Bekal untuk Hari Raya

 Hari Raya & Pencurian

 

Beberapa pekan ini di kampung kami sering terjadi pencurian. Telah beberapa rumah dimasuki oleh maling, tujuan utama mereka ialah uang dan emas. Para maling ini masuk ketika orang sedang menunaikan shalat tarawih di surau. Rumah yang dimasukipun hanya rumah-rumah yang hanya dihuni oleh sepasang orang tua “orang tua yang pulang pokok” kata orang kampung kami.

Selain itu, perampokan terhadap orang yang pulang dari mengambil ataupun menukar uang ke bankpun ikut menjadi korban. Sungguh malang orang yang menjadi korban, uang yang dimaling tentunya merupakan bekal mereka untuk hari raya. Apakah itu untuk biaya membuat kue atau makanan lainnya, memperbaiki rumah, atau jika uang itu uang baru yang masih licin, maka sudah pasti untuk dibagikan ketika hari raya kepada kanak-kanak.

Beragam cara orang menyikapi datangnya hari raya, bagi sebagian orang yang telah bekerja atau telah dewasa, hari raya wajib hukumnya untuk memberikan uang (angpao) sebagai tanda cendera mata bagi kanak-kanak. Kalau tak diberi maka akan dikatakan orang bahwa orang tersebut merupakan “orang pelit”. Maka akan sedihlah hati orang dikatakan “pilik”. Terkadang bagi yang tak begitu beruang, maka hari raya ini merupakan beban yang cukup berat, sebab tak ada uang maka akan malu menghadapi hari raya. Bagi sebagian orang yang maklum akan paham juga, sebab tak semua orang beruang.

Tuan, begitulah kehidupan kita pada masa sekarang, uang menempati tempat tertinggi dalam kehidupan kita. Tanpa uang maka manusia tak ada harganya, masih adakah orang yang menilai orang lain tidak dari berapa banyak uang yang dimilikinya? Ragu kami tuan, bagaimana dengan tuan, dari sudut pandang manakah tuan menilai seseorang?

Telah menjadi kelaziman bahwa setiap hari raya maka para orang dewasa akan memberikan uang kepada kana-kanak yang bersilaturahmi dengannya. Sebagai tanda mata, namun pada masa sekarang niatnya tidak hanya itu, melainkan juga sebagai tanda harga diri. Semakin besar jumlah uang yang diberikan maka akan semakin tinggi harga dirinya. Sebagai tanda bahwa dia orang berpunya.

Maka dari itu pada hari raya ini pengeluaran orang sangat besar sekali. Untuk menyelenggarakan hari raya seperti membeli atau membuat kue, menyediakan berbagai bahan makanan, memperbaiki atau mempercantik rumah, membeli ini-itu (gadget), kemudian uang baru yang harus disediakan sebagai tanda mata (angpao).

Cobalah tuan perkirakan, berapa gerangan uang yang harus dikeluarkan seseorang untuk itu semua. Maka hari raya yang suci ini menjadi hari pemborosan bagi sebagian orang, hilanglah niat untuk berhari raya, menjalin tali silaturahmi, memperbanyak kenalan, dan mempererat hubungan kekeluargaan. Yang ada ialah bertanding gengsi, siapa yang paling kaya, siapa yang paling berpunya, dan siapa yang tinggin status sosialnya.

Oleh karena tidak tahan menghadapi beban yang sangat berat tersebut menjelang hari raya. Maka bagi sebagian orang yang tak kuat imannya mengambil jalan pintas yakni mencuri. Yang dicurinya ialah rumah orang tua yang sedang mengerjakan Shalat Tarawih ke surau. Sungguh tak malu mereka, rumah orang Islam yang sedang ditinggalkan untuk mengerjakan amal ibadah di surau, itulah yang menjadi sasaran mereka. Sedangkan rumah orang yang tidak ke surau, tidak diapa-apakan. Bagi orang yang tak beriman dalam hatinya tentu akan berpendapat “lebih baik kita tak usah ke surau mengerjakan Shalat Tarawih pada malam hari. Sebab kalau pergi, tentunya rumah kita akan didatangi oleh pencuri. Maka akan habislah harta benda kita..

Mudah-mudahan saja para pencuri itu segera insyaf dan sadar bahwa perbuatan mereka hanya akan menambah kesusahan hidup mereka. Sebab tak ada yang bahagia dengan uang haram tuan, yang ada ialah bertambah susah hidupnya.

 

 

sumber gambar: internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s