Cerdik nan Tak Cendikia (Bag.2)

Banyak orang-orang, kawan-kawan, atau sekadar kenalan yang kami dapati beralih pendirian, atau berpandangan meleset. Hal ini mula tampak tatkala mereka memasuki bangku kuliah. Awalnya kami heran, namun tak berapa lama kami berada dalam keheranan tersebut. Sebab kami sendiri mendapati pula.

Kalau dalam keluarga, orang tua sangat berpengaruh dalam pertumbuhan mental seorang anak. Begitu pula di sekolah, peranan seorang guru sangat besar dalam mempengaruhi cara berfikir atau cara pandang mereka.

Namun yang paling penting dalam tahap pembentukan pola fikir seorang anak ialah dimasa kuliah. Pada masa inilah pertumbuhan jiwa radikal seorang anak terjadi. Apabila mereka memiliki daya tahan lemah – dimana kurangnya bekal berupa pengajaran ilmu agama dan adat dalam dirinya – maka anak-anak malang ini akan mudah terpengaruh dengan pandangan dosennya.

Syukur-syukur apabila bersua dengan dosen yang memiliki pandangan keislaman yang kuat dan kukuh. Apabila sebaliknya yang berlaku, maka berdo’a sajalah kita agar Allah Ta’ala menjaga iman anak dan kamanakan kita itu selama mereka berkuliah.

Beberapa masa yang lalu, para anggota Grup Umat Islam Sumatera Barat Bersatu Menolak Investasi Bermuatan Misi Pemurtadan[1] dibuat pening dan sedih dengan sebuah postingan yang mengutip beberapa pendapat para dosen pada salah satu universitas negeri kebanggaan Minangkabau di Kota Padang.[2]

Kamipun mencoba bertanya kepada beberapa orang kawan, salah seorang kawan yang kami tanyai mencoba menjawabnya.

Berikut kami sertakan isi lengkap dari postingan tersebut beserta jawapan dari kawan kami:

Tadi ambo masuak ke milis Unand, nan anggota2nyo dosen Unand. Nan acok bakicau disinan umumnyo level doktor jo profesor. Sabana ngilu ulu hati ambo mambaco komen mereka. Antaro malu jo berang lai pulo. Sapicik ko bana pikiran urang2 hebat di Unand kironyo.
——-
NB: Namo urang nan manulis sangajo ambo apuih.

——
BUKTI KEPICIKAN CARA BERPIKIR DOSEN UNAND DALAM MERESPON PENOLAKAN ATAS SUPERBLOK LIPPOGROUP

Suatu pemikiran yg matang dan konkrit perlu difikirkan dan dikaji oleh para pemikir di Sumbar tentang pro dan kontra mengenai berdirinya SILOAM dengan segala aktivitasnya di kota Padang! Peranan perguruan tinggi di Sumbar tentu diperlukan untuk mengkaji dan memberikan masukan kepada pemda apakah memang merugikan atau menguntungkan bagi masyarakat Sumbar dengan berdirinya SILOAM tersebut. Bagaimana pendapat para cendekia di Unand?

—-
Sejawat Ytt. Gunjingan seputar pendirian rumah sakit “Siloam” semakin panas, apalagi setelah dikerahkan “demo jihad” ke DPRD Padang menantang rencana pendirian hospital tersebut. Dari sumber yang tidak perlu dipercayai (karena bukan rukun iman) disinyalir Siloam membawa misi terselubung yakni “pemurtadan”, dengan kata lain; bila rumah sakit ini berdiri akan menukar aqidah umat Islam di ranah yang bersendikan kitabullah ini menjadi umat nasrani.

Semudah itu kah ???

Sudah banyak nian umat muslim yang berobat ke rumah sakit lain semisal Siloam, seperti ke RS Yos Soedarso, St Chorolus di Jakarta, Elizabeth Hospital di Singapura, belum terdengar si pasien yang pindah agama. Jangankan pindah agama ? memegang kayu salib pun tak pernah, kalau melihat salib… tentu iya, karena barang tersebut terpajang di dinding gedung tersebut.

