Musim Durian

Orang-orang yang Telah Dikuasai Nafsu

Berikut ini ialah kisah dari salah seorang kawan kami, dia hendak mengisahkan perihal keadaan dikampungnya yang sedang mendapat musim durian. Kisah ini dialami oleh keluarganya di kampung. Sungguh sedih hati kami tuan, sebab kisah ini didapatnya dari ibundanya perihal perasaian keluarganya di kampung dalam menghadapi musim durian. Tentu tuan merasa aneh, kenapa perasaian? Bukankah musim durian itu berkah? Untuk menjawab pertanyaan tuan tersebut, eloklah tuan baca kisah kawan kami ini. Semoga memberi hikmah kepada kita orang-orang yang masih berakal ini.

Kedzaliman dan sikap saling bermusuhan adalah salah satu sifat manusia. Apabila mata seseorang telah tertuju kepada harta milik saudaranya, tangannya akan terjulur mengambilnya, kecuali ada kesadaran yang melarangnya.

Ibnu Khaldun, Muqaddimah. (Pustaka Firdaus, Cetakan ke-9, 2011) hal.150

Perkara mengambil hak milik merupakan perkara yang lazim kita temui dalam kehidupan sehari-hari pada masa sekarang. Banyak orang yang melakukannya, apakah itu dengan kesadaran diri ataupun dengan tidak (khilaf). Akan tetapi lebih banyak diantara mereka melakukannya dengan kesadaran diri. Apakah penyebabnya tuan?

Hal ini hampir terdapat pada setiap lapisan masyarakat kita, tua-muda, besar-kecil, miskin-kaya, pejabat ataupun orang biasa. Kenapa mereka masih mengerjakan suatu perkara yang sudah jelas-jelas salah dan terlarang dari sudut pandang manapun?

Ada yang menjawab sebagai akibat dari tuntutan hidup yang kian hari kian berat. Ada pula yang menjawab bahwa hal tersebut terjadi karena tidak adanya rasa malu dalam diri mereka. Ada juga yang menjawab bahwa keimanan mereklah yang kurang. Ada yang mengatakan kalau hati mereka telah ditutupi oleh nafsu dunia sehingga kesadaran mereka yang ada perihal yang haq dan bathil tertutupi oleh kedzaliman yang ditumbuhkan oleh syetan dari hati mereka yang telah rusak.

Benar tuan, benarlah semua jawaban di atas. Biasanya orang miskin dan tidak berakallah yang mengerjakan perkara tersebut namun kenyataannya orang kaya dan beirlmupun juga mengerjakannya. Sungguh aneh dan tidak masuk akal. Namun begitulah zaman kini tuan, yang aneh dan tak masuk akal itulah yang tengah berlaku dalam masyarakat kita pada saat sekarang.

Kami baru saja mendapat kabar dari kampung bahwa musim durian telah pula menghampiri kampung kami. Konon kabarnya, durian di kampung kami merupakan durian terenak dan banyak dicari oleh orang-orang penyuka durian. Mereka kebanyakan datang dari luar kampung kami. Hal ini meakibatkan beberapa penduduk membuka usaha menjual durian di hadapan rumah mereka.

Para penjual durian ini beragam, ada yang memiliki batang durian dan ada pula yang tidak. Mereka mencari dan membeli durian-durian untuk dijual kepada penduduk yang memiliki batang durian. Namun ada juga yang memalingnya tuan, ya dengan memaling..

Musim durian seharusnya mendatangkan berkah kepada penduduk kampung. Namun rupanya tidak demikian yang berlaku, bencanalah yang menghampiri. Banyak pertengkaran yang terjadi antara keluarga karena memperebutkan dalam hal memanen buah durian. Sehingga rusaklah hubungan persaudaraan.

Ada juga yang bertengkar dengan penduduk sekitar karena buah duriannya sering kedapatan dimaling oleh orang-orang kampung. Namun ada juga yang diam saja ketika mengetahui buah duriannya dimaling oleh orang kampung, hanya diam, tak hendak mempersoalkan. Sebab tak ada guna tuan, tak ada guna menghadapi orang-orang kampung yang pandir-pandir dan tak berakal ini. Meraka sudah tak memiliki rasa malu, kehilangan akal sehat mereka, tak dapat membedakan yang mana miliknya dan mana milik orang lain, tak dapat membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.

Begitulah tuan, pada musim durian ini, sesungguhnya kampung kami diberi oleh Allah ujian. Dan kebanyakan dari orang kampung kami tak lulus ujian ini. Rapor mereka merah semua..

Itulah yang sering kami alami setiap musim durian tuan. Seluruh penduduk di kampung kami mungkin telah pernah mencicipi buah durian yang batangnya terletak di belakang rumah kami. Tentunya tampa sepengetahuan kami. Tapi apalah daya tuan, yang kami hadapi ialah orang-orang pandir yang tak berakal. Jadi kami diam, berdo’a semoga hal tersebut menjadi ladang amal bagi kami sekeluarga, Amiin Ya Allah..

Namun kejadian yang menimpa keluarga kami pada musim durian kali ini berlainan dengan sebelumnya tuan. Sungguh berat nian ujian yang ditimpakan Allah Ta’ala kepada kami kali ini. Dimaling oleh orang lain tentulah biasa, sebab tiap tahun kami alami namun pada kali ini durian kami dimaling oleh kerabat sendiri. Orang yang selama ini kami percayai dan telah kami anggap sebagai keluarga dekat. Sungguh menyakitkan tuan, serasa ditikam dari belakanglah kami ini.

Ketika menceritakan perkara tersebut, ibu kami sampai menangis dibuatnya. Sampai hati orang ini, padahal telah begitu baiknya kami kepada dia sekeluarga. Tidak hanya durian, akan tetapi hasil dari kebun yang terletak di belakang rumahpun dijualnya tanpa sepengatahuan kami. Dimanakah rasa malu orang ini, sungguh tak dapat di kami jawabannya.

Begitulah tuan sekelumit kisah dari kawan kami ini, semoga bermanfaat dan memberikan pelajaran kepada kita semua. Semoga kita tidak termasuk kepada golongan orang-orang yang tidak berakal seperti yang digambarkan oleh kawan kami dalam kisahnya ini. Amiiin Ya Allah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s