Mencoba Berfikir Radikal

Sosialis ialah ideologi yang lantang "membela kepentingan rakyat kecil". Apakah PKL bukan termasuk dari defenisi "rakyat Kecil"?

Sosialis ialah ideologi yang lantang “membela kepentingan rakyat kecil”.Apakah PKL bukan termasuk dari defenisi “rakyat Kecil”?
Gambar: Internet

Kami hanya tersenyum simpul tatkala melihat kepandiran media di republik ini, disangkanya awak semua sama pandirnya dengan mereka?

Beberapa hari semenjak akhir bulan Juli hingga permulaan bulan Agustus, media di republik ini sangatlah ramai mengabarkan perihal kebijakan baru dari pemerintahan Kota Jakarta yang diperintahi oleh dua orang yang dianggap revolusioner dan visioner. Kami tak pula yakin apakah semua orang di republik ini akan faham dengan kedua kata tersebut.

Kebijakan mereka ialah memindahkan para Pedagang Kaki Lima pada salah satu kawasan di Pasar Tanah Abang. Dianggap para pedagang ini merupakan penyebab utama dari kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut. Memanglah demikian adanya dan kami tak pula hendak memungkiri.

Media yang semenjak awal sangat setia kepada kedua pemimpin Jakarta ini mengiringi kebijakan tersebut dengan memperlihat betapa kacau-balau (semeraut)-nya kawasan tersebut dan betapa gawatnya kemacetan yang diakibatkannya. Sungguh suatu permasalahan yang patut disegerakan pemecahannya.

Beberapa orang pedagang tentulah ditanyai juga oleh juru berita (wartawan), namun tentulah tidak seperti yang kita bayangkan. Cukup ditanyai kenapa mereka berdagang di sana dan dari mana asal mereka, serta pertanyaan-pertanyaan lain yang tidak begitu LEBAY mengiba-ngiba, sebab suara masyarakat harus dibangun menuju penyokongan terhadap kebijakan baru dari Pemerintah Kota Jakarta.

Kemudian hasilnya ialah, penertiban berjalan, beberapa kalangan masyarakat dikabarkan mendukung bahkan siap untuk terjun memberikan aksi nyata di lapangan “Kami siap menghadapi preman Tanah Abang..!” kata mereka.

Memang benarlah demikian, dibalik PKL pastilah ada penyokong yang mengambil manfaat dari kelemahan mereka. Memberikan jaminan keamanan bahwa usaha perniagaan mereka takkan diganggu oleh pegawai pemerintah yang melakukan razia..

Hasilnya, Kawasan Pasar Tanah Abang akhirnya bersih dari PKL, lebih rapi, dan yang utama ialah tidak macet. Kami hanya tertawa heran melihatnya, kenapa engku dan encik sekalian..?

Bagi masyarakat awam, mereka tak dapat membedakan antara Sosialis dan Komunis. Hal ini karena Komunis sering "membonceng" kepada ideologi ini. Kecuali apabila Komunis telah merasa mapan.

Bagi masyarakat awam, mereka tak dapat membedakan antara Sosialis dan Komunis. Hal ini karena Komunis sering “membonceng” kepada ideologi ini. Kecuali apabila Komunis telah merasa mapan.
Gambar: Internet

Biasanya dalam menghadapi kebijakan pemerintah, sebaik apapun itu, pastilah ada beberapa kalangan yang mengkritisi kalaupun tak boleh kami katakan oposisi. Akan banyak pendapat mereka beredar diberbagai media, terutama sekali di media internet, apakah itu di website, blog, hingga fesbuk, dan twiter. Namun untuk kali ini, sunyi-senyap..

Biasanya para sosialis akan bergerak dengan artikel mereka yang penih dialektika, karena memang itulah kepandaian yang selalu mereka agung-agungkan, berfikir radikal. Selalu memihak kepada Rakyat Kecil, humanis, egaliter, dan lain sebagainya.

Akan panjang ulasan mereka perihal jumlah mulut yang harus diberi makan oleh para pedagang, betapa susahnya hidup mereka di perantauan, mengenai nasib mereka bak anai-anai yang selalu terbang kesana-kemari ditiup angin, mengenai keadaan kehidupan rumah tangga mereka yang memprihatinkan (disorot oleh kamera, diperlihatkan lingkungan kumuh tempat tinggal mereka-walau tidak semua tinggal di lingkungan kumuh-diperlihatkan muka-muka merana karena kejamnya kehidupan, dan lain sebagianya).

Dijelaskan betapa Kebijakan Pemerintah tidak berfihak kepada rakyat kecil, selalu memberikan janji, namun kemudian melupakan selepas kemauannya diikuti. Betapa pemerintah korup dan selalu berfihak kepada para pemilik modal. Memikirkan keuntungan sendiri dan menomor sekiankan kepentingan rakyat yang dipimpinnya. Kalaupun ada kebaikan hanyalah untuk pencitraan, untuk pengambil hati, tiada ikhlas dari sanubari.

Mendobrak kemapanan. Selepad di dobrak, mereka pula yang menjadi mapan...

Mendobrak kemapanan. Selepad di dobrak, mereka pula yang menjadi mapan…
Gambar: Internet

Begitulah kira-kira engku dan encik sekalian..

Namun untuk kali ini tiadalah demikian, tersenyum kami dalam hati. Betapa kalau seandainya kedua orang itu dari Partai Islam, pastilah mereka telah habis diserang oleh berbagai media. Namun karena mereka dari partai sekuler dan salah seorang dari mereka telah menunjukkan kebencian mereka kepada Syari’at Islam, maka media memberikan tempat.

Tujuannya jelas, guna menunjukkan kalau pengelolaan pemerintah diserahkan kepada Kaum Sepilis, maka semuanya akan baik, akan beres. Namun apabila yang memerintah ialah orang-orang dari Partai Islam maka akan banyak saja salahnya, yang kecil akan diperbesar..

Demikian engku dan encik semoga menjadi bahan pemikiran bagi kita bersama..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s