Menurut filosofi orang sakit, mereka hanya memikirkan bagaimana penyakit cepat sembuh, dengan apa? dimana? siapa yang mengobat? dan berapa bayaran? tidaklah terlalu difikirkan. Gusdur waktu berobat mata ke Amrik (Non Muslim Hospital) ditanya apakah terfikir untuk pindah agama? Apa jawab Gusdur? “Jangankan pindah agama pindah tempat duduk aja pun gua susah. Shalat 5 waktu gua jadikan 3 waktu, itupun dipenggal penggal (qashar).

Secara ekonomi sebuah investasi pasti punya kebaikan, antara lain; menciptakan lapangan kerja, menghemat devisa, membuat pesaing (rumah sakit lain) semakin ramah dan kompetitif.

Yang menjadi momok hanya “misi terselubung tadi. Namun kalau difikir secara benar, biarlah misi itu tetap terselubung selamanya, bila terungkap ke permukaan baru kita bikin perhitungan.

Bukankah didalam tubuh kita ada juga yang terselubung (tahi alias zirik), selama zirik tersimpan dalam perut selubungnya boleh dibawa shalat, zikir, tawaf, dan sa …

Namun, bila dia keluar dari selubungnya, jatuhlah hukum najis yakni haram, harus dibuang dan dibersihkan. Sekarang, dari pada repot memikirkan Siloam dengan selubungnya, kini kita benahi saja rumah sakit kita menjadi lebih baik, ramah, murah, halal, dan islami. Bikin jargon: “Berobat ke Rumah Sehat Islami dijamin masuk syorga. Ayo siapa berani ?.

Horas Siloam !

Jawab: Apakah pola yang telah terjadi sama dengan pola yang berlaku di Indonesia? Pola Kristenisasi di Indonesia memiliki beberapa pola, salah satunya yang paling terkenal ialah memerangkap “korban muslim” mereka dengan ketiadaan uang. Memanfaatkan kelemahan dari segi finansial. Bukankah RS.SILOAM merupakan rumah sakit mewah (elit)?

Orang-orang kafir itu tentulah takkan sebodoh itu mengkafirkan setiap orang Islam yang berobat ke tempat mereka. Kalau hal tersebut terjadi, tentulah takkan ada lagi orang Islam yang akan pergi berobat ke sana.

Strategi yang mereka jalankan ialah strategi jangka panjang. Seperti yang telah dijelaskan oleh Engku Abdul Muin[3] dalam kesaksian beliau. Gambaran dan laporan yang diberikan oleh Engku Abdul Muin sungguh sangat baik dalam menjelaskan dan menganalisis keadaan di Manado.

Proses yang mereka lakukan tidaklah langsung (instan) akan tetapi mereka melakukan strategi jangka panjang:

1. Ambil alih bisnis mereka,

2. pekerjakan mereka,

3. ubah mentalitas mereka menjadi budak,

4. miskinkan mereka,

5. lalu kafirkan.

6. Mudahkan..

 

Perkara najis dan cirik, perumpamaan (analogi) yang engkau gunakan tidaklah tepat atau tidak pada tempatnya. Kurang ajar itu namanya, tak berasa, tak ada sensitivitas sama sekali terhadap orang lain. Manakah yang baik, sedia payung sebelum hujan, atau tunggu hujan dahulu baru mencari payung? Kalau menurut kearifan orang Minangkabau: alun takilek-alah takalam

Yang terselubung itu malah sering lebih mudah keluar di rs lain, sekalipun yang berlabel islami. Betapa tidak, lantaran pasien memikirkan mahal tarifnya. Termasuk hospitalitinya yang tidak hospital dan cenderung hadir secara transaksional. Ini problem kita yang tak ada hubungannya dengan Siloam. Horas dan horas.

