Sufi&Nyanyian..

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Dahulu kami pernah mendengar kata darwish[1], kata tersebut sering pula ditautkan dengan sufi. Rupanya darwish berasal dari kata Persia (Iran sekarang) yang berarti murid dalam dunia Sufi atau Tasawuf. Gelar ini sering disematkan kepada murid-murid dalam ajaran sufi Tareqat Maulawiyah yang lahir di Persia.[2] Sedangkan kepada guru diberi gelar Fikir. Thareqat ini dinisbatkan kepada Maulana Jalaludin Rumi.[3]

Ciri utama dari Tahreqat ini ialah mengutamakan lagu atau nyayian dalam mengerjakan wirid atau suluknya. Mereka membaca dan menyanyikan nyanyian tasawuf yang dalam dan syahdu. Dimana syair-syairnya terutama diambil dari kitab Matsnawi yang dikarang oleh Syech Jalaludin Rumi sendiri.

Ciri lain dari para pengikut thareqat ini ialah murid-muridnya yang berpendidikan tinggi.

Hal ini sangat menarik, karena dahulu tatkala lagu-lagu bernuansa Islami sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Beberapa orang mencemooh dengan berkata “Dahulu kita sangatlah benci kepada orang Nasrani. Namun sekarang cara beribadah mereka malahan kita tiru pula..

Setidaknya hal ini dapat menjadi bantahan bagi kita. Sebab segala macam nyanyian yang banyak beredar sekarang sesungguhnya merupakan perkembangan dari nyanyian dimasa kemajuan peradaban Islam. Kita saja yang tidak mengetahui, mempelajari, dan menyadarinya.

Sufi, Musik, & Tarian

Sufi, Musik, & Tarian

Kamipun dahulu pernah menonton filem Sound of Music, ibunda kami memarahi kami karena menonton filem Orang Nasrani. Saat kami tanyakan “Kenapa bunda sampai berpandangan demikian..?”

Beliau menjawab “Engkau tengoklah dan dengarlah nyanyiannya, bukankah serupa itu orang-orang itu beribadah di rumah ibadah mereka..!”

Lama kemudian baru kami ketahui, bahwa jenis nyanyian yang dilagukan oleh orang-orang Nasrani di rumah ibadah mereka rupanya perkembangan pula dari jenis nyanyian orang-orang Islam di Andalusia dahulu. Jenis nyanyian ini biasa dilagukan oleh para biduwan di istana-istana sulthan di Andalusia.

Kita sering mencemooh dan terkadang tidak percaya diri tatkala menyadari bahwa begitu banyaknya kita meniru Perdaban Barat. Namun hal tersebut karena kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya orang Barat juga banyak meniru kepada Peradaban Islam. Hanya saja mereka tidak hendak mengakuinya.

Sumber: Hamka. Tasawuf: Perkembangan dan Pemurniannya. Pustaka Panjimas. Jakarta, 1983

Baca juga:

https://soeloehmelajoe.wordpress.com/2012/04/18/musik-keroncong/

http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/09/09/16/76842-safi-al-din-al-urmawi-musisi-gaek-dari-kekhalifahan-abbasiyah


[1] Biasa juga ditulis darwis, darwish

[2] Sebelum Dinasti Fahlevi berkuasa di Persia dimana Mazhab Syi’ah menjadi Mazhab resmi sehingga berakibat dilarangnya Mazhab lain dan ajaran Tasawuf, di Iran banyak tumbuh aliran tasauf. Salah satu aliran tasawuf atau thareqat yang terkenal sampai ke Indonesia ialah Thareqat Naqsabandiah. Thareqat lain yang juga sangat terkenal ialah Thareqat Maulawiyah.

[3] Jalaludin Rumi lahir di Persia namun besar di Turki atau Asia Kecil sehingga lekatlah nama Rumi pada belakang namanya. Rumi berarti Romawi dimana Kesultanan Turki Usmani berhasil menaklukan kota kebanggan orang-orang Romawi saat itu Konstantinopel yang diganti namanya dengan Islambul atau Istanbul.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s