Musuh dari Ketidak Tahuan

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Beberapa masa yang lalu kami bercakap dengan salah seorang kawan se kantor. Isi percakapan kami ialah perihal mantan induk semang kami yang sangat tidak baik perhubungannya dengan kawan kami ini. Perihal pekerjaan (kegiatan) yang dipimpinnya serta perkembangannya, menjadi bahan pergunjingan bagi kawan kami ini. Yang tampak ialah celanya saja, benarlah kata orang bijak “apabila hendak mengetahui keburukan seseorang, maka tanyakanlah kepada lawannya. Namun pabila hendak mengetahui perihal kebaikannya maka tanyailah kawannya..

Memanglah induk semang kami seorang yang keras hati dan kurang bertimbang rasa dalam bersikap kepada orang lain. Namun bukan berarti segala yang ada padanya ialah buruk, melainkan ada jua sisi baik dari dirinya.

Akan halnya dengan kawan kami ini, memiliki watak yang hampir sama dengan mantan induk semang kami ini. Yakni sama-sama keras hati dan kurang bertimbang rasa, merasa dirinya paling pintar dan benar. Tak hendak mendengarkan pendapat orang lain dan menganggap pendapat diri sendirilah yang benar.

Percakapan kamipun beralih ke berbagai perkara, satu yang membuat kami terkejut sekaligus menarik minat kami. Yaitu perihal “Orang Malaysia” yang rupanya sangat tak disukainya. Tampak pada pendapat yang dikemukakannya betapa penuh akan hasad dan prasangka. Fitnah dari Media Sekuler telah benar-benar merasuk ke dalam hatinya. Kami hanya dapat berucap na’uzubillah di dalam hati.

Memanglah selama memimpin, mantan induk semang kami sangat menaruh hati kepada Malaysia. Beliau sering mengundang beberapa orang dari Malaysia bahkan pergi ke salah satu negara bagian di sana untuk melakukan konsultasi dan studi banding. Memanglah selama menjabat beliau sedang dalam suatu kegiatan yang bertujuan mengangkat nama kota tempat kami bekerja. Namun Allah berkehendak lain, beliau akhirnya dicampakkan, begitu juga kami..

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Kita kembali kepada kawan kami ini, kami tak hendak melawan dia sebab tak ada guna. Selain karena wataknya yang memang menganggap pendapatnya sendiri yang benar, kawan kami ini juga tampaknya telah dikuasai oleh hasad dan dengki. Salah satu dari sekian banyak dari korban fitnahan dari media sekuler.

Kami hanya berharap dan berdo’a, semoga orang-orang serupa dia tidaklah banyak. Adu domba antara sesama umat Islam sangat mudah sekali sekarang. Apalagi kebanyakan orang Islam pada masa sekarang ialah bodoh dan pandir. Tak kenal dengan agama dan tak kenal dengan bangsa..

Sesungguhnya hanya kepada Allahlah sebaik-baik tempat mencari perlindungan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s