Siloam, JTR, Evangelis

Tampaknya fihak pendukung Siloam tak hendak mundur dari keinginan mereka untuk membangun Komplek Elit di Kota Padang. Kabar-kabarnya, kekerasan hati untuk mengundang James T Riady dan membangun kompleks ini ialah karena pemimpin kota tersebut hendak meninggalkan legacy kepada kotanya. Serupa dengan wali kota beberapa daerah tingkat dua di Propinsi Sumatera Barat yang meninggalkan jabatan dengan pujian dan warisan yang dikenang oleh rakyatnya.

Salah seorang kawan kami bertanya “Kalau dia memang hendak dikenang, lalu kenapa baru sekarang terbit keinginan untuk meninggalkan warisan untuk kota itu? seharusnya warisan (legacy) tersebut sudah disiapkannya semenjak awal masa kepemimpinannya. Serupa dengan Wali Kota Sawah Lunto yang hendak dia tiru itu..??!!

Kamipun tersenyum dan dalam hati mengamini. Lagipula kalau memang niatnya hendak dikenang oleh orang-orang, bukankah niat tersebut merupakan suatu kesilapan. Sebab dalam hati telah tumbuh rasa riya, tiada lagi ikhlas dalam setiap amal perbuatannya.

Semenjak awal mendengar kata Siloam kami telah merasa penasaran, ada yang aneh dengan nama ini. Bukan nama Indonesia agaknya..?

Rupanya benar, setelah kami cari tahu kata Siloam merupakan nama Yunani dari kata Ibrani[1] Syiloah. Arti dari kata itu ialah “Yang Diutus” dan menjadi nama bagi sebuah kolam yang menjadi sumber air bagi seluruh Kota Yerusalem pada masa dahulnya. Orang Kristen dan Yahudi percaya bahwa kolam ini telah ada semenjak Masa David (Nabi Daud). Dalam sejarah Kristen disebutkan bahwa Isa (yang dalam kepercayaan mereka bernama Yesus ketika menunjukkan salah satu mukjizatnya yakni menyembukan orang buta) menyuruh orang yang hendak disembukannya untuk membasuh dirinya di Kolam Siloam. Hal ini dilakukannya setelah mengoles mata si buta tersebut dengan tanah yang telah diaduk dengan air liurnya.

James T Riady Gambar: Internet

James T Riady
Gambar: Internet

Rupanya karena inilah James T Riady memberikan nama Siloam kepada Rumah Sakit miliknya, sesuai dengan yang telah dikisahkan oleh Injil Kitab Suci Agamanya. James sendiri merupakan seorang Kristen Religius, salah satu usaha investasinya yakni di Manado Sulawesi Utara merupakan buah dari do’anya dimana menurut pengakuannya “Tuhan Menjamah Dirinya, Dalam jamahan itu, saya mendengar sapaan Tuhan yang berkata, pergi dan bangunlah Kota Manado di Sulawesi Utara!”.

Bahkan James juga mendirikan kelompok Persekutuan Do’a yang aktif tiap Jum’at pagi melakukan ritual do’a mereka. Dirinya yang religius juga diakui oleh salah seorang pengusaha Sulut yang menyaksikan sendiri bagaimana James pergi ke rumah-rumah penduduk di Sulut, tinggal di rumah mereka, dan berdo’a bersama mereka.

Sedangkan Evangelis merujuk kepada orang-orang Kristen Protestan yang religius dimana mereka mempercayai Yesus sebagai Mesias. Kata envangelis sendiri muncul sebagai pembeda bagi orang-orang liberal dalam agama Kristen Protestan. Kata Evangelis sendiri berasal dari Bahasa Yunani yang berarti “Kabar Baik”.

Setidaknya dari sedikit fakta dan data ini sudah menjadi gambaran bagi engku dan encik sekalian perihal siapa itu James T Riady, serta apa itu SILOAM, dan LIPPO. Jika engku dan encik ialah seorang SEPILIS[2] tentulah takkan menghiraukan penyampaian kami tersebut.

