pada masa sekarang, keindahan hari valentine telah ternodai dengan dijadikan saat-saat valentine ini sebagai momen yang indah untuk melakukan perzinahan dikalangan generasi muda. Kondom terjual dengan laris pada hari Valentine ini.

Banyak orang mengira bahwa perayaan valentine’s day merupakan perayaan yang berawal dari kisah tragis nan romantis yang menimpa seorang pendeta nasrani di Roma pada masa pemerintahan Kaisar Claudius. Bagimana gerangan kisahnya?

Kisahnya kira-kira seperti ini:

Pada abad ke-3 Masehi, Romawi diperintahi oleh seorang kaisar yang bernama Claudius. Kaisar merupakan seorang raja yang sangat berkeinginan membangun angkatan perang yang besar, dan besar harapannya sekalian lelaki di kerajaannya akan bersedia bergabung dalam angkatan perang yang hendak dibangunnya. Namun malangnya keinginannya tersebut tidak mendapat tanggapan yang cukup baik dari sekalian rakyatnya. Pasalnya, segenap lelaki di kerajaannya tek hendak bergabung dalam angkatan perang kerajaan. Alasannya ialah mereka merasa enggan meninggalkan keluarga ataupun kekasih hatinya.

Rupanya hal ini membuat Kaisar Claudius merasa tidak senang, dia murka. Maka demi keinginannya yang harus tercapai, dibuatnyalah sebuah peraturan. Adapun isi peraturannya kira-kira semacam ini “Bahwa demi kesejahteraan dan kebesaran kerajaan maka dengan ini baginda bertitah bahwa semenjak saat ini tidak dibenarkan bagi sekalian laki-laki yang berada di kerajaan untuk menikah. Mereka yang telah mampu diharuskan untuk masuk ke dalam dinas ketentaraan untuk mengabdi kepada kerajaan.

Ini merupakan suatu keputusan yang gila, adalah tidak masuk akal melarang orang untuk menikah. Jika kaum lelaki dilarang menikah, maka dengan siapakah para perempuan akan menikah? Dan bagaimanakah keberlangusngan kerajaan karena terputusnya garis keturunan dari rakyatnya?

Tersebutlah seorang paderi[1] yang bernama Valentine, dia termasuk ke dalam golongan orang-orang yang menolak peraturan baru yang ditetapkan kaisar. Demi rasa kasih dan sayangnya kepada umatnya, maka sebagai wujud dari rasa ketidak senangannya atas kaisar serta kewajibannya sebagai seorang paderi. Valentine memenuhi keinginan beberapa pasanga kekasih yang tengah mabuk cinta untuk menikah. Mereka dinikahkan secara rahasia oleh sang paderi.

Namun sepandai-pandainya menyimpan bangkai tentunya akan ketahuan juga. Awalnya Sang Paderi hanya mendapat peringatan dari kaisar. Namun paderi tidak menghiraukan peringatan tersebut. Pada suatu malam ketika sang paderi sedang asyik menikahkan sepasang kekasih datanglah pasukan kerajaan menyergap mereka. Pasangan yang dinikahkan berhasil meloloskan diri, namun tidak dengan sang paderi, dia tertangkap.

Sang paderi dipenjara dan diajukan kemuka pengadilan. Pengadilan kerajaan memutus bersalah tindakannya yang melanggar aturan kerajaan dan dijatuhi hukuman mati. Mendengar sang paderi ditangkap dan akan dihukum mati, sekalian rakyat di kerajaan merasa sedih. Dalam hati mereka juga menentang aturan baru kerajaan dan mendukung tindakan yang telah dilakukan oleh sang pederi.

Sebagai wujud dari dukungan mereka kepada sang paderi, banyak diantara rakyat yang datang berkunjung ke penjara dimana paderi ditahan. Sebagai bentuk dukungan mereka kepada pederi, mereka melemparkan bunga beserta pesan ke jendela penjara dimana pederi ditahan.

Salah seorang dari sekalian banyak pengagum sang pederi ialah puteri penjaga penjara sendiri. Atas izin dari sang ayah, si puteri selalu menyempatkan diri untuk menengok sang pederi. Tidak jarang mereka beruda bercakap-cakap lama sekali. Keberadaan si puteri telah menumbuhkan kembali semangat hidup pada diri sang pederi.

Tanggal 14 Februari merupakan hari penjatuhan hukuman, Paderi Valentine akan dihukum mati dengan cara dipancung. Sebelum menuju ke tempat pemancungan, sang paderi mendapat kesempatan untuk menulis sepucuk surat untuk puteri penjaga penjara. Seorang gadis yang berhasil memberi dorongan semangat selama dia berada dalam penjara. Tidak begitu jelas isi pesan dari sang paderi, hanya saja judul dari pesan tersebut iala Dengan Cinta dari Valentine mu…

Begitulah kira-kira kisahnya…

Kisah nan romantis inilah yang kemudian menjadi inspirasi perayaan Hari Valentine di Eropa dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Sebenarnya terdapat beberapa versi lain mengenai hari Valentine ini. Kisah yang lain merujuk kepada masa yang jauh lebih awal di masa Romawi. Namun eloklah untuk sementara kami cukupkan sampai disini dulu, semoga kami dapat melanjutkan tulisan ini dikemudian hari kelak, Insya Allah…

Tentunya tujuan utama dari kami memuat kisah ini ialah sebagai tambahan pengetahuan bagi kita umat Muslim. Janganlah hendaknya kita meniru-niru umat lain dalam perkara beramal, karena perkara tersebut dapat jatuh kepada syirik. Sedangkan syirik merupakan dosa pertama dari tujuh dosa besar. Nabi kita pernah bersabda “sesungguhnya memandangi wajah ahli ilmu lebih aku senangi daripada memandangi wajah ahli ibadah”..

sumber gambar: internet


[1] Berasal dari bahasa Portugis yang berarti pendeta atau pemuka agama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s