Daerah Terpencil di Sumbar

Kisah Seorang Guru

 

Ini merupakan kisah seorang kawan kami, kawan kami ketika melaksanakan LPJ dahulu di Kota Padang. Kawan kami ini merupakan guru agama pada salah satu SMP di sebuah daerah terpencil di Sumatera Barat. Kami sungguh terkejut mendengar kata “daerah terpencil”, sebab sepengetahuan kami Propinsi Sumatera Barat merupakan salah satu propinsi termaju di republik ini. Rupanya tidak, di daerah Jawa Barat saja masih ada daerah terpencil yang sangat sulit dilalui oleh kendaraan dan tidak ada sinyal telfon, apatah lagi di Sumatera Barat.

Nama daerahnya ialah Lubuk Ulang Aling yang terletak di Kabupaten Solok Selatan. Jarak tempuh dengan ibu kota Kabupaten ialah selama tiga jam perjalanan dengan motor. Sistim mengajar yang diterapkan di sekolah tempat kawan kami ini mengajar sungguh unik. Yakni selama dua pekan dia menghabiskan waktunya di Lubuk Ulang Aling, maka selama sepekan pula dia mendapat jatah untuk kembali ke kampung halamannya di Kerinci.

Kerinci dan Solok Selatan (Solsel) memanglah dekat, kedua daerah ini bertetangga. Kerinci di Jambi dan Solsel di Sumbar. Banyak PNS yang bekerja di Solsel merupakan anak negeri Kerinci, apakah itu guru ataupun pegawai kantoran. Jarak antara Solsel dengan Kerincipun terbilang dekat yakni hanya dua jam. Sedangkan kalau ke Padang menghabiskan waktu tiga jam lebih. Selain dari pertimbangan jarak tersebut juga ada pertimbangan lain yang tak dapat kami sebutkan, kenapa daerah Solsel ramai dikunjungi oleh anak negeri Kerinci.

Jalan menuju Lubuk Ulang Aling sangatlah menantang (kalau tidak dapat kami katakan menggenaskan). Ketika kawan kami bengisahkan perihal daerah perantauannya ini, keadaan jalan disana masih tidak dapat dikatakan bagus tuan. Masih terdiri dari tanah merah, maklumlah perbukitan. Apabila hujan maka jalanan ini akan semakin sulit dilalui, apalagi ada pendakian dan penurunan pula. Belum lagi sungai yang harus diseberangi dengan hati-hati, sebab jembatannya masih batang kayu besar yang sengaja digeletakkan melintang di atas sungai.

Tidak ada sinyal di sana tuan, apabila hendak menelpon maka kawan kami ini akan mencari daerah yang tinggi. Terdapat sebuah bukit di sana yang biasa dinaiki untuk mendapatkan sinyal. Bayangkan saja tuan, untuk mendapatkan sinyal mereka harus menaiki bukit. Sedangkan kita di sini, cukup duduk dengan santai dan silahkan tempelkan hape ke telinga tuan, niscaya akan langsung terhubung (tapi jangan lupa tuan, tekan dulu nomor yang hendak dituju, baru tempelkan  ke telinga).

Sekolah SMP di sana hanya terdiri dari tiga kelas, yakni satu  kelas untuk kelas 1, 2, dan 3. Jumlah guru hanya empat orang, termasuk kawan kami ini dari yang empat itu tuan. Dia juga mendapat amanah untuk menjabat sebagai Bendahara Sekolah di tempat dia mengajar. Jadilah dia sibuk bolak-balik ke Padang Aro, ibu kota Solok Selatan. Namun tidak sering tuan, pabila perlu saja.

Walaupun demikian tantangan dalam hidup yang dihadapinya, namun nasib baik selalu menyertainya. Kawan kami ini telah memiliki isteri dan seorang anak yang sekarang berusia kurang lebih lima tahun. Seorang anak lelaki dengan isteri yang cantik yang selalu setia menantinya dirumah selepas dua pekan. Isterinya telah bekerja menjadi guru honorer di Kerinci, cukuplah untuk menambah pendapatan keluarga. Kawan kami ini juga telah memiliki satu kapling tanah yang ditanami dengan sawit di daerah Jambi, tempat dia pertama kali mengajar. Serta di rumahnya yang sekarang, dia juga telah memiliki kedai kecil di hadapan rumahnya. Sungguh kehidupan yang manis,..

Sudha hampir pula tiga bulan kami berpisah, kami telah lama tidak mendapat kabar dari kawan kami ini. Bagaimanakah kiranya kabar dirinya dan keluarga? Adakah baik? Semoga saja, Insya Allah..

 

 

 

sumber gambar: internet

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s