Unfriend..

00023779Sensitif.. pernahkah engku bersua dengan orang dengan sifat ini? Kalau kata orang kampung kami “paraso” (perasa) atau “pa ibo ati”. Sifat demikian memanglah elok, karena tenggang rasa dari orang yang memiliki sifat demikian sangatlah tinggi. Namun hal ini berpulang kepada diri yang punya, sebab bagi orang yang arif, dia tahu bagaimana meletakkan sifat ini. Namun pada diri orang yang tidak arif, maka segala persoalan yang dijumpainya akan menjadi beban. Tak jarang orang semacam ini terjerumus ke dalam sifat prasangka buruk. Walau tidak semua orang yang berprasangka buruk itu perasa atau sensitif.

Begitulah agaknya yang sedang menimpa salah seorang kawan kami, orang yang sensitif. Terkadang iba hati kami melihatnya sebab hari-harinya selalu dirundung kedukaan. Setiap perlakuan yang diterimanya selalu mendatangkan kesedihan bagi dirinya. Akhirnya dia terjerumus ke dalam kedukaan yang mendalam, hal ini berpengaruh kepada pembawaan dirinya. Dan akhirnya orang-orangpun menjadi salah sangka kepada dirinya. Kalau sudah begini siapakah kiranya yang patut disalahkan engku?

Kamipun menjadi takut dibuatnya untuk bertanya, sebab salah ucap dapat berujung petaka. Kami hanya diam mengamati, menanti apa gerangan yang akan terjadi. Namun sungguh sangat tak kami sukai, karena orang-orang sekarang tak hendak mengerti, mengerti akan diri orang lain. Mereka hanya faham bagaimana supaya keinginan merekalah yang dijalani, ucapan mereka saja yang didengari, dan keputusan merekalah yang hendaknya dituruti.

Bagi kebanyakan orang sekarang, memahami dan mengerti akan diri orang lain adalah suatu kepandaian yang jarang didapati. Mereka tak mau tahu dengan orang lain, mereka tak hendak menuruti keinginan orang. Yang mereka tahu ialah orang harus turut dengan kemauan kita. Itulah orang sekarang, kurang sensitif, kurang raso..

Kembali kepada kawan kami tersebut, sekarang dia benar-benar terkucilkan (sebab tak ada seorangpun yang dapat dan mau mengerti akan dirinya). Tepatnya merasa dikucilkan. Memang beberapa orang, sejauh pemandangan kami, telah berubah sikapnya kepada kawan kami ini. Beberapa orang yang kurang bersabar dan kurang pandai memahami orang lain. Sungguh kasihan kawan kami ini, sebab tujuannya hendak menghindari musuh, namun musuh sendiri yang datang mendapati dirinya.

kawanKami coba mempelajari dirinya, namun susah juga, sebab tak ada petunjuk kecuali kejadian besar yang beberapa waktu yang lalu terjadi di lingkungan kami. Suatu kejadian yang membuat dirinya terkejut. Memanglah selama ini dia merasa aman, namun rasa aman itulah yang telah pergi. Dia kehilangan perlindungan dan pegangan sehingga membuat dirinya merasa setiap orang ialah ancaman. Termasuk diri kami, sekarang dia menjadi tertutup, tidak hanya kepada setiap orang, melainkan kepada kami juga.

Apalagi keadaan di tempat kami memang berada dalam keadaan terendah dimana emosi setiap orang dapat saja terpicu hanya karena perkara sepele. Kamipun harus berhati-hati dalam bersikap dan berbicara. Kawan dapat menjadi lawan, begitu juga sebaliknya. Ibaratkan keadaan politik, keadaan kami sedang tidak menentu karena terjadi peralihan kekuasaan. Sedangkan setiap orang mencari aman, mencari perlindungan, dan berusaha mendekat ke calon pemimpin baru. Suatu keadaan yang menyedihkan, karena betapa politik telah menunjukkan sifat asli dari orang-orang.

Namun ada juga yang bersikap tenang, berlainan dengan sikap kawan kami ini dan sikap yang lain. Sikap tenang inilah yang kami kagumi, namun hanya beberapa orang saja yang kami dapati memiliki sifat demikian. Kebanyakan orang-orang yang kami temui ialah orang yang bertindak berdasarkan insting (seketika). Tanpa adanya pertimbangan dari hati, apalagi akal fikiran yang ada pada mereka.

Begitulah engku, keadaan manusia zaman sekarang. Begitu berada di posisi terendah, maka mereka akan menunjukkan tabi’at asli mereka. Siapakah kawan? Siapa pulakah lawan?

Entah engku, agak sulit juga bagi kami membedakannya..

ilustrasi gambar: internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s