Kakek..

 Merindukan Mu..

 

Adakah tuan memiliki seorang datuk/antan/nyiak aki/kakek dan nenek? Berapa umur mereka pada saat sekarang tuan? Ataukah mereka sudah tiada? Maafkan kami kalau begitu. Entah kenapa tiba-tiba hati kami terkenang kembali kepada almarhum datuk dan nenek kami. Sedih sampai ke jantung tatkala mengingat mereka. Senyuman mereka, tawa mereka, canda mereka, ataupun raut muka mereka pabila sedang kurang senang hati. Ah.. betapa baru sekejap rasanya mereka bergaul dengan kami, nyinyir, berperilaku aneh-aneh yang mengundang kesal, serta bermacam ragam permintaan mereka. Sesal datang tatkala dahulu kami kurang berbakti kepada mereka, sering kesal apabila diminta ini-itu, melarang mereka melakukan ini dan itu, dan lain sebagainya.  Memanglah penyesalan itu selalu datang terlambat tuan..

Begitulah hukum yang telah dibuat oleh Sang Khalik, kelahiran, masa kanak-kanak dan pertumbuhan, remaja belia, dewasa, tua, lanjut usia, dan kemudian meninggalkan dunia yang fana ini. Kembali ke pangkuan Rabb yang Maha Pencipta. Ada pertemuan dan ada pula perpisahan, ada cinta kasih tentulah ada kedukaan, kedukaan dikala berpisah. Cinta dipendam dalam hati, menenang mereka yang telah dia, mengantarkan do’a bagi mereka pelapang jalan di Alam Kubur.

Tuan, apalah arti hidup ini jikalau kita tidak pernah dicintai dan diperhatikan. Cinta kasih orang tua sangatlah berbeda dengan cinta kasih datuk dan nenek. Pabila orang tua memarahi anaknya maka sang datuk ataupun nenek akan marah dan kesal melihat cucu mereka dimarahi serupa itu “Dahulu kami tak pernah memarahi kamu serupa ini..!” kata mereka kepada anaknya.

Hancur hati mereka melihat cucu mereka menangis, segala daya dan upaya mereka kerahkan demi membuat cucu buah hati sibiran tulang agar diam. Apapun akan mereka lalukan demi melihat senyuman tersungging dari mulit manis cucu mereka. Apabila si cucu disuruh oleh orangtuanya maka datuk atau neneklah yang mengerjakannya “Kasihan dia, biarlah dia bermain dengan kawan-kawannya..” begitu bela sang datuk ataupun nenek. Anaknya hanya diam geleng-geleng kepala melihat kelakuan ayah-bundanya yang demikian.

Tatkala sudah tua ringkih, sering mereka merindukan sang cucu yang sekarang sudah tumbuh remaja dan berada jauh bersekolah. Kalau sekolahnya dekat maka mereka dapat bersua tiap akhir pekan ataupun beberapa kali dalam sebulan. Akan tetapi kalau jauh, mereka hanya akan bersua beberapa kali setahun, atau mungkin setahun sekali yakni setiap hari raya. Ataupun yang paling sedih ialah mungkin terpaksa menanti sang cucu menamatkan sekolahnya terlebih dahulu baru kemudian dapat bersua kembali.

Setelah berusia lanjut, setelah fikiran tak lagi berkawan baik karena sering meninggalkan badan. Sehingga datanglah pikun, lupa dengan diri, lupa dengan orang sekitar, lupa dengan lingkungan. Itulah yang paling menyiksa, karena terkenang terus dengan anak-cucu. Cucu yang dikira masih kanak-kanak dan manja serupa dahulu, ternyata sekarang telah dewasa dan tak hendak lagi dimanja oleh datuk dan neneknya. Datang bersua hanya sesekali karena disibukkan oleh kegiatan di luar rumah.

Begitulah mereka,

tatkala tua menjadi pelupa,

tatkala tua menjadi perasa,

sungguh tak seorangpun yang dapat mengerti,

apa yang sedang terasa di dalam hati

Terbit rasa sesal di hati kami tuan, sebab sudah beberapa lama tak menziarahi kubur beliau. Do’apun terkadang terlupa dikirim untuk mereka, padahal dahulu datuk kami tak pernah lupa akan diri kami. Selalu bertanya kepada ibu “Bila si buyung pulang?” atau “Kenapa dia tak pulang jua, sekarangkan hari Jum’at..?”

Begitu besarnya rasa cinta dan rindu beliau kepada kami, dan sekarang karena disibukkan dunia kami lupa akan beliau. Sungguh kami merupakan cucu yang tak tahu diri, semasa hidup kami sering menyusahkan beliau, bahkan terkadang pernah berbicara keras dan melawan kepada beliau. Pada hal dalam agama kita perkara semacam itu terlarang. Sudah berdosa kami tuan, berdosa kepada datuk..

 

 

 

sumber gambar: internet

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s