Bersedekah..

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Salah satu kebiasaan baru kami pada bulan puasa ini ialah pergi Shalat Zuhur berjama’ah di Masjid Raya (Jami’) di kota tempat kami bekerja. Jaraknya cukup jauh dari kantor kami, namun karena berdua dengan kawan dengan menumpang onda[1] miliknya maka jarak bukanlah masalah.

Tak ada yang khas, namun tatkala kami berjalan ke luar masjid selepas menunaikan ibadah shalat berjama’ah. Di pintu masjid kami dapat seorang bapak-bapak yang sehari-hari berjualan dengan cara memangku keranjang dengan diberi tali ke pundaknya. Kami dapati beliau sedang memasukkan uang ke dalam kotak amal masjid, bersedekah.

Tersirap darah[2] kami, alangkah malunya kami. Si bapak yang rezkinya tiada tentu tiap harinya, berjalan-jalan ke liling pasar menjual barang dagangannya di panas berdengkang[3] ini. Masih sempat bersedakah untuk masjid. Sedangkan kami yang telah beberapa kali datang ke Masjid Raya ini, belumlah pernah menyisihkan sebagian uang untuk disedekahkan.

Terbit rasa malu, malu kepada diri sendiri dan malu kepada Allah Ta’ala. Akhirnya kami ambil pula uang di kantong celana kami, ikut pula kami bersedakah. Apakah ada rasa ikhlas di hati kami dalam bersedakah? Kami tak tahu. Karena si bapak itukah kami bersedekah? Entahlah..

Alllah Ta’ala di atas langit ketujuh sanalah yang Maha Tahu, kepadaNya kami serahkan semuanya..


[1] motor

[2] Kaget

[3] terik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s