Mana suara Para Sepilis..?

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Beberapa hari sebelum masuk bulan puasa kali ini (2013), kita umat Islam kembali resah dan bertanya-tanya, kapan kiranya tanggal satu Ramadhan dimulai? Hari Selasa tanggal 9 Juli kah, atau esoknya hari Rabu?

Akhirnya terjadi jua, satu Ramadhan kembali bertikai jua. Muhammadiyah menyatakan bahwa umur puasa tahun ini ialah sama dengan tahun sebelumnya yakni 30 hari. Berarti Selasa 9 Juli tanggal satu Ramadhan telah jatuh. Sedangkan Pemerintah beserta sebagian besar syarekat (organisasi) Islam lainnya menyatakan esoknya.

Hal ini mendatangkan kekecewaan bagi sebagian besar umat Islam, sama dengan tahun-tahun sebelumnya, puasa kembali bertikai. Memanglah telah menjadi kebiasaan tampaknya bahwa apabila awal Ramadhan bertikai, maka alamat tanggal Satu Syawal atau Idul Fitri pasti bersamaan. Namun apabila sebaliknya yang terjadi yakni puasa bersamaan, maka Satu Syawal yang bertikai.

Banyak diantara umat Islam yang sudah penat, bosan, malu, dan rindu akan persatuan meresa kesal dengan perbedaan ini. Ada yang menyalahkan Muhammadiyah dengan kekeras kepalaannya yang tak hendak menurut dengan pemerintah. Namun ada pula yang menyalahkan pemerintah yang terkesan tidak adil sebab berfihak kepada salah satu syarekat (organisasi) Islam di negara ini.

“Menterinyakan berasal dari sana..” ujar beberapa orang.

Kita sama-sama tahu bagaimana sampai munculnya perbedaan ini, ialah karena digunakannya metode yang berbeda dalam menentukan awal dan akhir pada bulan Hijriyah. Apapun alasannya, sesungguhnya sama-sama berlandaskan dalil yang bermuara kepada Rasulullah, sudah biasa dikalangan ulama. Namun tidak dikalangan masyarakat awam.

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Yang membuat kami heran ialah, Kaum Munafiqun (SEPILIS/Liberal) yang selama ini menggadang-gadanggkan keberagaman (pluralisme) dan kebebasan (liberalisme) dalam beragama, terutama Kelompok Islam Liberal tampak tak bersuara. Mereka selalu bersuara apabila ada sekelompok orang-orang khilaf (kalau tak boleh kami sebut dengan pandir) yang melakukan atau berpenafsiran menyimpang dari Al Qur’an dan Sunnah.

“Bagian dari kebebasan beragama di republik ini..” ujar mereka berlagak bak orang paling intelek di republik ini.

Kata-kata kegemaran mereka ialah “Dalam pandangan kalian (umat Islam), mungkin mereka (para penghujat) yang sesat. Namun dalam pandangan mereka, kalianlah yang sesat..”

Kami hanya tertawa dan geleng-geleng kepala melihat hal ini. Tak sia-sia mereka dijuluki sebagai orang-orang Munafik, kaummnya Abdullah bin Ubay.[1] Sama sekali tak terdengar suara mereka dalam perkara ini (pertikaian awal dan akhir Ramdhan/Syawal). Tidak tampak idealisme mereka.

Bukankah yang terjadi saat ini merupakan bagian dari pluralisme tersebut. Perbedaan dalam pemahaman, perbedaan dalam metode, dan perbedaan dalam penafsiran merupakan sesuatu yang biasa dalam umat Islam. Telah berlangsung berabad-abad. Dan perbedaan (plural) serupa inilah yang hendaknya kita bina, atau kita toleransi. Bukan perbedaan dalam perkara-perkara pokok dalam agama kita. Serupa kenabian, kedudukan Bahasa Arab, dan lain sebagainya.

Kenapa kita sesama umat Islam tidak dapat saling menghormati dalam perkara ini..?

Sungguh ganjil, dengan orang-orang kafir mereka dapat hidup berdampingan mesra, saling menghormati dan menghargai. Namun dengan orang-orang Islam mereka bersikap bermusuhan. Hanya dengan orang-orang Islam yang tidak mencintai Syari’at saja mereka dapat berdampingan. Benarlah pendapat sebagian orang, bahwa Orang-orang Liberal bukanlah bagian dari Umat Islam. MEREKA TELAH KAFIR..


[1] Abdullah bin Ubay ialah salah seorang Yahudi Madinah. Dihadapan nabi dia menyatakan keislaman dan kesetiaannya. Namun di belakang nabi dia menebarkan kebencian dan menghasut orang-orang untuk menentang nabi. Orang bermuka dua, begitulah kira-kira..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s