Bu Ustadz..oh..Bu Ustadz..

Bu Ustadz VS Annisa Suci Wulandari

Seorang kawan kami bertanya kepada kami “Kau tengok tidak Sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 6..?”

“Ah..tak lah. Sudah bosan, semenjak jilid 5 kemarin aku sudah mati rasa. Yang aku suka ialah jilid 2-4, jilid satu tidak sebab awak tak pernah menontonnya” Jawab kami acuh.

Dia kesal mendapat jawaban kurang ajar macam tu dari kami. Kawan kami ini sangat tergila-gila sekali dengan Engku Deddy Mizwar yang merupakan sutradara dan pelakon favoritnya. Namun bukan itu yang membuat dia tertarik menonton sinetron ini. Dalam segi jalan cerita, semenjak jilid 5 kemarin dia sudah menyatakan kekecewaannya. Namun dia masih setia menonton sinetron PPT hanya demi melihat Engku Deddy Mizwar. Eh bukan tuan, silap kami.. yang dia pandangi di muka Tivi setiap menjelang berbuka ialah wajah manis Saskia A. M.

Dasar kawan kami yang satu ini, bulan puasa bukannya meningkatkan amalan, melainkan malah meningkatkan maksiat. Bukankah memandangi wajah perempuan semacam itu termasuk ke dalam perbuatan dosa, bukankah begitu tuan? Apalagi perempuan yang dipandangi itu ialah isteri orang.

Namun kawan kami yang satu ini berdalih “Biarkan saja kawan, bukankah suaminya ini bajingan yang sok idealis. Kerjaannya ialah menghujat agama kita melalui filem-filem buatannya..!”

Ha.. kami mulai tak faham ini, apa hubungannya kesukaannya pada Saskia dengan kebenciannya kepada Hanum? Jangan-jangan dia cemburu karena Saskia dikawini oleh Hanum. Apalah hendak dikata keadaan kawan kami ini serupa pungguk merindukan bulan.

Tapi tuan, itu cerita tahun kemarin. Ketika sekarang kami tanya, kenapa kawan kami ini masih bertahan menonton PPT  diapun menjawab “Ah.. kawan ku yang baik. Ceritanya untuk Jilid 6 ini sudah lebih baik daripada Jilid 5 kemarin. Cobalah kau tonton..!” jawabnya.

Kami tak yakin, memanglah ada yang berbeda. Tapi bagi kami, bedanya ialah karena “Asrul si Putera Melayu” tidak ada, katanya sedang naik haji. Selain itu, tak ada yang beda kecuali ceritanya memang berbeda dengan cerita setahun nan silam, sebab kalau sama bukan jilid baru itu namanya.

“Kawaan.. coba kau tengok! Semenjak dari jilid pertama, perempuan ini luput dari perhatian kita. Elok sangat rupanya, awak ini penasaran, apakah dia benar-benar sudah menikah..?” ujar kawan kami tiba-tiba.

Ya.. ampun, ada apa pula ini? kenapa dia sampai berujar semacam itu. Tapi kami yakin, pernyataannya tersebut masih berhubungan dengan PPT. Sekarang dia tengah asyik Browsing dengan laptop kesayangannya. Tampaknya dia sedang mencari informasi perihal PPT.  Kawan kami yang satu ini benar-benar terobsesi dengan PPT.

“Dapat kawan, dapaaat..!” teriaknya penuh semangat. Sekarang kami benar-benar menaruh perhatian atas apa yang tengah dilakukannya. Diapun memutar laptopnya sekitar 30 derajat, sehingga tampaklah oleh kami rupa muka perempuan tak berjilbab. Rasa-rasanya kami kenal dengan perempuan tersebut.

Annisa Suci Wulandari yang berperan sebagai Haifa

“Namanya Annisa Suci Wulandari.. ck..ck..ck.. benar-benar nama yang manis, serupa dengan orangnya..” kawan ku berujar sendiri. Sudah mulai agak gila dia rupanya. Benar, namanya seperti yang diucapkan oleh kawan kami itu. Dan setelah kami baca baik-baik barulah kami tahu, siapa gerangan perempuan ini.

“Tapi dia jauh lebih cantik kalau memakai jilbab..” sela kami.

Kawan kami ini rupanya tak terima “Ah kau ini, awak paham maksud kau. Memang begitulah adat orang sekarang. Kalau di sini biasa itu, namun memang perempuan-perempuan di kampung masih segan membuka jilbab apabila mereka pernah menggenakannya dalam keseharian. “ belanya.

“Ya.. tapi di PPT dia berperan sebagai Haifa, isteri dari Ustadz Feri, masak Engku Dedy Mizwar memilih perempuan macam ini..?” balas kami keras. Hancur hati kami melihat tokoh ideal seorang isteri rupanya tak seperti yang kami bayangkan pada kehidupan kesehariannya.

Dengan senyum menenangkan dia berujar “Tenanglah kawan, ini bukan pertama kalinya. Dalam sinetron Lorong Waktu, Engku Deddy juga salah pilih terhadap pemeran bu Ustadznya. Tapi yang membuat awak ini heran, kok bisa terus terulang ya..?”

Entahlah.. namun harus kami akui, perempuan ini memang manis. Apalagi jika memakai jilbab, benar-benar menjadi sosok isteri yang ideal.

Kawan kami kembali asyik dengan laptopnya, tampaknya dia berusaha mencari informasi lebih dalam mengenai Bu Ustadz. Sedangkan kami kecewa dengan keadaan sebenarnya, rupanya tidak hanya Annisa yang dalam keseharian tak berjilbab. Beberapa artis perempuan dalam sinetron PPT juga tak berjilbab dalam kesehariannya. Memang begitulah adat orang, lain padang lain belalang. Tak biasa bagi kita, bagi orang lain biasa. Biasa bagi kita, bagi orang lain yang tak biasa.

Namun terkadang, orang lain meminta perbedaan dirinya dengan kita hendaknya dihormati. Akan tetapi apabila kita balik meminta mereka untuk menghormati perbedaan kita dengan mereka. Maka mereka tak mau, malah mereka berujar “Dasar kolot, fanatik, radikal.. karena mempertahankan yang lama macam inilah makanya negeri kita tak maju-maju. Sekarang zamannya kebebasan, leberal. Jangan bawa-bawa agama ke dalam ranah publik..!!!

——————— || ————————-

summber gambar: internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s