Teladan dari TURKI

Amirul Mukminin

Beberapa hari yang lalu kami tak sengaja menjumpai sebuah berita yang mengabarkan kedatangan isteri dari Perdana Menteri Turki yang ditemani oleh Menteri Luar Negerinya ke Rakhanie. Seperti yang telah tuan & engku ketahui bahwa Rakhanie merupakan nama dari salah satu propinsi di Myanmar yang pada saat ini sedang bergolak. Kami sangat terkejut mendapati berita ini, apa hal? Duhai tuan, karena negara Turki berada jauh di anak benua Asia sana. Negara tersebut terletak di perbatasan benua Asia dan Eropa.

Takjub dan syukur kami ucapkan atas berita ini. Sebuah negara yang jauh dari daerah bergolak ini yang selama puluhan tahun memusuhi Hukum Syari’at agama kita. Sebuah negara yang meruntuhkan Kekhalifahan kita. Sebuah negara yang umat muslimnya masih terus berjuang untuk menegakkan Hukum Syari’at. Sebuah negara yang bukan negara Melayu.

Takjub sekaligus sedih. Takjub karena negara yang sedang berjuang untuk masuk ke dalam Uni Eropa dan mendapat penentangan dari sebagian besar negara Eropa. Akhirnya memperlihatkan kepeduliannya kepada umat muslim di Asia Tenggara. Sedih bercampur malu, karena Presiden kita yang selama penetapan awal dan akhir Ramadhan disebut-sebut sebagai Amirul Mukminin oleh sebagian besar umat Islam yang pandir-pandir di negara ini tidak jua menunjukkan kepeduliannya yang nyata. Berapalah jarak Indonesia ke Myanmar tuan, dibandingkan dengan Turki?

Emine Erdogan begitu namanya, isteri dari Perdana Mentri Turki Thayyib Erdogan. Seorang perempuan berjilbab yang hingga saat ini masih terus berjuang untuk mengenakan jilbab di negaranya sendiri yang terang-terangan menentang pemakaian jilbab. Didampingi oleh Menteri Luar Negeri Turki Ahmed Davutoglu, beliau menziarahi saudara seiman yang sedang di zhalimi. Terbit air mata beliau duhai tuan, dirangkul dan dipeluknya orang-orang malang ini, bagaimana takkan sedih hati perempuan ini. Di bulan yang penuh berkah ini, saudaranya seiman menuai petaka. Dibantai, diperkosa layaknya binatang tanpa belas kasih, tanpa ada yang membela.

Asia Tenggara yang katanya dipenuhi oleh umat Islam ini, tak ada satupun negara Islam, negara Melayu mengirimkan pejabatnya atau bahkan pemimpin negaranya ke Myanmar. Segenap pemberitaan dipenuhi kebohongan dan tipu muslihat. Penderitaan umat Muslim Rohingya dikecilkan, mereka dikatakan tak berhak berada di Myanmar karena bentuk fisik atau ras mereka tidak sama dengan kebanyakan orang Myanmar.

Seorang Ibu Negara berjilbab, merupakan dambaan kami atas negara yang tercinta ini. Bilakah masanya duhai tuan, negara kita akan memiliki Ibu Negara Berjilbab, menutupi auratnya? Seorang pemimpin yang kukuh pendiriannya atas agamanya, membela kepentingan saudara seiman, memperjuangkan tegaknya Hukum Syari’at, Hukum Allah. Bilakah kiranya kita umat Islam di Indonesia akan memiliki pempimpin serupa ini?

Pernyataan Presiden kita yang terakhir sungguh mengejutkan. Sangat terang sekali pengaruh Kaum Munafiqun (Liberalis, SEPILIS) atas pemerintahan kita. Kita umat Islam terus menerus dizhalimi, dipecundangi. Orang atau organisasi (politik) yang kita harapkan akan menjadi obat penawar duka rupanya hanya kedok untuk meraih kekuasaan. Habis sudah harapan kita tuan, tak adakah sosok seperti Buya HAMKA dan Buya Natsir yang terang-terangan memperjuangkan tegaknya Negara Islam. Tidak adakah Partai Politik serupa Masyumi yang kukuh dengan pendirian dengan dasar negara yakni Islam?

Malu kami tuan, entah apa yang memberatkan langkah kaki para pemimpin kita untuk menunjukkan perhatiannya dengan mengunjungi saudara seiman yang sedang dizhalimi. Memanglah terdengar jua oleh kami kabar bahwa Ketua Palang Merah Indonesia yakni Yusuf Kalla yang merupakan mantan Wakil Presiden datang ke sana. Namun tampaknya media yang telah dikuasai kaum SEPILIS tidak begitu memberi perhatian. Kalaupun ada, mungkin kami yang tidak mendapat kabar, maklumlah tuan, kami jarang menonton tivi.

Begitulah nasib umat Islam, jika meraka yang di bantai maka itu kesalahan dari mereka. Namun apabila mereka yang membantai maka itu merupakan kesalahan dari mereka. Karena mereka merupakan para teroris, radikalis, fundamentalis, dan para fanatik.

Semoga dimasa datang Allah Ta’ala memberkahi kita dengan pemimpin yang ta’at dan takut kepada Allah. Seorang pemimpin yang memperjuangkan nasib kita umat Islam. Seorang pemimpin yang akan membela kita dikala susah. Seorang pemimpin yang akan menjadi imam kita untuk menegakkan Hukum Syari’at. Seorang pemimpin yang benar-benar patut untuk kita sebut dengan sebutan “Amirul Mukminin”. Amin ya Allah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s