Namun sebaliknya bagi engku dan encik sekalian yang masih memiliki iman tentulah akan menjadi masalah. Akan menjadi pemikiran di kepala engku dan encik, “Minangkabau seperti apakah yang akan kita tinggalkan kepada anak-kamanakan kita nantinya?”

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Sebagai pertimbangan bagi engku dan encik sekalian, bahwa pada tahun 2011 yang lalu juga muncul peristiwa yang hampir serupa dengan yang terjadia di Padang. Kejadiannya ialah di Palembang, dimana banyak Umat Islam menolak kehadiran Rumah Sakit Siloam. Kami terkejut mengetahuinya sebab hal ini telah lama berlalu tahun 2011, sedangkan sekarang tahun 2013. Namun kami tidak begitu heran sebab kabar ini memang tidak pernah diangkat oleh media Nasional. Sebagian besar Media di Indonesia telah dikuasai oleh Kaum Sepilis..

Hendaknya kita orang Minangkabau bersatu-padu jualah kiranya. Apapun alasan, apapun usaha yang dilakukan oleh para pendukung pembangunan Rumah Sakit ini sebaiknya kita lawan dengan keras. Sebab tak ada guna melawan mereka dengan kelembutan, hati mereka telah terperdaya dan ditutupi oleh Syetan.

Mereka ialah golongan orang-orang yang belagak sok toleran, sok berjiwa besar, sok intelek (berpendidikan), dan lain sebagainya. Ada juga dari mereka yang mendapat keuntungan dengan dibangunnya Rumah Sakit ini. Investor selalu menggoda iman..

Rujukan:

http://risekhilafah.blogspot.com/2011/12/misionaris-dibalik-rs-siloam.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Evangelikalisme

http://id.wikipedia.org/wiki/James_Riady

https://id.wikipedia.org/wiki/Kolam_Siloam

http://www.sarapanpagi.org/kolam-siloam-vt3249.html

http://sulutpromo.com/en/umum/james-t-riady-tuhan-menyapa-saya,-pergi-dan-bangun-manado/


[1] Ibrani, atau Bahasa Ibrani merupakan nama bahasa yang dipakai oleh orang Yahudi sekarang. Bahasa ini dekat hubungannya dengan Bahasa Arab karena masih satu rumpun Bahasa Aramaik.

[2] Sekuleris, Pluralis, & Liberalis

Advertisements

9 thoughts on “Siloam, JTR, Evangelis

  1. jujur ya, saya mendukung Lippo Super Block ini. Kalau menurut saya, ini hanya bisnis dan sangat berguna untuk kemajuan industri kota Padang. Dan ini nggak hanya rumah sakit, mall dan sekolah yang katanya akan dipersilahkan orang minang ngasih nama untuk sekolah ini. Mereka investor asing cuman pemodal yang antara kita dan mereka hubungan simbiosis mutualisme.. saya tinggal di Tangerang bertahun2, Lippo Karawaci.. kawasan ini merupakan kawasan yang maju,…

    Kita orang Padang sering kesal, PLN matiin listrik berbulan-bulan… Nggak heran deh, karena industri di kota Padang dikit, coba kalau kita lebih terbuka.. saya yakin Padang bisa maju dan berkembang.. saya nggak percaya dengan kristenisasi dari Lippo ini, sahabat saya sekolah di Pelita Harapan… dia malah jauh lebih alim dari saya…

