Serupa Mainan Bayi

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Pendapat dari kebanyakan orang adalah seperti mainan bayi.. (Heraclitus_540-480 SM dalam Jostein Gaarder.Dunia Sophie.Mizan. Bandung, (Cetakan Ke-2 Nov)2010. Hal.75)

Kami tersenyum tatkala membaca kalimat tersebut di atas, sudah lama terasa dan syukur kami mendapat dalil yang bisa kami gunakan dalam menyokong pendapat kami. Pendapat tersebut tentulah terasa sangat merendahkan harkat dan martabat kemanusiaan. Mungkin engku dan encik sekalian akan geram mendengarnya. Namun usahlah berburuk sangka dahulu, pendapat siapakah yang serupa mainan bayi itu kiranya?

Adalah para ilmuwan sendiri yang membedakan jenis cara berfikir orang-orang, ada yang mereka sebut dengan awam atau commonsense, ada pula yang mereka namakan dengan ilmiah atau saintific, dan ada pula yang mereka namakan dengan filosofis. Pendapat banyak orang yang serupa mainan bayi itulah yang mereka namakan dengan pendapat kaum awam atau commonsense. Kenapa duhai engku dan encik sekalian?

Sebelum itu eloklah kiranya pabila ditanya dahulu, apa itu awam?

Awam ialah orang kebanyakan, pendapat awam ialah pendapat orang kebanyakan. Orang kebanyakan ialah orang biasa, orang yang biasa-biasa saja hidupnya. Tak hendak banyak berfikir, tak hendak banyak bertanya, tak hendak banyak susah. Mereka hanya tahu menikmati saja, mendapati saja, tak hendak bertanya dari mana asalnya, apa yang sedang berlaku, dan kemanakah muaranya? Tak.. mereka tak hendak bertanya soal menyusahkan serupa itu. Mereka telah menganggap segala sesuatu itu ialah sebagaimana mestinya, lazim, wajar, dan tak usah ditanya lagi. Jalani saja dan jangan banyak cakap.

Mereka tak hendak mencari tahu kenapa seseorang dituduh teroris misalnya. Kenapa tuduhan sampai lahir? apa buktinya? benarkah demikian? Mereka juga tak hendak membandingkan kabar yang mereka terima, menelan bulat-bulat tanpa bertanya. Apabila diberi racun, langsung dimakan, mampus tak dapat mendakwa si pemberi racun. Apa pasal, nyawa telah tiada, mana dapat badan yang fana mendakwa perkara.

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Padahal  mereka mengetahui hakikat sebenarnya. Namun hanya karena mengikut suara orang banyak, tak hendak dianggap aneh, akhirnya mereka melazimkan segala perkara “Mengikut zaman..” kata mereka “Tak ada yang dapat menentang perubahan..” lanjut mereka lagi.

“Benarkah..?” pernahkah mereka bertanya “Siapa yang menyebabkan perubahan ini berlaku? Apa tujuannya? Dan kenapa demikian?”

Orang-orang serupa itulah yang serupa mainan bayi, mereka ialah korban dari fitnah. Pendapat mereka hanya berdasarkan apa yang tampak, apa yang diperlihatkan kepada mereka. Tak pernah mereka bertanya “Benarkah demikian adanya..?” Pendapat mereka juga mudah dibentuk, cukup dipancing (provokasi) dengan gambar atau pernyataan tertentu.

Umat manusia dihadapkan kepada sejumlah pertanyaan sulit yang tidak dapat kita temukan jawapannya yang memuaskan. Maka muncul dua kemungkinan; kita dapat memperdaya diri kita sendiri dan seluruh dunia dengan berpura-pura bahwa kita mengetahui segala hal yang harus diketahui atau kita dapat menutup mata terhadap masalah-masalah penting dan tinggal diam. Dalam hal ini manusia terbagi dua;  secara umum mereka merasa sangat yakin atau sama sekali tidak peduli. (Jostein Gaarder.Dunia Sophie.Mizan. Bandung, (Cetakan Ke-2 Nov)2010. Hal.123)

Maaf engku dan encik sekalian apabila kami terlalu keras..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s