Lapangan Kantin

 

 

Para instruktur aerobik sedang beraksifoto: koleksi pribadi

Para instruktur aerobik sedang beraksi
foto: koleksi pribadi

Kegiatan olahraga pagi pada Ahad telah menjadi kebiasaan bagi sebagian besar masyarakat kota di negara kita. Kami tak begitu faham, bagaimana kebiasaan ini mula-mula dapat menyebar. Namun tampak-tampaknya tidak semua orang yang keluar di pagi hari tersebut berniat untuk berolahraga. Bermacam-macam maksud dan tujuan orang-orang, ada yang sebenar untuk berolahraga, ada yang untuk tebar pesona mencari pasangan, ada yang demi bersua dengan tambatan hati (berpacaran), ada yang sekedar berjalan-jalan perintang hati yang sedang rusuh, ada pula yang keluar untuk bermain dengan anak, isteri, dan keluarga lainnya, serta lain-lain sebab.

Beberapa anak remaja yang salah kostum. Berolah ragakah atau berpacaran?Foto: Koleksi Pribadi

Beberapa anak remaja yang salah kostum. Berolah ragakah atau berpacaran?
Foto: Koleksi Pribadi

Bukittinggi merupakan salah satu kota yang sedang berkembang, apalagi pada saat sekarang ini, kota kecil yang berada di Lembah Agam di Daratan Tinggi Minangkabau ini tengah mekar-mekarnya. Sudah lama menjadi kebiasaan bagi masyarakat di kota ini untuk keluar di pagi hari Ahad, berjalan, bersepeda, naik motor ataupun mobil ke Lapangan Kantin. Lapangan Kantin dapat kita sebut dengan medan nan bapanehnya (alun-alun) Kota Bukittinggi.

Lapangan ini secara resmi bernama Lapangan Kodim 0304 / Agam. Kenapa demikian? Sebab lapangan ini berada dalam lingkungan kodim tersebut. Kawasan ini hanya bagian muka saja dari komplek ini, sedangkan bagian belakangnya merupakan komplek kodim. Komplek kodim ini menempati bekas asrama pasukan KNIL masa Belanda.

Beberapa orang sedang berjalan dan berlari-lari kecil mengelilingi lapangan.Foto: Koleksi Pribadi

Beberapa orang sedang berjalan dan berlari-lari kecil mengelilingi lapangan.
Foto: Koleksi Pribadi

Tuan cobalah berjalan ke dalam komplek kodim ini (tentunya setelah mendapat izin), maka akan tuan temui berbagai macam bangunan tua peninggalan zaman Belanda. Ada yang masih dimanfaatkan dan ada pula yang tidak. Tidak usah tuan susah-susah menengok sampai ke dalam komplek kodim, tengok sajalah di luar tepatnya di sepanjang jalan dari arah Aur Kuning dan dari arah Jambu Air. Tuan amatilah baik-baik setiap bangunan yang berdiri di tepi jalan, akan tuan temui corak bangunan Belanda. Itulah bangunan lama peninggalan Belanda di Bukittinggi.

Basketboys..Foto: Koleksi Pribadi

Basketboys..
Foto: Koleksi Pribadi

Dilapangan inilah biasanya dipusatkan kegiatan yang melibatkan kegiatan orang banyak. Mulai dari upacara bendera dalam rangka memperingati hari besar dalam republik ini ataupun kegiatan-kegiatan lainnya. Seperti pada hari Ahad tanggal 23 Desember 2012 yang lalu, menjadi pusat dalam kegiatan pawai dalam rangka HUT kota. Lapangan Kantin ini juga menjadi tempat tetap untuk penyelenggaraan Pedati. Sebuah kegiatan yang sama maknanya dengan Pekan Raya Jakarta di Jakarta. Bahkan Shalat Ied-pun dipusatkan disini.

Disinilah setiap kegiatan pagi hari dipusatkan oleh masyarakat Bukittinggi, ada yang berjalan-jalan santai, berlari-lari kecil, main basket, senam sehat, dan lain sebagainya. Yang menarik ialah ada yang mengikuti pijat refleksi. Bagaimana pula itu tuan?

Jembatan refleksi hari ini.Foto: Koleksi Pribadi

Jembatan refleksi hari ini.
Foto: Koleksi Pribadi

Di awal tahun 2000-an, dilapangan ini dibuat orang jembatan untuk pijat refleksi. Tepatnya jembatan ini berada di sisi sebelah kiri jika dilihat dari arah Kantor Kodim atau sebelah kanan apabila tuan lihat dari arah jalan di muka kantor walikota lama. Ketika itu sangatlah terkenal sekali jembatan ini, ramai orang berdatangan, baik itu dari penduduk Bukittinggi dan sekitarnya hingga dari luar kota. Kata orang baik untuk kesehatan. Kalau kami tak salah, ketenarang jembatan ini sampai-sampai dimuat pada salah satu koran nasional.

Untuk menaiki jembatan ini tidak dikenakan biaya, bebas tanpa bayaran. Kecuali jika tuan hendak parkir dan menguji tekanan darah, baru dikenakan biaya. Panjang jembatan ini kira-kira 10 m (bisa kurang, bisa lebih tuan, sebab kami tak pandai betul dalam memperkirakan jarak) dan terdiri atas dua jalur. Sangatlah lucu sekali melihat ekspresi muka setiap orang yang berjalan di jembatan ini tuan. Ada yang meringis, ada yang tertatih-tatih, ada yang senyum-senyum, ada pula yang diam dan serius. Kalau berjalan, ada yang sangat lambat sekali, ada yang lambat, ada juga yang biasa saja, serta sesekali kami lihat yang berjalan agak sedikit cepat.

Itu dahulu tuan, lalu bagaimanakah keadaannya sekarang?

Seorang kakak hendak memangku adiknya.Foto: Koleksi Pribadi

Seorang kakak hendak memangku adiknya.
Foto: Koleksi Pribadi

Masih tetap ada tuan, masih dilalui orang berjalan hilir-mudik, namun tidak seramai dahulu dan tentu saja tidak sebersih dahulu. Dahulu jembatan ini bersih, sekarang sudah banyak yang ditumbuhi lumut dan dihinggapi oleh reruntuhan dedaunan. Tak dibersihkan orang, entah apa sebabnya.

Lapangan Kantin memang telah menjadi salah satu identitas dari Kota Bukittinggi. Pusat dari setiap kegiatan, acara, dan beberapa agenda kota. Mulai dari upacara bendera, kegiatan olah raga, pementasan seni, pekan budaya dan lain sebagainya. Yang kami gambarkan ini merupakan salah satu potret dari Lapangan Kantin. Pulanglah tuan..

Bagi tuan dan engku yang tidak berasal dari Agam, datanglah ke negeri kami, sejuk kata orang..

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s