    1. Kemajuan suatu daerah tidaklah sama dengan kemajuan ekonomi coba engku baca tulisan ini https://soeloehmelajoe.wordpress.com/2011/06/07/surek-untuak-inyiak-gubernur/ dan juga soeloehmelajoe.wordpress.com/2012/02/25/surek-untuak-inyiak-gubernur-ii/ telah kami terangkan pada tulisan tersebut. Selama engku masih berpegang pada pendapat bahwa Materi ialah yang utama maka tiada guna kita bercakap.
      Banyak orang SEPILIS yang sering bertanya radikal perkara Agama, mereka bertanya Apa definisi ulama? Apa kegunaan Shalat itu sesungguhnya beserta ibadah lainnya? Hukum-hukum Islam itu bertujuan untuk apa? Itu ialah suatu produk hukum zaman purba! dan lain sebagainya.
      Disini kamipun hendak mengajukan pertanyaa serupa, dan tolong dijawab. Akan halnya dengan pembelaan engku dan beberapa orang kawan-kawan engku yang lain perihal perkara ini. Kami masih meragukannya, sama agaknya dengan kaum SEPILIS yang menjadikan kesaksian dari seorang korban kekerasan terhadap perempuan atas nama Islam maka kamipun meragukan kesaksian yang serupa dari fihak engku. Subjektifitas dari kesaksian tersebut masih sangat besar.
      Hubungan antara PLN & INvestor masih dapat kita perdebatkan, engku hanya beretorika. Kalaupun benar, apakah itu menjadi persoalan? Orang banyak yang kurang senang karena hidup kebanyakan orang sekarang bergantung kepada listrik. Lagipula, pemecahannya tidaklah harus dengan mendatangkan Investor ke Propinsi ini, masih ada jalan yang lain yang patut kita lalui dan fikirkan bersama.

      Satu hal lagi, jangan pernah menjadikan Minangkabau sama dengan daerah lain, kita berbeda dan peliharalah perbedaan tersebut. “Hanya keledai dungulah yang terperosok kepada lubang yang sama untuk kedua kalinya..’ belajarlah dari propinsi lain. Pertanyaan kami yang paling pentingpun belum dijawab “Mana daerah kaya yang penduduk PRIBUMINYA sejahtera”. jawapan yang kami butuhkan bukanlah satu penduduk pribumi yang sejahtera lalu engku pamer-pamerkan kepada kami. Itu bukanlah jawapan dari pertyanyaan kami.

      Sekali investor itu datang, maka mereka tidak akan pernah pergi. Belajarlah dari kasus Perusahaan Tambang Ombili yang telah ada semenjak masa Belanda dan juga Perusaan Semen di INdaruang. perbanyaklah membaca sejarah, bukan sejarah yang diajarkan pemerintah. Silahkan baca juga https://soeloehmelajoe.wordpress.com/2012/05/22/bahasa-indonesia/

  2. Mungkin kita memang tidak bisa berdebat kalau pola pikir engku terlalu terisolasi, namun saya hanya mencoba memaparkan opini-opini saya, yang engku mau terima atau tidak itu urusan engku ya. Dan satu lagi, saya cukup sebal dengan kalimat engku menyuruh saya membaca buku sejarah, dan jangan buku pemerintah. Saya orangnya objective, engku nggak perlu khawatir toh di entry yang sebelumnya tentang SUkarno dan Malaysia saya seide dengan engku dan disaat topik ini saya tidak seide, engku jangan sampai melabel kan orang lain yang tidak seide dengan engku dengan pemikiran engku. Terkesa engku itu orang yang sombong dan keras kepala untuk diajak berargumen.

    Saya nggak peduli apa itu label sepilis, sekular dll. Selama saya hidup, saya menilai sesuatu dengan akal sehat sesuai dengan pengalaman saya. Saya nggak tergantung dengan media tertentu yang biasanya mencuci otak pembacanya dan melabeli orang lain dengan sepilis, sekular dan sebagainya. Mungki engku perlu keluar dari zona nyaman engku, melanglang buana… melihat budaya dan dunia lain, hal ini bisa membuka pikiran kita yang tadinya hanya sekitar sumatera barat, menjadi global.

    Dan saya tidak mengerti kenapa engku bawa2 kekerasan terhadap perempuan dan sebagainya, jelas-jelas topik kita tentang Padang ibukota provinsi, tapi kurangnya fasilitas.

    Padang, ibukota provinsi yang kalau orang luar mendengar nama kota ini, identik dengan gempa, tsunami. Ini salah satu faktor, investor (baik orang minang yg sudah diperantauan) malas untuk menanamkan modal di kota ini, karena terlalu beresiko. Eh, ada investor LIPPO yang menghabiskan 1.3 triliun di kota ini, orang-orang seperti engku malah sibuk dengan kedaerahannya, terkesan engku ini Xenophobic. Anti dengan orang luar.

