Filem Tenggelamnya Kapal Van der Wijk

Sunil Soraya Sutradara dari Filem Van der Wijk Foto: Internet

Sunil Soraya
Sutradara dari Filem Van der Wijk
Foto: Internet

Akhir-akhir ini orang Minangkabau di buat kesal dengan salah satu filem yang diambil dari novelnya Buya Hamka. Buya Hamka adalah sosok ulama yang sangat disegani dan dihormati di Minangkabau. Beliau telah menjadi kebanggaan bagi sekalian orang Minangkabau ini. Terlepas dari pendirian beliau mengenai adat dan agama, namun semua orang baik itu Penyokong Adat maupun Agama menjadikan beliau sebagai sosok panutan.[1]

Roman-roman (Novel) yang dibuat oleh Abuya (Hamka) ialah roman-roman religius yang sarat akan nilai dan pesan Agama Islam. Menggambarkan keadaan zaman ketika roman itu ditulis oleh Abuya. Pandangan beliau serta pendapat beliau perihal Adat dan Agama di Minangkabau. Walau dinilai beliau bertentangan dengan Islam, namun Adat Minangkabau sangat rapat menjaga pergaulan (etika) antara lelaki dan perempuan.

Beberapa cuplikan gambar dalam filem Tenggelamnya Kapal Van der Wijk Foto: INternet

Beberapa cuplikan gambar dalam filem Tenggelamnya Kapal Van der Wijk
Foto: INternet

Salah satu roman hasil karya beliau yang pernah jua difilemkan ialah “Di Bawah Lindungan Ka’bah” yang menuai banyak kekecewaan dari orang-orang Minangkabau yang mengerti dan faham mengenai karya-karya Abuya, nilai-nilai tradisional Minangkabau, serta keadaan zaman ketika itu. Kekesalan yang terasa ialah pada pemilihan tokoh yang dianggap tak mewakili dari karakter sesungguhnya dari roman Abuya. Walau tidak separah dengan filem yang sekarang dan tidak menuai protes yang sebesar filem yang sekarang.

Roman Tenggelamnya Kapal Van der Wijk dinilai sebagai karya terbesar beliau dari sisi roman. Digemari banyak orang dan telah dicetak berulang kali. Kisah yang begitu menyentuh telah berhasil menghanyutkan setiap orang yang membacanya. “Betapa menyedihkan kisah cinta yang ditulis oleh Abuya kita ini..”

Gambar Poster Filem Tenggelamnya Kapal Van der Wijik yang bertolak belakang dengan semangat religius dari novel Buya Hamka. Foto: http://movie.loveindonesia.com/en/review/detail/236/akhirnya-film-tenggelamnya-kapal-van-der-wijck-rilis-poster-resmi

Gambar Poster Filem Tenggelamnya Kapal Van der Wijik yang bertolak belakang dengan semangat religius dari novel Buya Hamka.
Foto: http://movie.loveindonesia.com/en/review/detail/236/akhirnya-film-tenggelamnya-kapal-van-der-wijck-rilis-poster-resmi

Namun tatkala melihat poster filem beliau serta cuplikan beberapa gambar dalam adegan filem tersebut. Kesal dan marahlah sekalian orang Minangkabau, ada yang mengatakan bahwa “Filem ini merupakan Pemerkosaan terhadap Karya Buya Hamka..”

Tidak berlebihan memang, karena Abuya yang seorang ulama yang gigih memerjuangkan Syari’at Islam justeru karya beliau divisualisasikan serupa dengan roman picisan yang mengumbar syahwat. Tokoh perempuan utama yang memakai pakaian yang tak menutupi aurat, rapatnya pergaulan dengan lelaki (walau itu suaminya)[2]. Poster dari filem tersebut yang menjadi sumber kekisruhanpun menggambarkan keglamoran. Hayati dan Zainudin beridiri berdempetan, dimana Hayati memakai baju tak berlengan. Sungguh suatu Fitnah kepada Kebudayaan Kami Orang Minangkabau.

Disaat serupa ini masih ada sebagian orang Minangkabau yang berkata “Saya tak melihat keanehan apa-apa pada gambar ini! Kenapa dipermasalahkan?”

Sifat akrab sepasang suami isteri serupa ini memanglah wajar. Namun dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau yang bersendikan kepada Syara' (Hukum Islam) Foto: Internet

Sifat akrab sepasang suami isteri serupa ini memanglah wajar. Namun dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau yang bersendikan kepada Syara’ (Hukum Islam) hal seperti ini tak patut untuk di pertontokan kepada khalayak. Ini termasuk wilayah pribadi tang TABU untuk diperlihatkan. Berlawanan dengan etika moral orang Minangkabau.
Foto: Internet

Sungguh telah jauh beralih watak dan karakter orang Minangkabau ini. Telah jauh mereka dari adat dan agama, begitu bangga dengan tingkat pendidikan mereka, dan lebih senang dengan label “LIBERAL” yang mereka sandangkan kepada Aliran Pemikiran mereka.

