Diam tak berarti kalah..

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Terdengar oleh kami bahwa pada tanggal 5 Desember yang bertepatan dengan tanggal 2 Shaffar 1435 nanti akan diadakan kembali demo penolakan terhadap Siloam. Namun berlainan dengan demo tanggal 24 Muharam yang silam dimana para peserta berasal dari berbagai kalangan maka pada demo tanggal 2 Shaffar nanti para peserta akan diutamakan dari kalangan mahasiswa.[1]

Tatkala mendengar perihal rencana ini, seketika hati kami dilingkupi oleh perasaan cemas. Apa hal? Karena pada pemberitaan pada salah satu surat kabar pada akhir pekan yang lalu sempat terucap suatu pernyataan bernada ancaman dari salah seorang petinggi kota ini.

Apa kata orang ini “Boleh demo, asal tidak anarkis. Tapi kalau anarkis, maka para pendemo akan dibawa ke ranah hukum..”[2]

Pernyataan tersebut adalah wajar apabila dikeluarkan sebelum demo dilangsungkan. Namun karena pernyataan ini keluar selepas demo maka sebagai orang Minangkabau kami merasakan ada suatu maksud yang terkandung dalam pernyataan salah seorang petinggi Kota Padang tersebut. Inilah yang membuat kami cemas dan khawatir dengan demo yang akan diadakan Kamis 2 Shaffar mendatang.

Kalau kita simak baik-baik berbagai pernyataan terkait demo Kamis 24 Muharam yang silam maka akan banyak kita dapati pernyataan salut dari berbagai fihak. Bahkan ada orang yang bukan orang Minangkabau menyatakan kekagumannya atas apa yang berlangsung di Padang pada Kamis yang silam. Rangkayo ini membandingkan dengan keadaan berdemokrasi di daerah lainnya di Indonesia. Kesimpulan beliau ialah “Suku Minang yang Berbudaya, Santun dan Beretika, Demokratisasi yang Sudah Dewasa”[3]

Sungguh kami benar-benar merasa cemas, sebab dari salah seorang penggagas aksi demo pada kami yang silampun terdengar kabar bahwa ada sekelompok orang yang menawarkan jasa pengamanan demo dengan tarif Rp. 100 juta. Sungguh hal ini menyadarkan kami akan banyak hal.

Tampaknya, suatu aksi demo tidak sesederhana yang kita bayangkan. Sudah semacam industri pula, setidaknya bagi beberapa daerah yang sudah terbiasa dengan aksi demo. Sedangkan bagi kita di Sumatera Barat ini, hal-hal serupa itu sama sekali tak dikenal.

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Namun yang membuat kami tak tenang ialah bahwa kekhawatiran apabila terdapat konspirasi pada demo Kamis 2 Shaffar nanti. Penyusupan, fitnahan, media yang telah dirancang, dan lain sebagainya. Tentulah masih ingat kasus FPI yang di Monas dan beberapa daerah lainnya? dimana foto-foto yang beredar di media sangat memojokkan ormas tersebut.[4] Apalagi beberapa orang kawan-kawan telah menggadang-gadangkan pula  di salah satu grup fesbuk dimana intinya apabila terjadi rusuh di Kota Padang maka Fau*i Ba*ar lah yang bertanggung jawab.

Hal ini sudah cukup untuk menjalankan konspirasi guna membalikkan kartu. Selama sepekan ini, boleh dikata kita (Orang Minangkabau) lah yang memegang kartu. Dan mereka (Kaum Munafiqun & Kafir) sedang menanti saat-saat (momen) yang tepat untuk membalikkan keadaan.

Kalau memang sudah teguh hati engku, encik, dan rangkayo untuk tatap melakukan demo pada Kamis 2 Shaffar nanti. Maka pesan kami berhati-hatilah, kami hanya dapat mendo’akan dunsanak yang berjihad di Padang sana. Ingatlah baik-baik, media merekalah yang memegang. Hingga saat ini mereka belumlah menggunakannya, kami yakin mereka sedang menanti saat (momen) yang tepat untuk meluncurkan salah satu peluru mereka itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s