Jawab: Pelayanan dan fasilitas yang ada memanglah perlu diperbaiki serta ditingkatkan agar lebih baik. Kita tentunya tidak menutup diri akan kesalahan sendiri yang telah diperbuat. Momen Siloam ini ialah momen kebangkitan kita bersama, hendaknya berbagai rumah sakit yang ada di Kota Padang memperbaiki diri. Salah satu rumah sakit nasrani telah lama menjadi ancaman bagi kita, namun sebagian besar dari kita bersikap abai. Bahkan ada yang bangga berobat ke sana, Astagfirullah..


Bukan dalam perspektif Islam yg tidak beres pak, tapi bagi orang2 yg sebagian2 memahaminya. Padahal masuklah kedalam Islam tsb secara utuh, bukan sebagian2. Jangan merasa benar sendiri dan menganggap orang lain salah. Ambo raso pernyataan bahwa dengan berdirinya rs siloam, maka banyak org minang akan dimurtadkan perlu ditinjau ulang. Pernyataan ini sangat melecehkan. Apokah awak sajo yg kuek iman? Org lain tdk? Jadi ndak usahlah dibawa persaingan bisnis kedlm urusan agama

Jawab; “Jangan merasa benar sendiri dan menganggap orang lain salah” sungguh lawak sekali. Engkau yang mengeluarkan pernyataanpun tidak mengamalkan apa yang engkau katakan. Engkau suruh orang lain agar tidak menganggap diri mereka benar dan orang lain salah. Sedangkan engkau menganggap diri engkau saja yang benar sedangkan orang lain salah. Begitulah Tabi’at Kaum Munafiqun (SEPILIS)..

Orang Minangkabau yang dimurtadkan perlu dikaji ulang? Engkau saja yang tak hendak mau tahu dengan berbagai kejadian pemurtadan itu. sudah banyak kejadian, sudah banyak pula bukti-bukti yang ditunjukkan. Engkau ada punya mata, tapi tak diguna untuk melihat. Cis..

Siapa yang merasa kuat iman?

Penolakan ini gunanya ialah untuk melindungi diri, keluarga, nagari, dan Alam Minangkabau ini. Karena kami Insyaf iman kami masihlah lemah..

Siapa pula yang membawa-bawa persaingan bisnis? Itu hanya prasangka dan fitnah dari kalian kepada kami. Sudahkah engkau selidiki sesiapa saja yang ikut berdemo dan berapa yang dibayar.

Kalian para akademisi selalu “mengagung-agungkan data” maka tunjukkan kepada kami datanya. Mana data dari orang-orang yang dibayar itu..?

Membawa persaingan bisnis ke dalam urusan agama?! Orang Islam itu selalu membawa agama mereka dalam setiap tarikan nafas kehidupan. Pernah ada satu cerita, entahkah benar-entahkah salah; kabarnya Orang Minangakabu, kenapa tak pernah dapat menjadi pengusaha besar serupa orang-orang Cina itu karena mereka selalu membawa agama mereka dalam berdagang. Islam mengharamkan riba, menipu, mengambil yang bukan haq, dan lain sebagainya.

Walau cerita itu masih perlu diselidiki sebab pernyataan bahwa orang Minangkabau selalu membawa-bawa agama mereka dalam setiap tarikan nafas masih perlu dipertanyakan. Setidaknya dalam forum ini..

Betul itu Prof. D***, banyak kawan-kawan kita yang sekolah di luar negeri termasuk prof. D*** yang lama bergaul dengan non muslim semakin kuat imannya, bahkan beberapa ustadz kondang dari Unand tamatan dari luar negeri. (Ndak taulah nanti keimanan anak kamanakan awak nan ka bakarajo jo Tuan Siloam, apo samo imannyo jo kawan-kawan awak nan sikola ka lua nagari, hanyo wakatu nan mambuktian, pokoknyo kalau nan tasalubuang tu kalua pasti heboh urang, tapi kalau nan tasalubuang indak namue kalua, pasti diusaokan mangaluakannyo, supayo paruik sanang, baa tu pak I**et, Hahaha…)

Jawab: tentulah  berlainan ia. Manalah dapat disamakan antara seorang muslim yang tinggal di negara kafir dengan seorang msulim di negeri muslim dan bekerja di perusahaan kafir. Pola yang terjadi berlainan. Namun tidak jarang kejadian seorang muslim bertukar akidah tatkala pulang belajar dari negara kafir. Menjadi SEPILIS, SOSIALIS, KOMUNIS, ATEIS, ATAUPUN FEMINIS.

