Memaknai sebuah filem

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Pahlawan biasa siapa saja bahkan seorang ayah yang meletakkan jaket di pundak anaknya agar dia bisa tenang.. (Batman The Dark Knight Rises)

 

Petikan kata tersebut kami dapati di menit-menit terkahir filem “Batman The Dark Knight Rises.” Sebenarnya kami tak begitu menyukai trilogi dari Batman ini karena telah keluar dari konsep aslinya. Yakni menampilkan suatu kehidupan imajinatif di suatu kota yang tak pernah ada secara fisik yang bernama Gotham. Dalam filem-filem Batman sebelumnya, settingan tempat atau penokohan masing-masiong karakter sangat kental nuansa komik. Sehingga filemnya terasa ringan dan cocok ditonton oleh seluruh lapisan umur.

Namun trilogi filem Batman pada dasarnya kaya akan makna. Seluruh rancangan filem baik itu percakapan (dialog) antara para tokoh maupun setiap kisah atau peristiwa. Bagi orang-orang yang hanya memandang dari segi hiburan (entertainer) saja maka mereka tak akan mendapat apa-apa selain kewahan, peperangan antara kejahatan melawan kebaikan, cinta, kebencian, peperangan, dan lain sebagainya.

Namun bagi seorang pecinta filem sejati akan dapat menyelami makna tersurat dari setiap rangkaian kisah yang berjalan dalam filem ini. seperti kutipan dari dialog di filem Batman ke-3 maupun kutipan yang kami berikan berikut ini:

Menjadi orang tersisih membuat ia dapat mengambil pilihan yang tak dapat diambil oleh orang lain

(Alfred, Batman Dark Knight)

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Coba kami tanya tuan, apakah gerangan makna dari kutipan ucapan dari Alfred di filem Batman yang ke-2 tersebut?

Kalau kita hanya memandang dari sudut pandang hiburannya saja maka takkan ada yang dapat kita bawa. Serupa dengan yang dikatakan oleh nabi kita bahwa “sesungguhnya sebagian besar orang yang berpuasa hanya mendapatkan haus dan lapar..” tahukah tuan makna dari ucapan nabi kita tersebut?

Begitu juga dengan filem-filem tuan, setiap filem yang berkualitas pastilah memiliki tujuan kenapa filem itu dibuat, apa yang hendak disampaikannya, dan apa saja pesan-pesan yang disampaikan oleh filem tersebut. Baik secara langsung yakni pesan yang dapat kita baca secara tersurat, atau secara tersirat. -pesan Nah.. pesan-pesan secara terseirat inilah yang agak susah menangkapnya karena membutuhkan kesabaran, pengalaman, kehati-hatian, pengetahuan, dan kearifan serta kebajikan yang ada pada diri kita untuk dapat menangkapnya.

Namun itu semua dapat dipelajari, butuh proses untuk dapat membaca yang tersirat, serta juga harus ada minat. Kalau tak ada minat, lebih suka menikmati hidup, tidak suka berfikir yang rumit, tidak memiliki kearifan dan kebijkan, serta lain sebagainya. Maka orang-orang semacam itu takkan mendapatkan apa-apa dari filem yang ditontonnya.

Jadi apabila ada muncul polemik mengenai suatu filem, orang ini dengan kekerdilan dan kekurangan tahuannya akan permasalahan yang dimasukinya akan memberikan pendapat yang dangkal. Orang semacam ini sangat mudah untuk dipengaruhi (dipropagandai), karena kekurangan tahuannya. Orang ini juga dapat dengan mudah menjadi fanatik akan sesuatu. Misalnya dalam hal filem, fanatik dengan sutradara tertentu, sehingga setiap filem-filem yang dihadilkannya dianggap baik.

Terkadang dalam menghadapi orang semacam ini kita sering kehilangan akal, sebab apapun jawaban yang diberikan takkan dapat membuat mereka mengerti dan faham. Mereka terlalu percaya dengan apa yang mereka lihat dan dengar sehingga susah untuk membuka mata hati mereka dalam melihat kebenaran sesungguhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s