Menjadi Kawan yang Baik

countryborderwk3 Penghargaan yang tulus apalagi jika disertai dengan pujian merupakan pelecut (motivasi) yang paling mujarab untuk meningkatkan kinerja ataupun prestasi seseorang. Akan tetapi jika penghargaan ataupun pujian yang diberikan dengan maksud menyindir maka yang terjadi ialah sebaliknya. Bagi sebagian orang zaman sekarang sindiran amatlah dibenci, dapat berujung petaka. Hati-hatilah tuan pabila menyindir, perhatikan betul-betul siapa yang tuan hadapi.

Benar kata orang bahwa yang akan menilai diri kita ialah orang lain. Sudah menjadi fitrah manusia kalau mata mereka dibutakan akan kekurangan ataupun kelebihan diri mereka. Tenggelam dalam persepsi yang dibangun sebagai akibat perjalanan dirinya dalam mengharungi lembah kehidupan. Oleh karena itulah kita memerlukan orang lain untuk mengingatkan kita pabila silap dalam melangkah. Namun apakah setiap orang yang kita temui patut kita dengarkan ucapannya? Kita ikuti perkataannya?

578475_269587939802538_94558880_nTidak tuan, disanalah pokok persoalannya. Kebanyakan manusia zaman sekarang hatinya dipenuhi hasad dan dengki. Jika berbuat dan berucap tidak ada keikhlasan di dalamnya. Disangka kawan rupanya lawan. Bagaimana menurut pendapat tuan?

Orang semacam inilah yang suka menurunkan semangat kawan, diberinya pendapat yang menyesatkan supaya kita terperosok ke dalam lubang kenestapaan. Sehabis itu orang ini akan bertepuk kegirangan, berloncat kesenangan. Aduhai tuan, benar-benar rancak kelakuan orang zaman kini..

Tetapi pabila bersua kawan yang bersih hatinya, lembut sikapnya, dan ikhlas tutur katanya, benar-benar beruntunglah nasib diri. Kawan yang bak kata orang salapiak sakatiduran, dapat dibawa kehilir ataupun ke mudik, seiya-sekata, saling tolong menolong dalam kesusahan, dan tentunya tidak saling melupa dikala senang. Kawan yang kata orang sudah serupa saudara sekandung.

Kemana gerangan hendak dicari? Adakah kawan serupa itu?

Circle-Head-900Terkadang kalau dicari tiada dapat, namun dia akan datang dengan sendirinya. Kalau beruntunglah nasib diri maka dia akan datang tanpa diduga. Namun pabila malang yang didapat maka bersiaplah tuan hidup dikesendirian. Pahit manis ditanggung seorang, kalau hendak menangis, menangislah seorang diri. Begitu pula kalau hendak tertawa, tertawa pulalah seorang diri.

Maka dari itu tuan, jadilah kita kawan yang baik. Kawan yang setia, yang dapat menopang orang lain, dapat pula menjadi tumpuan bagi orang-orang disekeliling. Jadilah kawan yang dapat menjaga rahasia orang lain, menyembunyikan aib orang. Karena sesungguhnya sebaik-baik kawan ialah orang yang mengingatkan jikalau silap, mengajari diketidak-tahuan, dan melindungi pabila terancam. Kata orang bijak, seperti apa kita memperlakukan orang lain, seperti itu juga kita akan diperlakukan.

Selama ini ucapan itulah yang kami amalkan, walaupun terkadang kami merasa diperlakukan  tidak semestinya oleh orang-orang disekeliling. Hanya hati ini saja yang ditabahkan, dibuat sesabar mungkin dalam menghadapi setiap kekecewaan yang menerpa. Terkadang kita merasa dia seorang kawan baik, namun ternyata dia tak obahnya musang berbulu ayam. Sungguh terlalu tuan..

ilustrasi gambar: internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s