Kisah awal puasa Jum’at

Kami mendapat satu kiriman email dari salah seorang kawan semasa kuliah dahulu. Dalam email tersebut dia memuat kisah yang menimpa dirinya. Kisah perihal orang-orang terzhalimi yang puasa pada hari Jum’at kemarin (20 Juli 2012).

Berikut kisahnya, silahkan tuan dan engku simak..

Salah seorang kawan bertanya dengan nada sinis kepada ku “Hei kawan ku laskar berjenggot.. sudah puasa kah engkau?”

Sambil tersenyum dingin aku menjawab “Sudah kawan ku yang baik, bagaimana dengan diri mu..?”

Dengan congkaknya dia membalas jawaban ku “Hah.. orang Muhammadiyah kau rupanya, aku warga negara yang baik. Tentunya puasa hari Sabtu esok..”

Aku kurang suka dengan nada bicara dan jawaban yang diberikannya. Maka, emosi yang sedari tadi aku tahan akhirnya lepas juga. Akupun membalas “O.. warga negara yang baik ya. Kalau memang engkau memang warga negara yang baik, lalu kenapa tadi ku lihat ketika mengenarai motor tak pakai helem. Kalau boleh ku terka, SIM mu sudah lama matikan? Dan STNK pasti tertinggal di rumah…”

Dia terkejut dengan jawaban ku. Akupun melanjutkan, jangan sampai ada jeda, sebab bisa-bisa dia bangkit membalas “Kawan ku yang baik, kalau hendak menjadi warga negara yang baik jangan tanggung-tanggung lah. NPWP sudah punya? Aku sudah.. sampah dibuang pada tempatnya tidak? Aku sudah.. kalau dijalan rambu-rambu dipatuhi tidak? Aku sudah…”

Sambil tersenyum ku akhiri ucapan ku, akupun melanjutkan pekerjaan ku. Dan kawan ku “yang baik ini” ku abaikan. Aku tidak mau merusak harga dirinya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s