“Tanda orang Terdidik, Tercerahkan..” kata  mereka.

Beberapa adegan dalam hubungan suami isteri semestinya tak patut untuk dishoot. Hendaknya nilai religius dari novel serta penulisnya dipelihara, dipertahankan, dan dijaga. Foto: Internet

Beberapa adegan dalam hubungan suami isteri semestinya tak patut untuk dishoot. Hendaknya nilai religius dari novel serta penulisnya dipelihara, dipertahankan, dan dijaga.
Foto: Internet

Telah ada sebelumnya filem-filem yang melecehkan adat dan agama di Minangkabau dan tampaknya akan terus bertambah. Seiring dengan skenario mengkafirkan orang Minangkabau atau paling tidak menjauhkan mereka dari Adat dan Agama. Kekuatan mereka semakin hari semakin bertambah, sedangkan dilain fihak Umat Islam di Minangkabau dikebiri.

Semoga menjadi bahan pemikiran bagi kita sekalian orang Minangkabau ini hendaknya..

 

Sumber Foto: http://indosinema.com/2013/06/foto-adegan-tenggelamnya-kapal-van-der-wijck/


[1] Terlepas apakah ia seorang Penyokong Adat atau Agama, semua orang Minangkabau (yang kuat pengetahuan adatnya) sesungguhnya ialah seorang Islamis. Penyokong Negara Islam dimana Abuya (Hamka) dengan segala kepedihan bersama Buya Natsir memperjuangkan Islam senagai Dasar Negara bagi Republik ini.

[2] Visualisasi mengenai rapatnya hubungan suami-isteri dalam pandangan nilai-nilai Islam dan Adat Minangkabau sangatlah terpantang. Pada masa dahulu sangat terpantang sepasang suami-isteri berjalan berdua keluar rumah. Apabila mereka bersua di tengah jalan atau di pakan, maka keduanya akan mengambil jalan berhindar agar jangan sampai bersua. Engku dan encik tentu menilai aneh dan janggal, namun tidak bagi masyarakat zaman dahulu. Mengutip pernyataan para SEPILIS “Bagi engku kami yang aneh dan janggal – namun bagi kami engku dan enciklah yang aneh dan janggal..”

 

 

2 thoughts on “Filem Tenggelamnya Kapal Van der Wijk

  1. ORANG MIANGKABAU SAAT INI “babadan lai bakapalo indak” n kita sdh jadi wayang yg dipermainkan oleh DALANG2……………….. mana itu elite mNgkabau???? kok diam??? panakuik!!!

  2. Astafirullah.. Bpk Sunil Soraya
    saya berpesan kepada anda:

    anda membuat sebuah karya seni film dari novel dengan mengesampingkan pesan-pesan yang terkandung di dalam novel itu sendiri..
    Baik dari saya yg org minang maupun pembaca novel yang non-minang pun pasti protes dengan adegan-adegan yang di tampilkan di film anda

    Saya tidak tahu anda islam atau bukan.. jika anda org islam seharusnya anda sudah memahami kesalahan fatal yang anda lakukan dan melakukan tindakan yang positif.
    Jika anda non-islam sebaiknya jangan coba-coba mem-filmkan novel islami, trik anda tidak akan berpengaruh kepada kami karena 80% ummat islam di minang kabau paham apa itu seni.

    kami di pagari hakikat & syariat islam sejak kecil di surau, dididik dengan budaya yang kaya akan seni baik itu seni pentas, puisi, maupun seni musik..

    Rasullullah pernah bersabda tentang org seperti anda:
    Para sahabat r.a. bertanya: ”Apakah ketika itu umat Islam telah lemah dan musuh sangat kuat?”
    Sabda Baginda SAW: “Bahkan masa itu mereka lebih ramai tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka adalah ibarat buih di laut.”

    Sahabat bertanya lagi: “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?”

    Jawab Rasulullah SAW, “Kerana dua penyakit, yaitu mereka ditimpa penyakit al-Wahn.“

    Sahabat bertanya lagi,: “Apakah itu al-Wahn?”

    Rasulullah SAW bersabda, “Cintakan dunia dan takut akan kematian.”

    Silahkan nilai diri anda saat ini apakah anda termasuk:
    1. Musuh Islam
    2. Orang Islam yang kena penyakit al-Wahn

    Jika point 1, maka saat ini juga saya berseru kepada panji-panji islam di seluruh indonesia, MARI KITA mengambil tindakan terhadap kelakuan orang non muslim yang tak tahu seni ini
    Jika point 2, saya sarankan menarik kembali film ini dan jangan mengulangi kesahan yang sama, kemudian bertobatlah, karena sebaik-baik ummat islam adalah org-org yang mau bertobat

    SEKIAN
    SUARA PEMUDA ISLAM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s