Nikmatnya buatan sendiri

Kue Rayo

Apa yang paling tuan sukai pabila hari raya? Ah, kalau pertanyaan semacam ini diajukan kepada anak-anak, maka mereka akan mejawab “kue”. Ya tuan, hari raya selalu berkaitan dengan kue dan berbagai jenis makanan lainnya. Maklumlah tuan hari besar, hanya ada setahun sekali dan namanyapun “hari raya” yakni hari yang patut dirayakan. Apa sebab? Karena pada tanggal satu Syawal ini kita memasuki lembaran baru. Satu bulan lamanya melatih diri dan pada hari ini kita kembali fitri atau suci, satu bulan lamanya kita membersihkan diri tuan. Tapi hal ini tentunya tidak berlaku bagi orang yang tidak sempurna puasanya, orang yang menganggap puasa merupakan beban, atau bahkan ada yang tidak berpuasa. Bagi orang semacam ini, setiap hari sama saja bagi mereka, tak ada bedanya.

Dua pekan sebelum hari raya biasanya kaum ibu-ibu sudah sibuk  membuat berbagai macam aneka jenis kue untuk disuguhi pada hari raya nanti. Sangat beruntunglah keluarga yang memiliki anak perempuan sebab akan terasa ringan beban kerjanya. Terkadang  membuat kue tidak hanya dilakukan oleh sang ibu dan anak perempuan saja melainkan juga dibantu oleh anak bujangnya. Namun tidak semua anak bujang mau melakukannya. Berbagai macam jenis kue disebut, dahulu kue sapik dan kue loyang merupakan jenis kue yang selalu ada di setiap rumah. kue ini merupakan makanan khas kami orang Minangkabau. Namun sayang peminatnya sudah mulai berkurang seiring dengan banyak jenis ragam kue baru yang dibuat oleh orang.

Seiring dengan semakin sibuknya orang-orang maka kegiatan membuat kue pada bulan puasa tidak dapat dilakukan oleh setiap orang. Maka kemudian banyaklah bermunculan usaha pembautan kue pada bulan puasa. Ya.. berbagai kue yang disuguhi pada hari raya kebanyakan dibeli. Sangat berbeda dengan masa dahulu dimana segala kue yang kita dapati di rumah kerabat kita apabila bertandang ialah dibuat oleh tangan mereka sendiri.

Hal ini sudah berlangsung lama tuan, hanya saja bagi kami belum begitu terasa. Selama ini kami hanya sedih saja memandangi orang-orang tidak lagi berkeinginan membuat kue untuk berhari raya sebab bagi mereka lebih baik di beli saja. Sehingga agak kurang terasa nikmat ketika berhari raya.

Sekarang kami sendiri mengalaminya. Ibunda kami sudah tak dapat lagi membuat kue apabila tidak dibantu. Biasanya adik perempuan kamilah yang menemani ibu kami dalam membuat kue. Namun pada masa sekarang dia tidak ada di rumah dikarenakan sebuk menuntaskan pendidikannya di salah satu sekolah tinggi di Kota Padang. Sedih hati kami tuan, salah satu ritual dalam keluarga kami kini tiada, yakni membuat kue.

kacang tujin (tojin)

Sering orang tua-tua berujar kalau di masa sekarang hidup terasa cepat dan pendek. Kenapa demikian? Sebab pada masa dahulu, orang-orang pada petang hari memiliki waktu luang dan sebagian besar dari kaum lelaki kami keluar dari rumah. mereka pergi ke lepau-lepaui hanya untuk sekedar maota sambil bergaul. Ataupun duduk-duduk di simpang walau hal tersebut tidak baik. Ada juga yang pergi bertandang ke rumah kerabat atau sanak keluarga lainnya. Seperti mamak pulang ke rumah kemenakan untuk menyilau keluarganya, dan lain sebagainya.

Kebutuhan orangpun sedikit, bekerja cukup sampai tengah hari saja selepas itu berehat di rumah. Namun pada masa sekarang, bekerja sampai petang hari belumlah cukup bahkan disambung hingga malam. Sebab kebutuhan meningkat dan orang-orang selalu merasa kekurangan, oleh karena itu mereka berusaha mencari tambahan pemasukan guna mencukupi kekurangan yang mereka derita. Bagi orang semacam ini, mereka sudah tak punya waktu lagi untuk membaut kue. Oleh karena itu mereka lebih memilih untuk membelinya saja, dikarenakan sibuk tak dapat membuat kue.

Begitulah hidup pada zaman sekarang tuan, kami sendiri merasa bosan. Sibuk dengan pekerjaan, sibuk dengan dunia, sibuk dengan diri sendiri. Sehingga ada yang kurang pada manusia sekarang, kurang raso, kurang peduli, dan kurang perhatian. Bagaimanakah nantinya duhai tuan? Hidup kita semakin gersang saja rasanya..

sumber gambar: internet

2 thoughts on “Nikmatnya buatan sendiri

  1. jujur saja, acara membuat kue memang mengasyikkan dan punya kenangan tersendiri, apalagi kalau diingat2, mulai dari sd hingga sekarang, dari yang hanya bisa membantu sedikit, sampai sudah bisa mengambil alih 80% proses pembuatan.

    kalau di rumah ami, ada beberapa jenis kue yang biasanya dibuat sendiri: kue bawang, kue pilin, kue abon, kembang loyang, juga rakik kacang dan kacang tujin. oh, satu lagi, cheese stick.

    tahun lalu memang tidak ada satupun kue yang dibuat sendiri karena rumah sedang direnovasi, jadilah ya, membeli kue yang sudah jadi. tahun ini, maunya sih membuat kue lagi, tapi apadaya, unand agak pelit memberi jatah libur, karena tanggal 16 masih ada kuliah.

    1. ya benar ami, dunia semakin menyibukkan kita..
      merindukan masa lalu, membuat kue, berharap segera berbuka, dan kemudian mencoba rasanya. Apakah ada yang kurang atau tidak?
      Kita buat kue itu dengan hati, dengan perasaan.. Hati & Perasaan itu pulalah yang tidak dipunyai oleh kebanyakan orang zaman sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s