Meagresi Kerajaan Sirutuih

Kerajaan Sirutuh*

Tampak beberapa mayat Sirutuh yang sudah mati.Foto: Koleksi Pribadi

Tampak beberapa mayat Sirutuh yang sudah mati.
Foto: Koleksi Pribadi

Apa yang tuan kerjakan pada hari Ahad? Apakah tuan termasuk dari beberapa orang yang berfalsafah bahwa hari Ahad adalah hari untuk bermalas-malasan? Ya.. tentu saja apalagi pada hari Ahad tersebut cuaca juga sedang mendung, tak bersahabat. Makin nikmatlah jika dibawa untuk tidur ataupun duduk-duduk segan nonton tivi sambil memamah makanan kecil.

Namun tidak demikian dengan yang kami alami tuan, hari ini kami mendapat misi dari ibunda kami tercinta untuk melakukan agresi yang harus dilakukan secara sistematis. Yakni melakukan penyerangan dengan serangan mematikan ke daerah-daerah yang telah dikuasai, diekploitasi, dan dirusak oleh Kerajaan Sirutuh. Serangan ini merupakan jawaban atas sikap diam yang kami tempuh selama ini. Ternyata binatang-binatang durjana ini beranggapan sikap diam pertanda lemah. Oleh karena itulah serangan pada hari ini dilakukan. Demi keamanan dan keselamatan rumah kami yang kasau dan kudo-kudonya terbuat dari kayu.

Alasan penyerangan yang kami lakukan terhadap Kerajaan Sirutuh ini ialah antara lain karena Kerajaan Sirutuh telah melakukan pendudukan semena-mena tanpa adanya izin dari keluarga kami terhadap kawasan yang mereka duduki, yang merupakan bagian dari wilayah kedaulatan keluarga kami. Kemudian melakukan ekploitasi terhadap berbagai jenis kayu-kayu yang ditempati, dan terakhir ialah melakukan parasitisme terhadap rumah kami. Akibat dari perbuatan Kerajaan Sirutuh ini kami merasa sangat dirugikan dan menganggap aksi bersenjata adalah jawaban atas kekejaman yang mereka lakukan. Tindakan diplomasi dinilai bukan bagian dari solusi karena tidak mungkin manusia dapat melakukan komunikasi dengan binatang (kecuali pada bintang-bintang tertentu, dan Kerajaan Sirutuh tidak masuk ke dalam pengecualian ini).

Sasaran utama dari Kerajaan ini ialah segala jenis kayu yang terdapat pada bangunan rumah ataupun wilayah sekitar rumah. Mereka hidup, berkembang biak, dan membina kerajaan mereka dari hasil melakukan parastisme terhadap berbagai jenis kayu-kayuan yang terdapat pada bangunan rumah kami. Kalau dibiarkan, alamat rumah kami akan rusak, atau mungkin yang terparah ialah roboh.

senjata utama kami. foto: Koleksi Pribadi

senjata utama kami.
foto: Koleksi Pribadi

Oleh karena itu tindakan yang kami tempuh pada hari ini dinilai sangat tepat. Persenjataan utama kami ialah minyak tanah dan penyemprot. Hanya dengan bersenjatakan penyemprot kami berhasil melakukan pembantaian secara besar-besaran. Membuat para Sirutuh tak berdaya. Kami tak tahu apakah terdapat korban betina dan anak-anak dalam penyerangan yang kami lakukan. Sebab sangat sulit sekali untuk melakukan pemeriksaan, identifikasi, dan lain sebagainya kepada para mayat sirutuh. Kami juga tak faham membedakan antara jantan dan betina.

Serangan yang kami lakukan tidak hanya kepada Kerajaan Sirutuh saja melainkan juga kepada Kerajaan Semut Hitam yang membinan kerajaan mereka berdekatan dan berada pada jalur yang sama dengan Kerajaan Sirutuh. Kami juga tak tahu entah berapa ribu Sirutuh yang kami bunuh, namun sekali lagi tuan hal ini perlu demi keamanan nasional. Jadi tuan tolong jangan salahkan dan adukan pula kami, tindakan ini semata-mata demi menjaga keamanan dalam rumah kami saja.

Setelah kami lakukan pemeriksaan ulang (evaluasi), misi kami nyatakan belum sepenuhnya berhasil. Melainkan hanya sekitar 90% saja, sebab masih terdapat beberapa ekor Sirutuh yang dapat bersembunyi pada liang-liang kecil dan tersembunyi yang terdapat pada beberapa kayu. Sangatlah susah untuk mencapai liang-liang kecil ini karena keterbatasan persenjataan yang kami miliki.

Untuk sementara misi disudahi dan kami menanti perintah selanjutnya dari Panglima Tertinggi yakni Ibunda kami.

Begitulah kisah kami pada hari Ahad nan mendung ini. Bagaimana dengan kisah tuan?

*Sirutuh atau Sirutuih (Bahasa Minangkabau) merupakan sejenis serangga pemakan kayu. Atau biasa juga disebut dengan rayap.

5 thoughts on “Meagresi Kerajaan Sirutuih

  1. saya menyukai cerita ini sutan.sama halnya dengan sutan ahad bagi kami bukan berleha-leha walau akhirnya terkapar juga sore harinya..demi keamanan nasional kami, kami juga melakukan hal yang sama minimal konsolidasi internal yang memakan waktu setengah hari lebih..ini kami lakukan juga untuk keamanan nasional…he…he.. gaya penulisan sutan sangat saya sukai..sepertinya saya akan menirunya bolehkah?tapi tolong bimbing saya sutan… :mrgree:

      1. wah..ambo penikmat sastra juo sutan..tapi maklum alun bisa manirunyo lai sutan.. dan maklum juo “mungkin butuh kursus untuk merangkai kata” baitu kecek jamrud:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s