Apa itu Indonesia?

Mengenang Perihal Kelahiran Negara

69 tahun yang silam, tatkala Indonesia dinyatakan kemerdekaannya. Ketika itu hari Jum’at tanggal 10 Ramadhan 1364 H. Hari yang suci, dan bulan yang diberkahi. Namun pernahkah tuan mengetahui perihal itu? ketika kami sebutkan bahwa sekarang umur dari negara ini telah mencapai 69 tahun pun tuan pasti terkejut.

Tujuh belas Agustus nan keramat telah kembali menghampiri, tanggal ini merupakan tanggal yang penuh makna bagi negara ini karena pada tanggal dan bulan inilah Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya. Diperingati setiap tahun dengan  upacara kenegaraan, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Upacara bendera dengan aturan kemiliteran, di bawah terik matahari ataupun terpaan hujan. Semuanya dilalui demi memperingati hari besar ini, demi mengenang perjuangan dalam memerdekakan diri.

Peringatan hari kemerdekaan ini selalu diiringi dengan semangat nasionalisme atau cinta tanah air. Ya tuan, nasionalisme. Ini merupakan kata suci yang sangat bertuah, barang siapa dituduh tak nasionalis maka alamat badan akan celaka. Namun tuan, setiap hari anak-anak bangsa ini semakin pandir, hanyut dengan kemajuan, tidak memiliki keinginan untuk mempelajari sejarah negerinya sehingga menjadi anak-anak labil dan berfikiran sempit. Maka dari itu, nasionalisme bagi kebanyakan orang Indonesia sekarang tak jauh beda dengan sekularisme. Nasionalisme ditunjukkan dengan mencemooh Syari’ah, mengormati para penghujat, menerima kebejatan moral, dan menghargai para pemilik modal.

Tahukah tuan apa makna nasionalisme bagi mereka? Pancasila, Burung Garuda, dan Merah Putih. Hanya itu, tapi cobalah tuan tanya apa itu nasionalisme? Mereka takkan dapat menjawab dengan benar. Bagaimana akan benar jawabannya tuan, cobalah tuan tengok baju yang mereka kenakan, celana yang mereka pakai, sepatu ataupun sandal tak ada satupun yang made in Indonesia.

Di televisi selalu diadakan acara spesial peringatan hari kemerdekaan, tetapi sama kejadiannya dengan acara spesial Ramadhan dimana hanya namanya saja tuan sedangkan isinya tetap hura-hura, memperbodoh generasi muda. Ibaratkan baju yang berganti namun orangnya masih tetap sama. Cobalah tuan tengok, muak kami menontonnya. Sarat dengan kepentingan pemilik modal yang tamak akan laba usaha, uang, uang, dan uang. Itulah nasionalisme sekarang tuan, bebas (liberal), hedonis, dan sekuler.

Tapi tuan, sebelum kita  bercakap perihal nasionalisme, kami hendak bertanya perihal satu perkara, tahukah tuan kenapa negara ini sampai bernama Indonesia? Kami yakin pasti banyak diantara tuan yang tak tahu. Bagaimana kalau kami katakan kalau nama Indonesia merupakan suatu nama hasil ciptaan dari orang Inggris dan orang Skotlandia pada tahun 1850. Namanya ialah George Samuel Wiondsor Earl dan James Richardson Logan, dimana pada tahun 1847 mereka menerbitkan sebuah jurnal Ilmiah yang bernama Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (Jurnal Kepulauan India dan Asia Timur) yang terbit di Singapura.[1] Kedua ahli tersebut mencanangkan bahwa sudah saatnya bagi bangsa-bangsa di India Timur untuk memiliki nama khas untuk wilayah mereka. Sebab nama “India” atau “Hindustan” sendiri mengacu pada negeri yang berada di sepanjang aliran Sungai Indus di wilayah India sekarang.