Lagi pula di negara barat, agama nasrani sama sekali tak populer, kebanyakan masyarakatnya ialah ateis. Pernyataan bahwa agama Nasrani memiliki penganut terbanyak di Eropa sebenarnya masih dapat disanggah oleh orang. Ingat, Bara bukanlah Negara Agama (Nasrani), mereka ialah Negara Sekuler yang anti agama (walau tak diakui).

Assalamualaikum Mak I**et dan pemerhati Siloam ysh,

Apa yang disampaikan Mak I**et bisa diterima (jika tidak mau dipercayai). Kalau kita analogikan, mengapa di daerah-daerah dengan mayoritas non muslim, tidak terjadi pemurtadan besar-besaran pula. Nyatanya di daerah awak saja yang heboh hanya karena masalah investasi RS tersebut. Itu tandanya apa? mengapa hal itu di blow up? Saya kira hal ini muncul hanya karena momennya, ada pilkada yang menyebabkan intensitasnya meningkat dan para pendukung adalah pebisnis. Bagi peserta putaran kedua hal ini merupakan ajang pemantauan kekuatan massa. Saya yakin sebentar lagi hal itu akan hening senyap, dan badaipun akan berlalu atau sebaliknya akan seperti di Filipina yang kena topan Hayan. Entahlah…ada yang bisa memprediksi jenis topan atau badai yang datang??

 

Jawab: Kenapa di daerah mayoritas non muslim tak terjadi pemurtadan? Karena pola yang mereka lakukan berbeda, kemudian fokus utama mereka ialah daerah-daerah tertentu (Sumbar&Jabar) yang dikenal sebagai Basis Islam. Dengan menundukkan daerah-daerah tersebut maka secara psikologis mereka telah menang.

Di daerah non muslim yang terjadi ialah penindasan terhadap umat Islam.. dan kalian para SEPILIS mendiamkan hal itu.. cis..

Engkau kata para pendukung ialah para pebisnis. Sungguh buruk sangka engkau itu, sekarang saya hendak bertanya, suatu pertanyaan yang gemar sekali ditanyakan oleh orang-orang Sekaum dengan engkau (Kaum Munafiqun) “Mana datanya..?!!” coba kami tanya, mana datanya kalau para penyokong anti Siloam ialah para pebisnis saja?! kami bukanlah orang dagang, begitu juga dengan beberapa orang lain. Ada pula yang pegawai, ibu rumah tangga, nenek-nenek dan inyiak-inyiak yang sudah tua, para pelajar dan mahasiswa, serta lain sebagainya.

Tapi kalau dikata para pedagang/pebisnis ada dintara kami maka kaMI TAK Pula menafikan akan hal itu. kalau di kata pula bahwa mereka (para pedagang) itu menolak karena ada unsur bisnis! Maka akan kami jawab “benar sebagian, salah sebagian”

Kenapa kami jawab demikian?

Benar sebagian, karena memang dalam pandangan para pedagang ini kedatangan SILOAM akan mematikan bisnis mereka, akan terjadi pengebirian terhadap usaha mereka, akhirnya mereka akan mati perlahan-lahan.

Salah sebagian, karena dasar penolakan ini tidak hanya atas dasar dagang saja melainkan juga akidah. Ancaman yang jauh lebih besar ada pada sisi akidah kami umat muslim.

Di blow up? Coba kami tanya sekarang; berapa media yang mengabarkan perihal ini, keluar di televisi nasionalpun tidak..

Ada muatan politisnya?