    Mungkin dunia kita berbeda engku, engku anak sejarah. Saya kuliah di bidang teknik, dimana mata pencarian saya membutuhkan kota yang maju industrinya seperti Jakarta, Bandung, Batam atau SIngapura dan Kuala Lumpur.

    Orang tua saya sudah mulai beruban, tentunya saya mau mengabdi berada dekat2 mereka. tapi apa… di kota ini saya nggak akan bisa berkarir dalam waktu lama. Karena kota ini minim fasilitas, engku.

    Namun, orang-orang seperti engku terlalu bangga dengan Padang yang minim industri at least mereka tidak menghabiskan uang untuk mal dsb. Engku salah, orang di Padang malah menghabiskan uang untuk shopping ke Singapore, Jakarta, KL… Banyak orang kaya Padang yang bershopping ria disana.

    Coba kita pikirkan secara jernih,-… 3000 tenaga kerja akan dibutuhkan dengan berdirinya LIPPO Superblock. 3000 itu bukan angka yang kecil engku. Coba engku bayangkan, jenis profesi seperti IT, Multimedia, developer, doctors, guru.. sampai SPG atau tukang parkir akan terbuka lapangan pekerjaan untuk mereka disini.

    Saya punya sepupu, dia baru lulus teknik komputer di Unand, Padang. Tentunya bidang IT, karir yang tepat untuk nya. Tapi apa???? Industri di kota Padang itu ketinggalan jauh, engku. Apa yang bisa dia banggakan dengan IP 3 koma, skill yang lumayan di kota ini????

    Mau gak mau dia harus merantau ke Jakarta kalau tidak ijazah dan skillnya tidak akan dipakai, atau banting setir jadi pegawai Bank atau sales marketing. Hanya ini yang kota Padang butuh dengan dunia industri yang melempem seperti ini.

    Orang Minang yang pintar-pintar banyak di perantauan engku, tapi mereka berat untuk balik ke kampung karena terbentur dengan karir, karena apa?? Balik ke Padang itu di hari tua ajalah… nggak ada industri, mau kerja apa kita disana..

    Saudara saya yang lain, dia anak kedokteran baru lulus 4 tahun yang lalu. Dia sekarang mengurus izin kepindahannya ke Tangerang. Dia wanita, belum pernah merantau keluar SUMBAR, tapi apa daya… dia cerita ke saya… sebagai dokter muda karirnya akan stagnan di kota ini. Karena nggak adanya rumah sakit internasional. Tentunya dia bahagia sekali ketika LIPPO berencana mendirikan RS bertaraf Internasional di kota Padang. Yang berarti dia punya harapan untuk kembali ke Padang, berkarir di kota Padang.. nggak jauh-jauh dari keluarga tercinta.

    Oh ya, Engku bilang.. mana provinsi di Indonesia ini yang perbedaan kaya dan miski antara pribumi dan non pribumi tipis. Saya mengerti maksud engku, saya juga sudah melanglang buana sampa ke kota Malang, Jogjakarta.. memang yang kaya-kaya itu kebanyakan kaum Tionghoa. Yang menurut saya mereka juga bangsa Indonesia.

    Tapi, tau kah engku.. sebagian besar orang Minang cukup kaya dimana pun dia berada. Sampai-sampai ada yang bilang, orang Minang itu Cinanya Indonesia. Sepupu saya yang lainnya, hidup di Papua, dia cerita ke saya.. orang Minang kaya-kaya disana. Lalu say pernah dengar cerita, di makasar orang Minang itu kaya2, beda dengan suku terbesar di Indonesia, yang banyak dari mereka lebih memilih kerja sebagai pembantu.

    Menurut pengamatan saya, bukan investor asing musuh kita. Orang minang punya watak Egaliter, sekarang saya jadi staff, beberapa tahun lagi saya akan jadi boss, punya perusahaan sendiri. Kalau engku takut dengan investor, maaf2 saja, engku sangat old school.

