Terkicuh..

Tertipu oleh Iklan

 

Ini merupakan kisah salah seorang kawan kami, kami memang memiliki banyak kawan tuan. Jadi janganlah heran pabila kami mengisahkan perihal kawan-kawan kami. Terkadang memang bukan kawan dekat, kami dengar kisah mereka secara tak sengaja ataupun dari cerita orang lain.

Kawan kami yang hendak kami ceritakan ini memiliki masalah dengan nomor telfon seluler miliknya. Tuan tentu tahu bagaimana kerasnya persaingan antara operator telfon seluler di republik ini. Semakin banyak saja bermunculan operator telfon seluler yang bermunculan. Akibatnya persaingan untuk mendapatkan pelangganpun semakin sengit.

Kawan kami ini memiliki salah satu nomor telfon dari salah satu operator telfon seluler ternama milik republik ini. Menurut pengakuan dari perusahaan tersebut, mereka merupakan operator telfon terbesar dan terluas jangkauan sinyalnya. Bintang iklan andalan mereka ialah salah seorang pelawak terkemuka di republik ini.

Beberapa hari yang lalu, tatkala sedang bertugas, kawan kami ini mendapat saran dari salah seorang kawannya untuk mengambil salah satu paket hemat untuk menelpon. Katanya hanya dengan uang kurang dari dua ribu rupiah sudah dapat menelpon gratis selama enampuluh menit.

Kawan kami ini yang masih lugu menerima saran tersebut. Sekaligus segan dan untuk menghormati kawannya tersebut. Sebab kawannya ini terlihat sangat jujur dan terkenal bukan jenis orang yang suka menipu orang.

Maka diambillah oleh kawan kami ini paket yang dimaksud. Memanglah selama enampuluh menit kawan kami ini dapat melakukan panggilan telfon gratis. Namun selepas masa enampuluh menit telah habis maka tarif yang dikenakan akan sangat tinggi. Padahal sebelum menggunakan paket tersebut, biaya untuk menelpon dikenakan sangat murah oleh operator tersebut.

Kawan kami inipun cemas dan menyesal telah mengikuti saran tersebut. Mungkin kawannya tidak mengetahui perihal ini, sebab sepertinya tiap hari dia mengambil paket nelp[on gratis ini.

Berkali-kali dicobanya untuk keluar dari paket, berbagai usaha dilakukannya. Diapun bertanya kepada Om Google, hasilnya tak memuaskan. Akhirnya diapun bertanya kepada salah seorang kawan yang ahli dalam perkara ini. Santai kawan tersebut menjawab “Sudah tak dapat engku, kan sudah diperingatkan kalau sudah mengambil paket menelpon murah tersebut maka engku tak dapat lagi kembali lagi.”

“Dan biaya menelpon tetap mahal serupa ini engku..?” tanya kawan kami ini dengan cemas.

“Ya..lah..!” jawab kawan kami yang lain dengan santai.

Ampun tuan, kawan kami ini mengutuk-ngutuk dalam hati. Sungguh sangat keji cara orang sekarang dalam mencari uang. Sampai tipu-menipu merupakan perkara yang biasa terjadi pada masa sekarang di republik ini. Tidak hanya dalam lingkungan yang kecil-kecil, bahkan dalam lingkungan yang besar semacam perusahaan-perusahaan besarpun mereka masih memakai cara-cara laknat ini.

Apalah daya, kawan kami ini tak dapat berbuat apa-apa. Dicobanya mengganti kartu dengan kartu keluaran operator telfon yang sama namun hasilnya tetap sama. Masih mahal tuan. Kawan kami inipun tak berdaya sebab, operator telfon ini paling banyak dipakai oleh orang. Jika dia memakai kartu dari operator telfon lain maka kemungkinan besar kawan-kawan kami yang lain akan protes, sebab untuk menghubunginya akan memakan banyak biaya.

Begitulah tuan, apakah tuan tahu bagaimana cara mengembalikan paket murah ini ke kondisi awal? Cobalah tuan tolong kawan kami ini.

 

 

 

 

sumber gambar: internet

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s