Jejak Islam di Eropa

Masjid Raya Cordoba yang sekarang menajdi Kathedral lustrasi Gambar: Internet

Masjid Raya Cordoba yang sekarang menajdi Kathedral
lustrasi Gambar: Internet

Bulan Ramadhan ini kita disuguhi oleh berbagai  acara di televisi yang bertemakan Ramadhan. Dari sekian banyak acara televisi, hanya beberapa yang benar-benar berfaedah bagi kita umat muslim. Apakah itu berfaedah bagi pengetahuan kita tentang hukum (syari’at) agama kita maupun pengetahuan tentang sejarah dan peradaban yang telaha dilahirkan oleh Islam. Kita patut berbangga hati.

Ada sesuatu hal yang menarik hati kami tatkala menonton salah satu acara Ramadhan di televisi. Yakni suatu acara yang meninjau kehidupan umat Islam masa sekarang di beberapa negara yang Islam menjadi agama minoritas. Mereka mengkaji perihal kehidupan umat Islam serta sejarah penyebara Islam di negeri mereka tinggal.

Pada beberapa episode, mereka membahas mengenai kehidupan dan sejarah umat Islam di beberapa negara Eropa yakni negara-negara Balkan. Di sini Islam sangat minoritas, kedatangan agama kita di negara-negara ini tidak terlepas dari perenan Kesulthanan Turki Usmani[1]. Kekuasaan Turki pun berlangsung cukup lama pada beberapa negara, bahkan ada yang mencapai 500 tahun.

Ada satuhal yang menarik hati kami, yakni di Eropa, begitu Turki angkat kaki dari negara mereka. Maka mereka segera melakukan pengubahan fungsi pada beberapa masjid nan cantik dan elok serta kaya akan nilai seni tinggi (artistik) menjadi gereja atau katedral.

Berlainan dengan kita di Indonesia, dijajah oleh Belanda tidak selama dengan yang terjadi di Eropa. Ketika orang-orang Belanda angkat kaki dari negeri kita, tidak ada satupun gereja yang kita ubah menjadi masjid. Mereka tetap kita perkenankan untuk beragama dan menjalankan ibadah agama mereka.

Mungkin engku dan encik berkata bahwa orang-orang Turki sangat kejam ketika menguasai negeri mereka.

Kami tanya balik, sudahkah engku dan encik pelajari sejarah negara-negara ini dengan baik. Tanpa ada syak-wasangka serta mempergunakan sumber-sumber yang objektif dalam hal ini?

Apakah orang-orang Belanda tidak kejam juga kepada kita umat Islam di negeri ini dahulunya?

Tahukah engku dan encik mengenai perkara ini? Masihkah engku dan encik berburuk sangka kepada suadara sesama muslim, negeri, dan bangsa kita ini?

Kalaupun benar sejarah agama kita penuh dengan kekejaman, keburukan, dan berbagai hal-hal lain yang merendahkan yang ditujukan kepada agama kita. Hal tersebut tidaklah seburuk-buruk kelakuan orang kafir kepada kita.

Percayalah engku, dengan benar-benar mempelajari, akan kita temui kebenaran itu nantinya. Insya Allah, agama kita akan bangkit dan menjadi labih kuat. Insya Allah..

Sumber Gambar: http://dedipanigoro.blogspot.com/2008/10/katedral-masjid-cordoba.html


[1] Di Barat dikenal dengan nama Ottoman, dan sebagian besar umat Islam pada masa sekarang juga ikut-ikut latah menyebutnya dengan Ottoman. Barat sangat benci dan jijik sekali dengan Turki dan Ottoman, hal inilah salah satu penyebab Turki selama selalu dihalang-halangi untuk masuk Uni Eropa. Ottoman mereupakan perlambang kelemahan, kemunduran, kepengecutan, dan kekalahan bagi Eropa. Mereka dijajah, berada dalam ketakutan, dan ancaman dari Turki. Sebab Kesulthanan Turki merupakan negara yang kuat dan maju pada masa itu. Sedang Eropa sedang berada dalam kemunduran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s