    Coba lihat Malaysia, Singapore….. negara mereka jadi maju, passport mereka lebih diakui dibanding Indonesia karena kepiawaian mereka dalam berelasi dengan pihak asing. Engku kira, di Malaysia nggak banyak investor asing.

    Engku, saya sudah masuk ke dunia bisnis ini. Dalam dunia ini, kita dan investor saling membutuhkan. Investor butuh ‘pasar’, kita butuh uang mereka juga kan, kita butuh lapangan pekerjaan.

    Dan dari sini kita bisa belajar, bersaing. Saya punya watak berkompetisi ketika saya mulai kuliah keluar dari Sumatera Barat, bersaing dengan beda-beda bangsa, ras akan membuat kita lebih maju, menambah wawasan kita. Nggak hanya menjadi seperti katak dalam tempurung.

    1. Mungkin inilah bahayanya bertukar fikiran lewat dunia maya, nada suara dan raut muka tak dapat dibaca. Tapi tak apa. Namun saya tak hendak menjadikan blog ini sama dengan blog lain yang menjadi sarana saling hujat. Jadi mohon maaf kalau beberapa komentar dalam blog ini dihapus.

      Sedari awal sudah saya jelaskan perbedaan dasar berfikir kita, juga sudah saya tautkan beberapa tulisan yang berhubungan. Selama materi yang menjadi takaran dan kepentingan pribadi yang menjadi sandaran maka tak ada guna kita berdiskusi. Kalaulah materi serupa uang, pekerjaan, dan jabatan yang dijadikan sandaran utama maka tunggu sajalah kehancuran bagi negeri ini.

      Orang lain serupa Cina, Jawa, Batak, dan lain sebagainya memanglah orang Indonesia juga. Disini tampaknya engkulah yang berada di zona nyaman agaknya. Hidup tidak seindah yang engku bayangkan, terlalu mengutamakan logika memanglah cara berfikir orang-orang berbasic Ilmu Teknik, orang kata teknokrat. Tengoklah sekarang, negara ini dikelola oleh para teknokrat..

      Segala pembangunan fisik, ekonomi, ataupun politik hendaknya menjadikan nilai-nilai budaya dan agama sebagai sandaran. Apakah sesuai dengan daerah tersebut atau tidak, jangan samakan dengan daerah lain. Itulah yang ada sekarang, dalam menilai segala sesuatu digunakan Perspektif Jakarta. Dan perilaku orang Minangkabau yang di rantau dalam memandang kampung asalnyalah yang paling buruk sebab merasa gadang kapalo, orang di kampung dianggap pandir. Maaf engku, memang tidaklah semua orang rantau serupa itu..

      Engku kata saya tak pernah mengalami apa yang dialami sebagian orang-orang muda yang baru lepas kuliah? Saya sudah berbalik dari sana engku, jurusan Ilmu-ilmu Sosial sangat sepi peminatnya bagi pemberi kerja mereka lebih suka jurusan serupa Teknik, Kedokteran, Hukum, ataupun Ekonomi.

      Saya berada di Zona Nyaman? Siapa bilang? Jawapan saya di atas telah membantahnya..
      Orang-orang seperti engkulah yang harus saya hadapi setiap hari, orang-orang Minangakabau ini yang secara geneologis Minangkabau namun tabi’at mereka Jakarta. Jika kita menegakkan adat maka akan dicaci atau bahkan diumpat. Sangatklah payah sekali untuk hidup sebagai orang Minang di Alam Minangkabau pada masa sekarang.

      Orang yang mengaku bijak berkata “Jangan menghambat perubahan, sebab kalau engku tak hendak mau berubah! Maka engkulah yang akan dilindih oleh perubahan itu..”

      Jawap kami “Perubahan apa dan serupa apa? Serta siapakah yang menentukan perubahan itu?!”

      Mereka tak dapat menjawab.

