Adakah Empati untuk Mereka

 Lebaran & Rohingya

Sudah sepekan Hari Raya berlalu tuan, bagaimana kiranya perasaan hati tuan? Adakah senang bahagia atau malah sedih tak berupa. Namun yang pasti sejauh pengamatan kami semua orang berbahagia, tempat liburan sangat ramai dikunjungi, dan orang-orang jadi pemurah. Kenapa kami katakan pemurah tuan? Coba saja tuan tengok banyak anak-anak yang mendapat salam tempel kemudian banyak juga rumah-rumah yang menjamu tamunya dengan beragam jenis makanan. Suatu kejadian yang takkan didapat pada hari biasa.

Tapi pernahkah terfikirkan oleh tuan bagaimana kiranya cara orang lain merayakan Hari Raya ini? Maksud kami ialah seperti orang-orang tak berpunya, bagaimana caranya mereka dapat menjamu tamu, memberi kanak-kanak uang jika untuk diri dan keluarga saja mereka sudah kepayahan? Tentunya Hari Raya merupakan hari yang tidak dinanti sekaligus dibenci oleh mereka ini.

Bagaimana pula gerangan saudara-saudara kita yang sedang dizhalimi, seperti di Palestina, Irak, Afghanistan, Somalia, Kashmir, Rohingya (Myanmar), Mindanao (Filipina), Pattani (Thailand) dan di beberapa Negeri Islam yang Tertindas lainnya? Pernahkan tuan berfikir seperti apa perasaan mereka?

Kami yakin tuan, pastinya tidak. Kita semua hanyut dalam kebahagiaan, jangankan mengingat saudara-saudara kita yang tidak beruntung tersebut. Sanak keluarga sendiri masih ada yang terlupakan di Hari Raya ini. Bahkan di Hari Raya ini sebagian besar dari kita larut dalam kebahagiaan yang berlebihan. Sehingga kehilangan kendali diri yang seharusnya telah kita latih selama  Bulan Ramadhan ini.

Saudara kita di Rohingya yang selama bulan Ramadhan yang mulia ini mendapat perlakuan dzalim dari orang-orang Budha di Myanmar semakin menyusut pemberitaannya. Bahkan boleh dikatakan hampir tak ada ketika perayaan Hari Raya. Entah seperti apa perasaian mereka, ada makanankah? Ataupun baju?

Untuk Indonesia, penderitaan saudara-saudara kita di Myanmar sengaja di perkecil dan kalau dapat ditiadakan. Maklumlah tuan, sekalian media dikuasai oleh Kaum Sepilis, bukankah Yang Mulia Tuan Presiden telah mengeluarkan pernyataan yang berbunyi bahwa “yang terjadi yang menimpa Orang Rohingya di Myanmar bukanlah Genosida. Melainkan kerusuhan antar etnis..

Disaat kita berlebih dalam hal makanan dan minuman serta pakaian, ribuan saudara kita di berbagai negeri Islam yang tertindas mengalami beragam kemalangan berupa kekurangan, terutama dalam segi keamanan. Bersyukurlah bahwa negeri kita ini berada dalam keadaan aman, sehingga kita masih dapat menikmati hidup. Menikmati karunia yang telah diberikan oleh Allah Ta’ala kepada kita, karunia yang jarang kita syukuri.

Pertanyaan kami tuan, pernahkah tuan teringat akan nasib saudara kita yang menderita di berbagai  negeri Islam disaat tuan dan keluarga sedang berbahagia merayakan Hari Raya? Empati, itulah yang kurang pada sebagian besar diri kita saat ini tuan. Kita hanya dapat bersimpati, dan itupun sangat jarang kita lakukan. Kenapa tuan, karena hampir sebagian besar dari kita sudah tak mempunyai hati. Kalaupun ada hatinya, namun jarang dipakai. Begitulah manusia sekarang, tak berhati…

 

 

sumber gambar: internet

Advertisements

One thought on “Adakah Empati untuk Mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s