Cuti Bersama

liburanHari Senin tanggal 24 Desember 2012 ini merupakan hari terjepit,  karena diapit oleh dua hari libur yakni hari Ahad dan hari Selasa yang diliburkan karena merupakan Hari Raya Natal bagi umat nasrani. Maka oleh karena itulah pemerintah menyatakan cuti bersama pada hari Senin sehingga waktu libur yang semula hanya 2 hari yakni hari Sabtu dan Ahad pada setiap pekannya menjadi 4 hari sampai kepada hari Selasa.

Cuti bersama merupakan saat-saat yang sangat dinanti, diharapkan, dan diimpikan oleh kebanyakan pegawai karena waktu mereka berkumpul dengan keluarga dapat lebih lama lagi. Maka taklah mengherankan apabila kita mendengar kabar, apakah itu di berita tivi, radio, dan koran ataupun berita yang sampai kepada kita dari mulut ke mulut, dimana telah terjadi kemacetan dibeberapa tempat. Kemacetan biasanya terjadi di jalan-jalan yang mengarah kepada kota atau kawasan tertentu.  Misalnya di Jawa[1] ialah jalan-jalan menuju ke kawasan “Puncak” yang dikenal dengan Perkampungan Villa. Banyak orang-orang Jakarta yang “melarikan diri” ke kawasan ini. Disinilah mereka melepas segala penat yang terasa, apakah itu penat badan ataupun penat fikiran.

liburan (1)Kalau di Sumatera Barat, Bukittinggi merupakan kota tujuan utama bagi orang-orang untuk melepaskan segala penat. Selain disebabkan oleh faktor wisata, penduduk di sekitar Kota Bukittinggi juga banyak yang pergi merantau ke luar kota. Sehingga pada hari libur semacam ini, mereka memutuskan untuk kembali ke kampung mereka.

Begitulah tuan, namun tidak semua orang benar-benar menikmati cuti bersama ini. Siapakah yang tidak mendapat jatah tersebut tuan? Kalau kami tak salah ialah para pegawai di bidang kesehatan seperti dokter dan suster. Hal ini karena penyakit tidak kenal dengan yang namanya “cuti bersama”. Seperti yang kita saksikan pada salah satu berita tadi malam, dimana pasien kecelakaan di jalan raya harus menderita karena mananti selama 1 jam sampai bantuan kesehatan dapat diberikan kepadanya.

Kemudian ada pula polisi, sama dengan dokter, polisi juga menangani penyakit yakni penyakit masyarakat. Tindak kejahatan tak kenal cuti bersama, justeru pada saat seperti inilah dimana orang-orang sedang ramai berkumpul pada satu tempat, para penjahat melancarkan aksinya. Apakah itu aksi kejahatan di tempat keramaian ataupun di tempat yang lengang seperti merampok rumah yang ditinggal oleh pemiliknya untuk berlibur.

Para petugas yang bekerja di bidang transportasi dan perhubungan juga tak dapat  cuti. Sebut saja para pegawai yang bertugas di bandara, apa jadinya jika mereka ikut cuti? Padahal orang sedang ramai-ramainya. Begitu juga dengan petugas di imigrasi, mereka akan sangat sibuk sekali pada saat ini. para sopir juga ikut sibuk, justeru pada saat inilah mereka dapat mendapatkan keuntungan yang besar.

Suasana pagi pada hari Senin tgl 24 desember 2012. Lokasi berada pada salah satu negeri di Luhak Tanah Data.Foto: Koleksi Pribadi

Suasana pagi pada hari Senin tgl 24 desember 2012. Lokasi berada pada salah satu negeri di Luhak Tanah Data.
Foto: Koleksi Pribadi

Namun yang paling membuat kami sedih ialah anak-anak sekolah yang masih tetap terpaksa masuk sekolah. Memang di beberapa kota dan kabupaten telah ada yang libur, namun bagi kabupaten dan kota lainnya belumlah demikian. Sekolah berjalan enam hari dalam sepekan, berbeda dengan kantor yang hanya lima hari. Oleh karena itulah mereka tak mengenal cuti bersama. Satu-satunya keberkahan bagi mereka ialah apabila almanak merah pada awal atau akhir pekan, dimana mereka mendapat jatah libur selama dua hari.

Sangat sedih sekali melihat anak-anak ini tetap berangkat sekolah padahal sebenarnya  mereka dapat saja menghabiskan hari dengan keluarga mereka. Namun hati kecil kami berkata “Mungkin saja bagi masyarakat kota yang hidup mereka telah dipenuhi oleh kesibukan, cuti bersama merupakan berkah. Namun bagi masyarakat di daerah, terutama di kampung-kampung, beberapa dari mereka bahkan tidak merasakannya. Bagi mereka sama saja, apakah itu cuti bersama ataupun tidak. Bagi anak-anak merekapun demikian, sebab jika tak sekolah mereka akan pergi ke sawah ataupun ladang untuk membantu orang tua mereka bekerja. Menyedihkan bagi mu, tapi tidak bagi mereka. Mereka menikmatinya, mereka menyukainya, hidup dari alam, jauh dari kesesakkan, dan berada dalam kelapangan. Berbeda dengan orang kota yang penuh sesak, letih dengan segala kegiatan yang dilakukan setiap hari, selalu berfikir mengutamakan (berorientasi) materi, dan melupakan bathin mereka..”

Ya.. tuan, mungkin begitulah adanya. Bagi para pegawai yang setiap hari disesaki oleh pekerjaan yang tak ada habisnya, cuti bersama ialah berkah. Tapi bagi orang-orang yang hidup dari alam, mereka sama sekali tak merasakannya. Satu-satunya kecemasan mereka ialah apabila alam tak lagi bersahabat dengan mereka sehingga mereka terjerembab ke dalam kesukaran. Hanya orang-orang yang berjiwa sederhanalah yang dapat merasakan hal tersebut.


[1] Bagi orang Minang, seluruh daerah Pulau Jawa mereka sebutkan dengan Jawa. Namun bagi penduduk di pulau tersebut sendiri memiliki pandangan lain. Jawa ialah Jawa Tengah dan Timur, begitulah kira-kira.

gambar: internet

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s