Patokan waktu yang jitu

Masuknya Waktu Shalat

 

Beberapa waktu yang lalu, kami disuruh oleh ibunda kami untuk menelpon salah seorang nenek kami di Malaysia, tepatnya di Kuala Lumpur. Namun beliau bimbang sejenak “Atau nanti sajalah selepas magrib? Eh.. apa beliau tidak sedang shalat? O.. ya, kan beda waktu kita dengan Malaysia satu jam..”

Kami hanya tersenyum, sebab penafsiran ibu kami perihal perbedaan waktu dengan Malaysia sama dengan penafsiran orang-orang. “Tidak bu, waktu masuknya shalat kita (Bukittinggi dan sewaktu dengnnya) dengan Malaysia hampir sama. Mereka hanya dahulu beberapa menit..” jawab kami.

“Kenapa kok seperti itu? Bukankah mereka lebih dahulu satu jam dari kita?” tanya ibunda kami kembali.

Kamipun mencoba menjelaskan “Betul bu, mereka lebih cepat jamnya daripada kita. Kalau di kita pukul satu maka mereka pukul dua. Namun sesungguhnya hal tersebut sama saja, sebab keadaan alam ketika waktu tersebut sama. Di sana (Malaysia) waktu shalat zuhur masuk pada pukul satu lewat, sedangkan di kita pukul dua belas lewat. Cobalah ibu majukan pukul dua belas lewat waktu kita, pasti sama tibanya di sana..”

Ibunda kami tersenyum mengerti. Hal ini kami sadari karena kami pernah ke Malaysia. Memang benar jam mereka lebih cepat satu jam dari kita namun hal tersebut hanya berlaku dalam pengukuran waktu moderen seperti saat ini. Sesungguhnya masyarakat tradisional atau dalam hal ini masyarakat yang menganut kebudayaan Islam pengukuran waktunya berdasarkan keadaan alam.

Cobalah tuan tengok, masuknya waktu shalat setiap beberapa hari tidaklah sama, selalu berubah. Ada yang lebih cepat dan ada pula yang lebih lambat masuk waktu shalatnya. Hal ini karena matahari terbit dan terbenam tidaklah sama pada setiap saat. Atau matahari tidak mena’ati pengkuran waktu moderen seperti yang dibuat oleh manusia masa sekarang.

Orang-orang di kampung kami menjadikan waktu shalat sebagai patokan. Maka muncullah kata-kata sebelum atau selepas zuhur, sebelum atau selepas ashar, sebelum atau sesudah magrib, isya, dan subuh. Begitulah yang berlaku dalam masyarakat di kampung kami, dan kami yakin pada seluruh masyarakat tradisional yang menganut kebudayaan Islampun demikian.

Contoh yang paling mudah ialah perkara bergantinya hari, kalau dalam masyarakat moderen sekarang, hari berganti pada pukul dua belas pada tengah malam. Sedangkan pada masyarakat berkebudayaan Islam, hari berganti pada saat magrib atau matahari terbenam. Nah tuan, kalau kita gunakan pengukuran waktu pada masa sekarang dimana jam yang kita pakai sama dengan di Jakarta yang sesungguhnya lebih cepat sekitar 20 menit atau lebih dari kita, hal tersebut tidaklah tepat.

Hari berganti dengan cepat di Jakarta, karena sesungguhnya waktu yang kita pakai berbeda dengan yang di Jakarta kerena mereka terletak lebih ke timur. Mereka shalat subuhnya pukul empat lewat, sedangkan kita pukul lima kurang. Mereka shalat zuhurnya sebelum pukul dua belas padahal patokan tengah hari ialah pukul dua belas. Coba tuan renungkan, bagaimana hal semacam ini dapat berlaku, bukankah shalat zuhur itu dilakukan pada tengah hari.

Sedangkan di Malaysia, mereka memang menggunakan pengkuran waktu yang lebih cepat satu jam dari kita. Mereka shalat subuhnya pukul enam lewat, shalat zuhur pukul satu lewat, dan begitu juga dengan shalat yang lain. Kalau dimundurkan waktu yang mereka pakai satu jam, maka jatuhnya waktu shalat mereka dengan kita sesungguhnya sama. Hanya berbeda beberapa menit saja.

Tuan pembaca jauhari, kami hanya ingin mengatakan bahwa hendaknya kearifan masyarakat lama tidaklah kita lupakan dan buang begitu saja. Waktu shalat ialah patokan waktu yang tepat, langsung ditunjukkan oleh Rabb Semesta Alam kepada kita. Hanya kita saja yang tak menyadarinya karena terlalu sombong dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki

Pada akhir tahun ini, waktu shalat masuk dengan cepat karena bumi sedang berada jauh dari matahari. Di negara empat musim, pada masa sekarang sedang mengalami musim dingin. Sedangkan di kita sedang menerima berkah berupa curahan air hujan dari langit.

 

 

gambar: internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s