Satu orang petinggi partai tersebut (partai yang engkau-engkau sangkakan)  dari pusat ikut dalam peresmian komplek ini, kemudian salah seorang pejabat utama di propinsi ini yang juga dari partai tersebut juga ikut. Pada saat sekarang, pejabat tersebut yang juga memiliki kewenangan dalam masalah ini malah diam-senyap. Apakah itu yang engkau katakan memanfaatkan situasi?!

Lagipula kami-kami taklah sepandir yang engkau kira, kami akan ingat terus hal ini. siapa-siapa saja mereka-mereka yang terlibat dalam perkara ini..

Menurut saya ,urang minang saat ini adalah orang2 yang lemah dari segala aspek,rasa kecemasan yang tinggi dan rasa syukzon yang dalam terhadap orang lain, sehingga akhirnya ada beberapa urang minang yang kalah sebelum bertanding. Kenapa merasa tidak mampu untuk menerima orang lain, sehingga tidak PD dengan kekuatan diri. Harusnya bukan sikap menolak yang mengemuka tapi sikap percaya diri sebagai urang minang yang terbilang cerdas dan bijak dalam berbuat.Tapi antalah ,lah kama ko kini sikap pemberani dan mampu mambaco lawan tu kini mamak oiiii.
jawab: engkau kata kami orang Minangkabau sekarang lemah dengan bukti menolak SILOAM? Justeru dengan menolaklah kami menunjukkan kekuatan kami, kalau diam saja maka itulah pertanda kami lemah. Kami tak serupa dengan salah seorang pemuka salah satu organisasi Islam yang mengaku Ulama. Tatkala mendengar kedatangan salah seorang bintang Pop Dunia pemuja setan ke Indonesia, dimana banyak umat muslim yang menolak kedatangannya. Dengan angkuh dan pongahnya si Kiyai ini berkata “Kami tak takut dengan kedatangan si artis itu. iman kami cukup kuat menghadapinya. Walau seribu orang seperti dia datang ke republik ini takkan menggoyahkan iiman kami..!”

sungguh terpana kami mendengarnya. Darimanakah dia tahu kalau imannya dan iman beberapa orang bersamnya cukup kuat. Bukankah dalam beragama itu sudah jatuh kepada “UJUB” namanya..? merasa iman engaku telah kuat dan tak ada perlu yang dicemaskan perihal godaan melawan perintah agama.

Sikap percaya diri tidaklah serupa dengan yang engku sangkakan. Apakah karena kami menolak Siloam berarti kami tak percaya diri dengan Iman kami? Dengan kemampuan berdagang kami? Sungguh congkak dan pongah engkau.

Kalau begitu samalah kiranya dengan pernyataan bahwa “Indonesia tidak percaya diri dengan kemampuannya karena belum lagi mengadakan perdagangan bebas dengan negara lain, Baru hanya pada tingkat Asean..!!” Masih memproteksi perekonomian dalam negeri mereka, privatisasi yang setengah jalan, dan lain sebagainya..

Sikap melindungi diri dengan menolak beberapa pengaruh dan intervensi asing dalam bidang apapun bukan pertanda kami tak percaya diri. Sangatlah berlainan, eloklah kiranya konsep percaya diri itu engkau defenisikan dahulu, begitu juga dengan kebijakan daerah yang melindungi pengusaha lokal, membatasi campur tangan asing dalam ekonomi, dan lain sebagainya.

Itu semua demi kebaikan negeri, lagi pula kami orang Islam di Minangkabau ini bukanlah penganut SEPILIS dimana LIBERALISASI EKONOMI termasuk di dalamnya.

Menurut saya, alangkah kurang cerdasnya kita (kalau tak mau dikatakan bodoh) kalau tidak bisa memanfaatkan kehadiran RS Siloam ini. Atau ini menunjukkan kelemahan orang Padang sendiri yang tak bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

Jawab: Wah, patutkah pernyataan menghakimi (judge) tersebut keluar dari mulut seorang yang mengaku intelek? Bukankah pernyataan ataupun sikap menghakimi sangat terpantang di kalangan kaum intelektual?!

