Hikmah Setiap Kejadian

Bersabar dengan Kehidupan

 

Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surah ke-6, al An’am, ayat 165)

Ayat tersebut di atas menginsyafi kami akan perbedaan antara manusia, terutama dalam segi kekuasaan. Sebab ada beberapa manusia yang ditinggikan dari manusia lain, dengan arti kata dijadikan pemimpin bagi manusia lain. Hal ini bertolak belakang dengan pemikiran entah kaum sosialis, atheis, ataupun komunis. Kami akui bahwa kamipun tak pula dapat membedakan ketiganya, sebab dalam pemikiran masyarakat sekarang, ketika aliran pemikiran itu ialah sama. Walaupun penganutnya menyatakan bahwa mereka sesungguhnya berbeda.

Suatu kepemimpin ialah ujian, tidak hanya bagi yang memangku jabatan tersebut melainkan juga bagi orang yang dipimpin. Sebab hikmah dari setiap kejadian dapat kita dapati dari tempat kita masing-masing berdiri. Bagi orang yang memangku amanah, hal tersebut menjadi ujian baginya apakah dia sanggup untuk tetap amanah dalam beban yang dipikulnya. Memperlakukan orang yang ditanggungnya dengan sebaik-baiknya, tidak sewenang-wenang, penuh kasih-sayang, dan ikhlas.

Sedangkan bagi orang yang ditanggung (dipimpin), apakah dia sanggup berbuat adil kepada pemimpinnya? Berlapang hati apabila merasa terzhalimi, sebab tidak ada manusia yang sempurna, khilaf dan salah adalah tabi’at yang amat susah untuk dihilangkan. Justeru di sanalah letak sisi kemanusiaannya. Berada di sisi sang pemimpin dikala susah maupun senang, mengingatinya apabila dia lupa ataupun khilaf, dan lain sebagainya.
Sesungguhnya pekerjaan sebagai pemimpin sangat berat. Bagaimana tidak, beragam orang yang berada di bawah tanggungan, beragam pula keinginannya. Saydina Ali pernah berkata “Memuaskan keinginan hati setiap orang, adalah perkara yang mustahil untuk engkau lakukan..”. Jika satu keinginan dituruti, maka orang-orang yang tak terpenuhi keinginannya akan marah dan membuat sengketa. Belum lagi tekanan dari kekuasaan yang lebih tinggi, menginginkan ini dan itu, jika tak terpenuhi maka alamat amarah akan segera mendera. Tak tertutup kemungkinan akan disingkirkan dari kekuasaan dan digantikan oleh orang lain.

Menjadi yang dipimpinpun haruslah arif dan biijak. Begitu banyak persoalan yang harus ditanggung dan dipecahkan oleh pimpinan, dan tidak semuanya dapat dicarikan jalan penyelesaiannya. Kitapun harus arif dalam menentukan bila rasanya untuk mengutarakan sesuatu, ataupun menyembunyikan suatu persoalan dari pimpinan. Disinilah kata orang sekarang, empati berperan, kita harus dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain, mendahulukan kepentingan orang lain (tidak egois), dan kalau dapat mencari pemecahan sendiri dari permasalahan yang kita hadapi.

Bak kata lagu Elly Kasim, hidup bagaikan roda pedati. Begitulah ketentuan yang telah dituliskan oleh Allah dalam Kitab Lauh Mahfudz milikNya. Sebagai hamba kita hanya dapat berdo’a semoga Allah memberikan kita kekuatan dalam menghadapi setiap ujian yang ditimpakanNya kepada kita. Bukankah ujian tersebut merupakan wujud rasa sayang dari Allah kepada hambaNya. Allahlah yang memberikan kita cobaan, dan Insya Allah Dia pulalah yang akan kita memberikan jalan keluarnya. Tugas kita hanya Bertawakal, Ikhtiar, dan bersabar.*

Semoga do’a kita dikabulkan oleh Allah, Amiin..

 

*Dua kalimat terakhir diambil dari buku Yuli Badawi & Hermawan Aksan. Rumah Seribu Malaikat. Hikmah, cetakan ke-3 Desember 2011)

 

 

 

sumber gambar: internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s