Gaul Mas Bro..!

 Lomba Marathon

 

Pada hari Ahad tanggal 29 Syawal 1433 H yang bertepatan dengan tanggal 16 September 2012, di kota kecil kami diadakan lomba lari marathon dalam rangka memperingati Hari Olah Raga Nasional. Fihak penyelenggara ialah Bank Nagari (Bank Pembangunan Daerah). Pesertanya terdiri dari kalangan anak sekolah (SD-SLTA) dan umum. Sangat menarik melihat pengadaan lomba ini sebab keadaan alam di kota kami yang berbukit tentunya membuat rintangan lomba menjadi bertambah berat.

Tatkala kami sampai di tempat permulaan (start), kami terkejut dikarenakan para pesertanya kebanyakan ialah anak sekolah. Padahal peserta dari umum juga diperbolehkan, hal ini tidaklah mengherankan sebab pemberitahuan (promosi) mengenai perlombaan ini tidak begitu gencar. Kami saja baru senja kemarin mengetahui perihal perlombaan ini.

Kebanyakan anak-anak sekolah, terutama sekolah dasar dikawani oleh guru dan orang tua mereka. Kebanyakan dari mereka menggunakan motor, sebab nanti mereka akan mengiringi anak-anak mereka sampai garis akhir (finish). Perlombaan dibuka oleh Bapak Wakil Walikota, acara ini sendiri mundur dari yang direncanakan akan mulai pada pukul 7.00 pagi menjadi 7.30 pagi.

Pada permulaan lomba kebanyakan para pelari berlari dengan kencang, terutama anak-anak. Hal ini mengakibatkan mereka capat letih sehingga kemudiannya banyak diantara mereka yang berjalan santai melepas penat. Namun ada juga beberapa diantara anak-anak ini yang kemudian dibonceng dengan motor, entah oleh guru atau orang tua mereka. Kami hanya tersenyum melihat hal semacam ini. Bagaimana pendidikan di negara ini? kecurangan dan kemunafikan rupanya telah dicontohkan semenjak usia sekolah.

Namun yang paling menarik perhatian kami ialah salah seorang peserta lomba dari tingkat SMU, peserta perempuan. Kota kami ialah salah satu kota kecil di pedalaman Pulau Sumatera Bagian Tengah. Namun layaknya remaja Indonesia lainnya, anak-anak remaja di kota kami merupakan salah satu dari umat pengagum budaya Jakarta. Peserta yang kami maksud ialah anak gadis yang layaknya anak gadis zaman sekarang suka menarik perhatian lawan jenisnya. Begitu pulalah dengan dia, salah satu cara menarik perhatian itu ialah dengan menggunakan pakaian yang tak patut.

Pakaian yang digunakan ialah baju kaos ketat tak berlengan warna hitam. Dimana ketiak dan bahunya menjadi tontonan banyak orang pada pagi yang dingin ini. Begitu juga celana yang dipakainya, dia memakai celana pendek yang mempertontonkan paha, ya tuan paha. Entah apa yang ada dibenak orangtuanya sehingga membiarkan anak gadisnya berpakaian serupa perempuan sundal ini. Menjadi tontonan banyak orang sepanjang jalan, Na’uzubillah..

Kami tak tahu apa yang terjadi sepanjang jalan hingga garis akhir (finish), semoga saja mata orang-orang terpelihara, semoga saja Allah memberikan Hidayah kepada anak gadis malang ini. Tidakkah dia punya orangtuan? Punya mamak? Ataupun keluarga lain yang dapat memberi tahu perihal kesilapan dirinya?

Begitulah tuan, yang membuat kami takut ialah jika perilaku semacam ini dikemudian harinya banyak berlaku. Sejauh pemandangan kami, biasanya segala pantangan ataupun tabu (dalam norma adat dan agama) yang berlaku dalam masyarakat kita akan didobrak dengan cara seperti ini. Ya.. tuan, pertama harus ada yang memulai, terlepas apakah dia akan dicaci ataupun dimaki oleh orang-orang. Kemudian pantangan semacam ini secara perlahan-lahan akan mulai dilanggar oleh banyak orang dan akhirnyan menjadi sebuah kebiasaan dan kelaziman.

Cobalah kami ambil contoh sebuah filem remaja yang dahulu diawal pemutarannya sangat keras ditentang oleh orang-orang, dimana filem ini mempertontonkan ciuman bibir sacara bebas antar remaja di ibu kota. Banyak terjadi demo dikalangan umat Islam supaya filem ini dilarang bererdar, banyak pula ulama yang mengutuknya, namun ada juga suara-suara nakal yang berbicara perihal kebebasan. Akhirnya tuan, judul filem tersebut (yang juga mengundang pertikaian) ditukar, kemudian beberapa adegan dalam filem tersebutpun dipotong (sensor). Namun apa yang terjadi kemudiannya tuan? Banyak kemudiannya filem-filem serupa dibuat dan beredar di Indonesia, bahkan hampir setiap filem yang bertemakan remaja dan percintaan belumlah sah apabila tak ada adegan cium bibir di dalamnya.

Begitulah tuan, begitulah keadaan di negeri kita saat ini. Bagaimanakah kehidupan kita dimasa datang, kehidupan anak cucu kita? Masih dapatkah mereka menjaga iman dan akidah mereka sebagai umat Muhammad? Semoga saja tuan..

 

 

 

sumber gambar: internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s