Kisah di Pagi Hari

Mencari Rezki yang Halal

Terkadang kami merasa malu sendiri pabila melihat orang-orang yang berjualan keliling perkampungan dipagi hari. Kami yang telah diberi kemudahan dalam mencari rezki masih sering merasa malas dalam bekerja. Pabila terdapat hal yang disukai maka semangat kami dalam bekerja akan menurun. Selain itu kami juga boros dalam pengeluaran, setiap hari, ada saja pengeluaran yang tak perlu yang kami lakukan. Walau sudah berusaha mengendalikannya, akan tetapi selalu saja terdapat kesilapan semacam itu.

Dipagi hari, mulai pukul setengah tujuh hingga setengah delapan. Orang-orang ini sudah mencoba mengais rezeki. Pada hal dalam waktu itu sebagian dari penduduk negeri sedang asyiknya terlelap tidur. Melalaikan kewajiban mereka sebagai seorang muslim yakni Shalat Subuh. Sungguh suatu kejadian yang bertolak belakang, seandainya saja setiap muslim merupakan orang-orang yang berfikir, tentunya mereka dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian yang mereka temui dalam hidup ini.

Kebanyakan dari para peniaga keliling ini merupakan orang-orang yang sudah memiliki tanggungan. Ada yang sudah memiliki isteri ataupun suami, bahkan ada yang sudah memiliki cucu. Demi tanggung jawab memenuhi nafkah keluarga, semenjak terbit fajar mereka mulai berjuang demi kehidupan. Kalau difikir-fikir, berapalah kira untung yang didapat dari berjualan semacam itu. Bahkan ada juga yang menggunakan sepeda motor untuk berjualan.

Kerap kali aku mendengarkan suara mereka tatkala menyerukan dagangan mereka. Biasanya sambil berjalan mereka akan menyebutkan jenis dagangan mereka dengan nada suara tertentu. Gunanya ialah sebagai penanda ataupun ciri khas sehingga orang-orang tahu dengan mereka dan dagangan yang mereka bawa. Ada yang aneh dan adapula yang lucu, terkada di dalam bilik kontrakan kami, kami tersenyum sendiri mendengarkannya.

Akanlah sangat menyusahkan bagi mereka pabila hujan, tentunya hal tersebut membuat mereka dalam membawa barang dagangan yang akan mereka jual. Tak baik memang bercakap macam ini, sebab walau bagaimanapun hujan itu rahmat. Tidak ada maksud dari kami menyesali turunnya rahmat terbesar dari Allah Ta’ala ini. sungguh sedikitpun tidak duhai engku..

Semoga saja engku, semoga saja Allah Ta’ala melapangkan jalan hamba-hambanya yang telah mulai bertebaran di atas muka bumi ini mulai dari terbit fajar. Dan semoga saja kami dan engku-engku sekalian termasuklah hendaknya ke dalam jenis orang-orang yang diberkati Allah tersebut. Bangun di pagi hari itu menyehatkan engku, hati kitapun akan lebih terasa senang dibuatnya. Semoga saja semangat bangun pagi tetap ada hendaknya, amin..

sumber gambar: internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s