Buka mata hati..

film_festival_indiaApa yang terbayangkan oleh fikiran tuan kalau kami sebutkan “Filem India..?”

Kisah cinta lengkap dengan lika-likunya, nyanyian dan tarian serta goyangan yang seronok, si kaya dan si miskin, dilema, dan lain sebagainya.

Itu pulalah yang terfikirkan oleh kami ketika menengok sebuah judul filem India. Tidak semua orang menyukai filem jenis ini, bahkan ada yang membencinya.

Namun rupanya kami menemukan untuk saat ini dua buah filem India yang mengusung tema berlainan dari biasanya. Sebuah filem dengan kisah yang menyentuh hati, menceritakan perjuangan seseorang dalam menghadapi kerasnya tantangan kehidupan. Bertahan dari setiap terpaan kehidupan yang mendera. Kehidupan yang terkadang kejam, bagi beberapa orang dapat meninggalkan bekas yang mendalam pada dirinya.

Tetap kokoh berdiri walau kerasnya goncangan yang dihadapi. Memperlihatkan betapa fisiknya yang lemah tidak selalu dapat menjadi takaran dalam mengukur kekuatan seseorang. Tetap kokoh berdiri dengan segala pandangan dan pendapat dirinya yang menyentuh hati.

Tetap tegar walau keras menghujam ke hati, menahan segala perih dan duka. Air mata adalah teman sejati dan ketabahan adalah modal yang hakiki. Bagaikan saudagar, bertahan dengan segala daya dan upaya agar jangan sampai modal yang dimiliki habis dimakan hari.

Filem yang pertama ialah “Three Idiot” dibintangi oleh Amir Khan. Mengisahkan perihal pendirian seseorang terhadap kehidupan. Terutama dalam bidang pendidikan. Nilai bukanlah yang utama, prestasi belajar bukan pula tujuan utama, namun sikap diri (mentalitas) dan jalan yang ditempuh (proses) ke arah kejayaan, itulah yang menjadi anutan yang utama.

Tak peduli sepintar apapun seseorang, setinggi apapun gapaian yang diraihnya. Namun seharusnya  yang menjadi takaran dalam memandang seseorang ialah sikap diri (mentalitas) yang ditunjukkan dalam keseharian. Sejauh mana dirinya dapat memberi faedah kepada orang lain, seperti yang telah diwasiatkan oleh nabi kita Muhammad Rasulullah “Sebaik-baik manusia ialah manusia yang dapat memberikan faedah kepada orang lain..”


40300-wallpaper-of-the-movie-3-idiots.jpg
Itulah kira-kira yang hendak disampaikan oleh Filem “Three Idiot” kepada penontonnya. Mencemooh dunia pendidikan yang cenderung menyukai murid-murid yang pintar dan cerdas tapi sangat kurang rasa menenggang kepada orang lain. Dunia pendidikan yang tak lebih serupa pabrik-pabrik yang kenciptakan alat-alat industri untuk menghasilkan uang.. uang yang lebih banyak kepada pemilik modal. Atau semacam lembaga yang hanya menciptakan semut-semut pekerja bagi kaum kapitalis.

Kemudian kami dipertemukan dengan filem ke dua yang berjudul “Taare Zameen Par..” yang hingga kini belum kami fahami artinya. Bintangnya masih sama yakni Amir Khan, namun hebatnya filem ini boleh kita katakan sama sekali tidak menyentuh sisi percintaannya. Berbeda dengan “Three Idiot” yang masih setia dengan “cinta-cintaannya”.

Filem ini mengisahkan seorang anak yang menderita penyakit yang bernama “Dyslexia” yakni suatu penyakit yang diderita oleh orang-orang dengan menunjukan gejala mengalami kepayahan dalam mengenali huruf, memperkirakan jarak, berat, dan lain sebagainya. Seperti dalam mengenali huruf yang memiliki bentuk hampir mirip. Contohnya ialah huruf “d” dan “b”, “p” dan “q”, dapat juga susah dalam menentukan susunan dalam kata seperti “kaki” ditulis terbalik menjadi “ikak”, Pot” ditulis menjadi “top”, dan lain sebagainya.

Dapat juga berupa kesulitan dalam mengikuti petunjuk atau perintah seperti “Buka buku pada halaman 27 bab 3 paragraf ke-2 dan alinea ke-3..”. Atau kelemahan dalam menggunakan kemampuan untuk menggerakkan  anggota tubuhnya (motorik). Contohnya ialah seperti memasang buah baju, mengikat tali sepatu, memasang dasi, menangkap atau melemparkan bola (dapat juga benda-benda lainnya), serta hal-hal semacam itu.

Anak seperti inilah yang dikisahkan dalam filem ini, namanya ialah Ishaan. Karena ketidak tahuan orang tuanya, Ishaan diperlakukan dengan tidak adil. Dituduh nakal dan malas, terutama oleh ayahnya yang menerapkan standar tinggi dalam menilai anak-anaknya. Sangat terlihat di filem ini, bagaimana keinginan orang tua (ambisi) mendatangkan bencana kepada sang anak.

Begitu juga dengan guru di sekolah, kawan-kawan, dan lingkungan pergaulannya. Mereka menganggap Ishaan adalah anak yang pandir dan nakal. Puncaknya ialah ayahnya memutuskan untuk memindahkannya ke sekolah asrama. Suatu keputusan yang membuat remuk hati Ishaan. Tidak hanya hati Ishaan, ibundanya, dan abangnyapun ikut remuk hatinya.

180b_taarezameenpar_255_210Di sekolah inilah Ishan bersua dengan guru kesenian yang bernama Nikumbh yang diperankan oleh Amir Khan. Seorang guru yang memiliki perhatian lain kepada para muridnya, tidak hanya perhatian, akan tetapi juga cara mengajar, ketekunan dalam menghadapi pekerjaan sebagi seorang guru, pengetahuan dalam dunia pendidikan, dan yang utama ialah pengalaman pribadinya. Dahulunya Pak Guru Nikumb merupakan anak yang lambat pula pandai membaca.

Pak Guru Nikumb menemukan kepandaian lain yang dimiliki oleh Ishaan melebih kawan-kawan seusianya. Yakni kepandaian melukis, lukisannya sangat indah dan bagus sekali untuk ukuran anak seusianya. Akhirnya, sambil menggali kepandaian pada diri Ishaan yang selama ini terabaikan oleh orang-orang di sekitarnya, Pak Guru Nikumbh juga mengajari dan melatih Ishaan dalam mengejar ketertinggalan dalam segi pelajaran.

Hasilnya sungguh indah tuan, sampai terbit air mata kami. Karena sesungguhnya kamipun memiliki kepayahan seperti yang dimiliki oleh Ishaan. Kami hingga kini sangat susah dalam memperkirakan berat dan jarak, seperti satu meter, satu kilo, dan lain sebagainya. Sehingga sering kami dianggap pandir oleh orang-orang.

Kalaulah dulu kami bersua dengan guru semacam Pak Nikumbh, tentu semuanya akan berjalan berlainan pada masa sekarang.

Cobalah tuan tonton dua filem ini, sangat menyentuh tuan. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil..

 

 

 

sumber gambar: internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s