Masuk Jebakan SEPILIS

Sumber Gambar: Internet

Sumber Gambar: Internet

Pagi ini kami dikejutkan oleh status salah seorang kawan yang membahas mengenai suatu kejadian di salah satu staisun televisi swasta pagi ini (Jum’at, 28 Juni 2013). Statusnya sangat memihak (menjudge) dan sangat terkesan sekali keawamannya dalam berfikir.

Memanglah kalau yang dilihat peristiwa tunggal yang terjadi pagi ini, dan berfikir secara awam. Maka Si Anak Muda Radikal Nan Keras Kepala itulah yang bersalah. Telah berbuat kurang ajar kepada Orang Tua di hadapan khalayak.

Akan tetapi jika engku dan encik merupakan orang terpelajar dan terdidik. Bukanlah jenis orang yang suka melihat apa yang tampak melainkan juga mencari tahu makna tersirat serta penyebab kenapa itu semua dapat terjadi. Maka, tentunya akan lain pendapat engku dan encik sekalian.

Engku dan encik sekalian, tidak ada peristiwa tunggal, muncul tiba-tiba tanpa ada sebab yang mendahuluinya. Pastilah ada penyebab sebelumnya, contohnya saja apabila engku dan encik sekalian Jatuh Cinta.

Kenapa hingga dapat hadir perasaan itu dalam hati sanubari engku dan encik sekalian?

Beragam penyebabnya, karena cinta pada pandangan pertama, karena kebaikan dan perhatian yang diperlihatkannya, karena kecantikan atau ketampanan rupanya, karena kepintaran dan kecerdikannya, karena kepandainya memahami engku dan encik sekalian, serta beragam sebab lainnya.

Begitu juga dengan peristiwa pagi ini, sangat panjang rangkaian penyebab kenapa Si Anak Muda Radikal tersebut hingga sampai berbuat kurang ajar kepada Orang Tua itu. Silahkan engku dan encik cari sebabnya, INGAT ENGKU DAN ENCIK SEKALIAN, MEDIA TIDAK PERNAH BERLAKU ADIL KEPADA KITA UMAT ISLAM.

Salah seorang kawan kami pernah berujar “Tidak semua orang yang berusia Tua memiliki watak, tabiat, ataupun sikap bijak dan arif sesuai dengan umurnya. Ada juga Orang Tua yang sudah uzur usianya namun tabi’at, watak, ataupun sikapnya serupa anak remaja kurang ajar tak tahu diuntung. Lisannya tidak terpelihara, segala ucapan yang dikeluarkannya tak menimbang rasa. Akibatnya, Hilanglah Rasa Segan dan Penghormatan kepada Orang Tua yang serupa itu. Dikurang ajari, dipandang rendah, dan lain sebagainya. Bahkan di antara Orang Tua serupa ini ada pula yang telah terididik, bergelar Doktor hingga Profesor. Kebanyakan mereka terlalu sombong untuk mengakui kebenaran pendapat orang lain. Ditambah dengan MEDIA SEKULER YANG SELALU MENYOKONG MEREKA.”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s