Kalau memang engkau berpandangan demikian, lalu kenapa tak engkau coba memperkuat orang-orang Minangkabau yang lemah ini? Malah engkau cimeeh dan tertawakan, elok benar laku engkau itu..

Jatuh kawan, awak gelak-gelak kesenangan, sungguh akhlak tak perpuji itu namanya..

Ya.. ini merupakan salah satu kelemahan kita yang belum siap bersaing dengan orang luar. Dan hendaknya menjadi bahan pemikiran bagi kita semua, pemerintah, birokrat, politisi, niniak-mamak, ulama, kaum cerdik-pandai, para pedagang dan pengusaha sekalian, serta orang Minangkabau lainnya. Keadaan serupa ini tentulah tak dapat dipertahankan terus..

Perlu kita sebagai pemikir di sumbar ini berfikir lebih matang lagi apa posiif dan negatifnya bagi masyarakat Padang khusunys dan Sumbar umumnya bila RS Siloam ini berdiri di Padang, sebelum kita memberikan Saran ke Pemda tentang Rumah Sakit Siloam. Mengingat sebelumnya di Negara Singapura, Malaysia dan beberapa negara lain didunia telah menolak berdirinya RS. Siloam tersebut. Dan di Indonesia, Makasar dan Surabaya yang menerimanya, tetapi Palembang menolak pendrian RS Siloam tersebut.

Jawab: Ya, kami sependapat sekali dengan hal tersebut. Semuanya tak serupa dengan yang tampak. Pastilah ada sesuatu yang terselubung yang disembunyikan dari pandangan kita semua.

Kenapa di beberapa negara di tolak? Patut untuk dipelajari dalam-dalam hendaknya..

Palembang ditolak namun berhasil jua didirikan, soalnya Gubernurnya sendiri yang mendukung serta ketidak kompakan di kalangan masyarakat Palembang itu sendiri. Serta lain-lain hal yang menjadi penyebabnya (keadaan sosial, budaya, ekonomi, serta agama dun sanak kita di Palembang sangatlah berlainan dengan di Padang. Palembang telah lama menjadi daerah yang cepat kemajuannya di bidang ekonomi, beragam pula orang-orang disana (beragam etnis) tidak lagi sepenuhnya Melayu. Berbagai sekolah Kristen juga banyak terdapat di sana).


[1] Grup ini dengan menyertakan beberapa orang admin. Salah satu kegunaan (fungsi) dari grup ini ialah sebagai sarana untuk menjalin silaturahmi antara anak Minangkabau terutama yang menolak Kristenisasi (Pemurtadan) yang terjadi dan akan terjadi di Minangkabau ini. Juga diperuntukkan sebagai wadah penyampaian pesan kepada seluruh Anak Minangkabau, membukakan hati mereka, serta memperkuat iman anak-anak Minangkabau Sekalian. Sebagai saran tukar-menukar informasi perihal Islam, Minangkabau, Kristenisasi, Zionisme, Kapitalis ekonomi (dalam hal ini LIPPO Grup), dan lain sebagainya.

[2] Kutipan dari milis ini dimuat oleh salah seorang admin dari grup tersebut. Namun tak sampai satu hari (pagi ada-petang sudah tak ada), postingan tersebut telah hilang dihapus orang. Para adminpun ribut, siapa gerangan yang menghapus? Kemudian beberapa hari selepas itu postingan serupapun kembali muncul namun oleh orang yang berlainan. Pada tulisan ini, kami memberikan link kepada postingan kedua, sedang kutipan postingan kami salin dari orang yang mula-mula memposting. Hal ini karena tatkala membaca postingan tersebut kami langsung menyalin postingan tersebut.

[3] Salah seorang anggota pada Grup Umat Islam Sumatera Barat Bersatu Menolak Investasi Bermuatan Misi Pemurtadan yang memuat tiga buah postingan perihal pengalaman beliau selama beberapa bulan di Manado. Beliau mencoba melihat dari sudut pandang lain, memaparkan dengan baik perihal peri kehidupan orang Manado.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s