Kalau boleh memilih..

Masuk lambat-Pulang cepat

VS

Masuk cepat-Pulang cepat

Sudah menjadi kelaziman di negeri ini bahwa apabila Bulan Ramadhan telah tiba maka akan terjadi perubahan dalam jadwal masuk dan pulang para pegawai. Dalam hal ini yang kita maksudkan dengan pegawai ialah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jam masuk kantor bagi PNS pada hari-hari biasa ialah pukul 7.30 pagi dan jam pulang kantor ialah pukul 4.00 petang. Khusus untuk hari Jum’at jadwal pulangnya ialah pukul 4.30 petang, hal ini karena mengopensasi jadwal istirahat tengah hari yang panjang.

Kemudian pada bulan puasa ini jadwal masuk pegawai diperlambat menjadi pukul 8.00 pagi dan pulang dipercepat menjadi pukul 3.00 petang, 3.30 petang untuk hari Jum’at. Hal ini sungguh aneh sekali, tidaklah mengherankan kalau jam pulang kantor dipercepat. Sebab mengingat kesibukan menjelang berbuka dan energi yang telah mulai menipis begitu lepas tengah hari. Namun yang mengherankan ialah jam masuk kantor diperlambat yakni dari 7.30 menjadi pukul 8.00 pagi. Kalau boleh kami tahu tuan, kenapa? Sebab otak kami yang bebal ini tak jua paham sampai sekarang. Apa alasan dibalik memperlambat jam masuk kantor tersebut. Bukankah pada bulan puasa orang lebih cepat bangunnya, yakni waktu sahur?

Sejauh pengamatan kami yang bodoh ini, sudah menjadi kebiasaan bagi kebanyakan orang-orang yang berpuasa zaman sekarang untuk tidur sehabis sahur. Hal semacam itu tidaklah baik dan tidak pula dianjurkan, tidak baik tidur selepas sahur. Selain membuat kita jadi malas, badan jadi cepat letih, juga bertentangan dengan kebiasaan yang telah diajarkan oleh agama kita yakni “selepas Shalat Fajar, hendaknya kita bertebaran di muka bumi ini untuk mencari rezki yang halal..”

Entah virus apa yang sedang menjakiti umat muslim pada zaman sekarang. Tidur merupakan pilihan yang pasti selepas sahur, bahkan ada yang tidak sembahyang subuh, sebab begitu imsak langsung menuju ke dipan[1] dan kemudian tidur. Hal ini diperparah dengan jam masuk kantor yang diperlambat, tidak hanya kantor, akan tetapi sekolahpun demikian. Sehingga menyebabkan kegiatan tidur selepas sahur merupakan kegiatan yang rutin, lazim, dan harus.. Innalillah..

Menurut pendapat kami yang daif ini, sebaiknya jam masuk kantor dipercepat saja duhai tuan. Misalnya menjadi pukul 6.00, 6.30 atau 7.00 pagi dan pulang pukul 12.00 atau 1.00 tengah hari. Bukankah lebih baik demikian tuan? Jika benar-benar diterapkan, maka takkan ada lagi yang tidur selepas sahur.[2]

Bukankah akan lebih baik demikian tuan, sebab dipagi hari selepas sahur, energi kita masih bagus. Bak kata baterai, dia baru saja dicas (charger). Sedangkan baterai yang baru selesai dicas itulah yang paling baik. Sebab makin lama, energinya akan makin sedikit dan akhirnya mati.

Zaman sekarang sangatlah susah kita temui orang yang melakukan aktivitas pagi. Namun sebaliknya akan banyak kita temui orang yang melakukan aktivitas malam. Padahal dalam segi kesehatan kita telah sama-sama mengetahui bahwa aktivitas malam tidaklah baik untuk kesehatan. Semoga saja kita dapat menjadi muslim yang lebih baik.

Tidur selepas sahur merupakan tanda orang pemalas…

sumber gambar: internet


[1] Ranjang, tempat tidur

[2] Yang menjadi kajian dalam tulisan ini ialah Prov. Sumatera Barat. Pada daerah lain mungkin keadaan harinya berbeda. Sebab walau memiliki jam yang sama namun waktu masuk shalat berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya dalam segi waktu kita tidaklah sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s