      Orang Minang memanglah banyak yang berjaya di rantau namun di kampung sendiri mereka lemah. Kekuatan orang Minangkabau hanya di rantau, ke luar dari kampung. Selama berada di kampung maka mereka akan tetap lemah jika berhadapan dengan orang lain. Kecuali dengan sesama orang Minang.

      Pada masa sekarang banyak orang Jawa yang merantau ke beberapa kampung di Minangkabau. Berjualan gorengan, bakso, pangsit, jamu, atau yang lain.

      Apa yang terjadi?

      Mereka berhasil dan berjaya, memiliki rumah, tanah, dan uang. Sedangkan orang kampung tetap seperti itu juga. Adalah watak khas penduduk asli dimanapun jua bahwa mereka akan selalu bersifat malas dan kalah apabila hidup bersaing. Di kampung mereka tak memiliki tenaga dan kemauan untuk berjuang dan bersaing. Itulah yang hendaknya harus kita perbaiki dahulu. Jangan serupa menyuruh kuda pergi berlari tanpa diberi minum, makan menang kuda awak itu.

      PLN menjadikan daerah ini anak tiri karena minim Industri?

      Kalau begitu kitalah yang harus mengubahnya, kita memiliki sumber daya namun tak termanfaatkan. hal ini karena kebanyakan orang awak gadang kepala dan hendak menang sendiri. Jangan sampai kita mengikuti standar yang dibuat orang lain, jangan hanya mengikuti tren, kitalah yang harus menjadi trensenternya.

      Saya punya kawan yang selalu meniru orang lain, jika orang main bola maka dia ikut main bola, jika orang main band diapun tak hendak mau kalah. Kata kami kepadanya “Itulah mental “indlander” mental orang terjajah. Makanya kita selalu kalah. jangan selalu mencenek tapi cobalah untuk berfikir merdeka dan menjadi diri sendiri..!”

      Saya hanya pandai berteori?! Engkupun begitu pula agaknya..

      Kita hendaknya saling mengisi, engku seorang teknokrat kami di bidang ilmu sosial. Pekerjaan kita hendaknya saling mengisi. Namun apabila kita tidak sejalan maka akan timpang ia. Seperti yang diajarkan agama kita, “Seimbanglah hendaknya dunia dan akhirat itu..”

      Saya baru saja mendengar salah seorang ekonom Indonesia yang diwawancarai oleh TV Bloomberg Indonesia (F.B-namanya) “Jangan menganggap INvestor itu malaikat. Mereka bergerak karena ada keuntungan…” Pernyataan tersebut karena menanggapi dibelinya beberapa persen saham Garuda oleh salah seorang pengusaha Indonesia yang sedang naik daun.

      Janganlah hendaknya kerana kebencian kita kepada salah seorang pengusaha Minang menyebabkan kita menjadi menggunakan Kacamata Kuda. Sekali investor itu menanamkan kukunya, Haram bagi mereka untuk beralih ataupun pergi. telah saya mintakan kepada engku untuk mempelajari Sejarah Pertambangan Ombilin. Hingga sekarang beberapa tanah yang dikuasai perusahaan tersebut di Sawahlunto masih diperkarakan oleh sebagian anak nagari.

      Apa salah kami-kami yang bukan pengusaha ini sehingga harus menerima kekesalan dari segelintir pengusaha lainnya. Sama agaknya dengan sikap setuju Bangsa Arab ketika Amerika dan sekutunya menyerang Irak. tengoklah sekarang, nyunyua negeri itu dibuatnya. Pertikaian antara pengusaha bukanlah urusan kami, jadi janganlah kami dibawa-bawa..

      Dalam tulisan ini telah saya paparkan sedikit siapa James T.Riadi, kenapa masih menutup mata hati engku akan hal tersebut?