Kedua ahli ini memiliki pendapat berlainan mengenai pemberian nama kepada wilayah-wilayah ini. Mr. Earl lebih memilih Indunesia yang terdiri atas dua kata yakni “Indu” yang bermakna Hindu dan “nesia” yang berasal dari bahasa Yunani “nesos” yang berarti pulau-pulau. Jadi Indunesia bermakna pulau-pulau yang menganut agama atau kebudayan Hindu. Sedangkan Mr. Logan lebih memilih Melayunesia yang bermakna Pulau-pulau Orang Melayu. Namun yang lebih populer dari kedua pendapat tersebut ialah Indunesia yang kemudian menjadi Indonesia, huruf “u’ diganti dengan “o”.

Jauh sebelum kedua ahli ini memberi penamaan demikian kepada jajaran pulau-pulau yang terhampar di Asia Tenggara. Orang Arab, Persia, India, dan Cina telah lebih dahulu memberi nama khusus untuk pulau-pulau ini.

1. Orang Cina memberikan nama Nan Hai yang berarti Kepulauan Laut Selatan.

2. Orang India masa kejayaan Hindu Budha memberikan nama Dwi Pantara yang berarti Kepulauan Tanah Seberang. Sebuah nama yang berasal dari Bahasa Sansekerta yakni Dwipa (pulau) dan Antara (luar).

3. Orang Arab memberikan nama Jaza’ir al-Jawi yang berarti Kepulauan Jawa.

Begitulah tuan asalnya kenapa negara ini bernama Indonesia. Sebuah nama pemberian dari orang-orang Eropa kepada wilayah yang menurut mereka tak begitu terkenal atau populer. Sebab kalah dengan kepopuleran India dan Cina yang merupakan pusat peradaban kuno di Asia.[2] Dalam pandangan orang Eropa masa dahulu daerah-daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina merupakan India. Dan mereka membagi daerah yang luas itu kepada dua penamaan yakni Asia Selatan yang mereka sebut dengan “India Muka” dan Asia Tenggara yang mereka namai dengan “India Belakang”.

Orang Indonesia pertama yang menggunakan nama Indonesia ialah Suwardi Suryaningrat atau lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara pada tahun 1913 dimasa pembuangannya di Negari Belanda. Sedangkan organisasi pertama yang menggunakan nama Indonesia ialah perkumpulan pelajar Indonesia di Belanda yang sebelumnya bernama Indische Vereeninging. Pada tahun 1922 dimasa kepemimpinan Muhammad Hatta, nama organisasi ini diganti menjadi Perhimpunan Indonesia.

Sebagai bahan pertimbangan bagi tuan-tuan yang mulia maka akan kami sebutkan beberapa negara yang semula memakai nama pemberian dari orang-orang Eropa dan kemudian mereka mengubah nama tersebut ke identitas asal bangsa mereka. Diantaranya ialah:

  1. Ceylon menjadi Srilangka
  2. Burma menjadi Myanmar
  3. Indo-China menjadi Vietnam
  4. Rhodesia menjadi Zimbabwe
  5. Gold Coast menjadi Ghana
  6. South West Afrika menjadi Namibia

Namun ada juga negara selain Indonesia dan Malaysia yang melesterikan nama pemberian orang Eropa yakni Filipina dan Thailand. Dahulu Thailand dipanggil orang dengan sebutan Siam.

Bagaimana kira-kira menurut pendapat tuan yang mulia? Apakah nasionalisme itu? Apa dan mana itu Indonesia? Sejak kapan Indonesia itu ada?

Silahkan tuan-tuan yang mulia memaknai sendiri mengenai sejarah bangsa kita. Selama ini kita dikotak-kotakkan dengan pemahaman sempit perihal nasinalisme atau paham kebangsaan. Sehingga dengan saudara serumpun, satu ras, dan satu agama kita malah saling benci, saling hujat, saling mencaci, dan bahkan ada keinginan untuk saling bunuh. Jika orang Eropa tidak pernah datang ke negeri kita, masih adakah Indonesia itu duhai tuan?

sumber gambar: internet


[1] Mr. Logan merupakan seorang ahli hukum dan Mr. Earl merupakan ahli Etnologi.

[2] Sebenarnya wilayah Timur Tengah justeru merupakan wilayah peradaban yang jauh lebih tua dari India dan Cina, namun karena alasan sentimen keagamaan maka pengakuan kepada India dan Cina jauh lebih besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s