Harapkan Burung Terbang Tinggi, Punai di Tangan Dilepaskan

Sikap Seorang Muslim terhadap Turaats[1]

 

Pada masa sekarang banyak bermunculan berbagai aliran pemikiran dalam Islam. Terutama sekali yang menyikapi keadaan umat Islam pada saat ini. Aliran-aliran yang lahir tersebut merupakan bagian dari ghazawul fikri atau perang pemikiran dalam kalangan umat Islam. Hal ini merupakan sesuatu yang lazim dan telah berlangsung semenjak dahulu.

Namun sayangnya keadaan umat Islam pada saat ini sangatlah tidak memungkinkan untuk itu. Sebab sebagian besar dari mereka telah jauh dari agama dan tidak lagi mempelajari dan memahami agama mereka. Terjerumus ke dalam jurang kebodohan dan bahkan kebutaan terhadap ilmu agama. Sangatlah banyak para cendikiawan bertitle Doktor bahkan Profesor di kalangan umat Islam, tidak memahami agama mereka dengan benar. Sehingga memudahkan mereka terjerumus ke dalam jurang kemungkaran.

Beberapa masa yang telah lalu pernah kami dengar dari salah satu kalangan yang mengaku bagian dari Islam. Mereka berkata “Bahwa sudah waktunya bagi umat Islam untuk membuang seluruh pendirian atau pemahaman agama yanng dibaut oleh ulama-ulama terdahulu. Sebab ulama terdahulu hidup dalam masa yang berbeda dengan kita. Mereka tidak mengetahui dan tidak menghadapi masalah-masalah seperti yang kita hadapi pada masa kini. Pemahaman-pemahan seperti itu ibaratkan bangunan lama yang perlu kita rubuhkan dan kita dirikan bangunan baru pada pondasi yang sama. Pemahaman dan pemikiran semacam itulah yang benyebabkan fanatisme, radikalisme, dan fundamentalisme dalam beragama. Tengoklah Barat yang telah berabad-abad yang lampau melepaskan pengaruh dari pemuka agama mereka. Sekarang mereka menjadi bangsa yang maju dan menguasai peradaban..”

Kami sangat terkejut dengan pendapat yang demikian. Memanglah jenis orang yang menyampaikannya merupakan orang-orang dengan tingkat intelektual yang tinggi. Dihargai, dihormati, dan menjadi sejawat bagi barat. Pemikiran mereka dinilai para ulama telah jauh melenceng bahkan terkadang menghujat agama Islam itu sendiri. Mereka adalah orang-orang terdidik dari Barat dan menganggap umat Islam harus seperti Barat yang melepaskan agama dari kehidupan pribadinya.

Tatkala kami membaca sebuah buku karangan salah seorang tokoh pemikir Islam masa kini dari Mesir. Baru kami dapati jawabannya, rupanya pemikiran ulama terdahulu disebut juga dengan turaats. Dan beliau memiliki pendapat sendiri dalam menyikapi hal ini. Begini pendapat beliau:

Sifat umat Islam dalam menyikapi turaats:

Pertama, kelompok yang menganggap turaats bersifat sakral sehingga membuat turaats tersebut tidak dapat dikritik, dipertanyakan, dan diteliti ulang. Menurut pemahaman mereka, semua turaats salaf harus diterima apa adanya, serta mengatakan kepada semua pemikiran yang terdapat di situ “Kami beriman dan membenarkan..” kemudian atas semua hukum yang terdapat di dalam turaats tersebut, mereka berkata “Kami dengar & kami ta’ati..”.

Kedua, adapun kelompok yang kedua ialah kelompok yang memperlakukan turaats dengan cara yang berlawanan dengan kelompok yang pertama. Kelompok ini berkeinginan menghapuskan seluruh turaats kemudian menguburnya dalam-dalam, dan setelah itu memulai dengan yang baru. Hal mana yang ingin mereka lakukan seperti permulaan pada bangsa-bangsa yang tidak memiliki peradaban dan sejarah dan baru menyentuh peradaban. Dapat kita misalkan dengan seorang yang mengalami kehilangan ingatan dan tidak dapat sama sekali mengingat masa lalu. Menurut mereka, mereka hanyalah sesosok individu hari ini yang tidak memiliki hubungan dengan hari kemarin.

Memahami Khazanah Klasik Mazhab & Ikhtilaf. Dr. Yusuf Qarhawi, hal. 58-59

Dalam kitab yang kitab yang beliau karang ini, beliau berpendapat bahwa sikap yang paling baik dalam menyikapi turaats ini ialah dengan mengambil sikap pertengahan. Terlebih dahulu beliau telah menjelaskan bahwa dasar atau fondasi utama agama kita ialah Al Qur’an dan As Sunnah. Jadi segala pendapat yang muncul setelah masa nabi maka akan kita kembalikan kepada kedua sumber agama tersebut. Apabila berlawanan maka dibuang, namun apabila bersesuaian maka kita amalkan.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa tidak ada manusia yang terpelihara dari berbuat kesalahan kecuali Nabi Muhammad SAW. Jadi adalah tidak benar jika ada orang-orang dari suatu kelompok tertentu berkata bahwa “Si fulan terjaga dari dosa..”.

Para ulama atau pemikir masa dahulu merupakan manusia yang juga berbuat kesalahan dan kekhilafan. Apakah itu sepengatahuan dirinya ataupun tanpa disadari oleh yang punya. Jika terdapat suatu pendapat yang berasal dari ulama, maka janganlah tergesa-gesa menolak ataupun menerimanya. Melainkan periksalah terlebih dahulu ilmu dan akhlaknya. Kemudian berprasangka baiklah, karena berprasangka baik mendorong kita untuk mendapat jalan keluar yang dapat diterima untuk menakwilkan perkataan ulama tersebut dengan cara yang (layak) santun. Serta hal tersebut (berprasangka baik) juga baik bagi sejarah hidup dan manhajnya, tanpa adanya sikap yang direka-reka.

Jika hal tersebut telah kita lakukan maka tidak ada jalan lain bagi kita selain dari menilai segala ucapan dan tindakannya yang khilaf merupakan suatu kealpaan darinya (ulama tersebut). Sebab bagaimanapun ulama juga merupakan seorang manusia yang berijtihad dan tidak terjaga dari kesalahan. Hal ini tentunya kita lakukan tanpa menuduh (berprasangka) terhadap niat, agama, ataupun mencela pribadi dari ulama tersebut.

Begitulah kiranya, sejauh yang dapat kami fahami dari maksud yang disampaikan oleh Dr. Yusuf Qardhawi tersebut. Sesuai dengan yang diajarkan oleh nabi kita bahwa sebaik-baik perkara ialah yang di tengah-tengah.Maka untuk sementara ini kami dapat memahami dan menyetujui pendapat ini.

Foto: Internet


[1] Turats, secara literal, berarti warisan atau peninggalan (heritage, legacy). Sedangkan dalam ranah pemikiran kontemporer, turats adalah kekayaan khazanah tradisi intelektual yang ditinggalkan/diwariskan oleh ulama’ terdahulu (al-qudama’)http://lingkaran-koma.blogspot.com/2009/06/kitab-turats-vs-google.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s