      Sekali lagi saya harapkan kepada engku dan sesiapa saja yang membaca tulisan ini; janganlah melupakan dampak sosial, budaya, dan agama dalam setiap pembangunan yang dijalankan. karena akan anak-kamanakan dan binasa negeri kita dibuatnya. Jangan dikata bahwa tidak ada hubungannya. Tingkat pelacuran, perzinahan, perselingkuhan, dan lain sebagainya. Lagipula yang kami cemaskan Padang hanyalah pembuka jalan, karena yang menjadi sasaran ialah daerah pedalaman Minangkabau. Sekali lagi belajarlah dari sejarah, karena serupa itulah yang terjadi dahulunya. tempat pertama yang dikuasai Belanda untuk menguasai Minangkabau ialah Padang. tanah pertama yang ditaklukkan oleh tentara PUsat dalam memerangi kita yang PRRI ini ialah Tanah Padang. Tidak sampaikah pemikiran engku ke sana?

      Kami yang pandir ini tidak akan berbalik menyinggung, mencimeeh, ataupun menghina engku dengan disiplin ilmu engku. Kita menilai sesuai dengan pengetahuan yang ada. Kualitas diri kita dicerminkan dari apa yang kita keluarkan baik itu lisan maupun tindakan..

      Maafkan kami jika tak sependapat dengan Engku, kami hanyalah orang kampung yang pandir…

      1. Lucu sungguh lucu, orang orang asing aja yang memang dengan niat untuk bisnis aja malas berinvestasi ke padang, karna tanah sumatra barat itu rawan bencana karna ada lempengan samudra terbesar didunia, yang bergerak dari aceh hingga sisi sumatra bagian selatan mejalar sampai ke samudra fasifik bagian utara papua.

        Kenpa JTR ngotot banget untuk berinvestasi di padang ?? Karna tak lain, dia ingin membangun 1000 sekolah kristen didesa desa terpencil di INDONESIA dan itupun sudah berjalan, tinggal yang belum bagi daerah yang agamanya masih kental,, kalo ngomong bisnis, kenapa JTR itu tidak berinvestasi ke PekanBaru ??
        Soalnya kalau dilihat struktur tanah, PekanBaru termasuk daerah yang aman akan guncangan gempa dan tsunami…
        Cobalah kawan Renungkan, ada apa dibalik investasi yang nilainya triliyun itu ditanah yang katanya Rawan bencana itu, dan kita semua tau bahwa JTR itu missionaris internasional.
        Kristenisasi di minang itu udah berjalan, dan ALLAH SWT telah memperingatan kita dalam firmannya yang berbunyi ::
        “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. al-Baqarah [2]:120)
        dan pemerintah kota padang juga harus di pertanyakan juga kenapa bisa memberikan izin kepada lippo group untuk mendirikan bangunan yang bersifat komersial di kawasan khatib sulaiaman itu, bukankah di perda tahun 2012 kawasan khatib sulaiman itu dijadikan kawasan perkantoran untuk pemkot sumbar ?? Lantas kenap bisa pemerintah melanggar aturannya sendiri ?? Atau mungkin ada suap menyuap kali ia ? Di kalangan pemerintah dan pihak investor ?? Mudah mudah ini bisa membuat KPK datang ke sumbar..
        Aaammmmiiiinnn

  3. Saya brpendapat sebagai orang awam yg sdikit ilmu minim pengalaman.,
    kemajuan suatu daerah tidak lah menjadi kemajuan penduduk pribumi tsb.,kemajuan trsebut hanya akan brpengaruh positif bagi segelintir orang yg punya spirit kompetitif(dalam hal ini punya modal).
    Kemajuan ekonmi modern hanya akan menimbulkan kemunduran sosial budaya dan agama.,tidak kah kita melihat pada kota besar d indonesia..?
    Bagaimana tatanan sosial masyarakat ny.,akibat tinggi ny ketimpangan sosial membuat masyarakat lebih menutup diri(tidak bagi anda punya kelebihan jiwa sosial tinggi.
    Kita jangan hanya melihat kemajuan suatu daerah dari icon2 kota tsb.,

  4. saya 6 tahun bekerja di lippo karawaci tangerang. memang sangat benar bahwasanya JTR itu misionaris internasional.
    jangan sampai tanah padang ada kristenisasi.
    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s