Cerdik nanTak Cendikia (Bag.1)

Ilustrasi Gambar: INternet

Ilustrasi Gambar: INternet

Beberapa hari yang silam hangat ota[1] yang terjadi di Grup Umat Islam Sumatera Barat Bersatu Menolak Investasi Bermuatan Misi Pemurtadan.[2] Kami dapati banyak yang terkejut ataupun bersedih dengan beberapa pendapat dari beberapa orang dosen pada salah satu universitas negeri ternama kebanggaan negeri di Minangkabau ini. Rangkaian pendapat mereka dipublikasikan pada sebuah milis yang beranggotakan para dosen kelas kakap dari universitas tersebut. Rangkaian pendapat mereka yang menyedihkan itu ialah perihal LIPPO Grup & Siloam.

Tentulah banyak yang tak menyangka kenapa seorang dosen yang sangat kental nuansa intelektualnya dapat berpendapat demikian. Atau ada juga yang goncang dan goyah pendiriannya “Dosen terdidik yang telah menuntut ilmu di luar negeri yang negeri kafir saja berpendapat demikian. Apalagi mereka tinggal menetap di negeri kafir tersebut, tak terbilang lamanya, dan mereka tetap dalam keislaman mereka..”

Memanglah demikian engku, encik, dan rangkayo sekalian. Buya Hamka telah jauh-jauh hari memperingatkan “Iman tanpa Ilmu bagaikan lentera di tangan bayi, Ilmu tanpa Iman bagaikan lentera di tangan pencuri..” dalam itu maknanya engku, encik, dan rangkayo sekalian.

Memanglah sudah menjadi penegetahuan kita bersama (yang kita abaikan bersama-sama pula) bahwa ranah kampus merupakan ranah tempat pencucian otak yang sangat keji. Banyak sudah buktinya, ada seorang anak yang nakalnya minta ampun, namun setelah kuliah berlainan kelakuannya, berubah menjadi baik.

Namun ada pula yang berlaku sebaliknya, tak tanggung siaknya[3] ia, bagi yang laki-laki taratiknya sangat pula. Sedangkan bagi yang perempuan sangatlah sopan pakaian yang dikenakannya, teduh mata ini memandang. Namun tak sampai satu tahun berkuliah, sudah berlainan saja kelakuan dan pakaian yang dikenakannya. Na’uzubillah..

Propaganda ideologi oleh dosen sangatlah berbahaya, keji atau bahkan jahanam. Pernah berkuliah di luar negeri (apalagi di negeri Barat) menjadi jimat yang sangat bertuah bagi mereka untuk mempengaruhi pola fikir mahasiswa. Dengan mempertontonkan kecerdikan di hadapan mahasiswa, analisis mereka terhadap kondisi terkini dari negeri ini. kemudian disertakan dengan pemecahan (solusi)[4] yang briliant semakin menambah kekaguman para mahasiswa kepada mereka. Akhirnya semakin memudahkan jalan bagi si dosen untuk melakukan propaganda ideologi terhadap mahasiswanya.

Engku dan encik sekalian, propaganda ideologi dapat saja berupa dua bentuk baik dan buruk.  Buruknya ialah, ideologi yang dipropagandakan ialah ideologi atau pandangan hidup yang bertentangan dengan Syari’at Islam.[5] Bahkan terkadang ada dosen yang berani menghujat Islam terang-terangan di hadapan kelas.[6] Mereka berpandangan bahwa mereka ialah manusia-manusia yang “TERCERAHKAN”.[7]

Namun tidaklah semua dosen serupa itu, masih banyak dosen-dosen yang masih memegang teguh iman di dada. Ilmu yang mereka pelajari justeru memperkuat keimanan mereka, semakin kukuh kepercayaan keislaman mereka, bukan sebaliknya.

Marilah kita berdo’a kepada Allah ta’ala semoga kaum-kaum Cerdik-Pandai diberikan hidayah, dibukakan hati untuk melihat kebenaran Islam, serta diberi keimanan yang kukuh agar dapat berjihad berdampingan dengan kita para Mujahid ini..

Amin..


[1] Percakapan, ngobrol, pembicaraan, rangkaian komentar di situs jejaring sosial dapat pula dikatakan ota.

[2] Grup ini dengan menyertakan beberapa orang admin. Salah satu kegunaan (fungsi) dari grup ini ialah sebagai sarana untuk menjalin silaturahmi antara anak Minangkabau terutama yang menolak Kristenisasi (Pemurtadan) yang terjadi dan akan terjadi di Minangkabau ini. Juga diperuntukkan sebagai wadah penyampaian pesan kepada seluruh Anak Minangkabau, membukakan hati mereka, serta memperkuat iman anak-anak Minangkabau Sekalian. Sebagai saran tukar-menukar informasi perihal Islam, Minangkabau, Kristenisasi, Zionisme, Kapitalis ekonomi (dalam hal ini LIPPO Grup), dan lain sebagainya.

[3] Siak ialah nama salah satu negeri di Riau Daratan. Terkenal pada masa dahulu sebagai tempat orang-orang mengaji ilmu agama. Sehingga lazimlah orang-orang yang pulang dari sana digelari dengan gelar “Orang Siak”. Tidak hanya itu, orang-orang yang teguh dalam menjalankan Syari’at agama dalam kehidupanpun digelari juga “Orang Siak”, orang yang sering ke suraupun digelari dengan gelar “Orang Siak”.

[4] Yang kebanyakan retoris

[5] Seperti Liberalisme, Sekularisme, Pluralisme. Ketiga faham ini sering disingkat dengan istilah SEPILIS. Sepilis sendiri berarti penyakit kelamin, yang marak penularannya di kalangan pelaku Perzinahan (Seks Bebas). Kemudian ada juga faham-faham lain seperti Feminisme, Sosialisme, Komunisme, Atheis, dan lain sebagainya.

[6] Dalam beberapa kasus, seorang dosen yang teramat radikal pandangan ideologinya yang bersebarangan dengan Islam, tak jarang berani di hadapan mahasiswa menghujat, mencaci maki Islam. Dalih mereka ialah kebebasan dalam mengemukakan pendapat, serta “Dunia Kampus merupakan Dunia yang Bebas, Ilmiah, Akademis, dan menghargai perbedaan pendapat..”

[7] “Tercerahkan” merupakan istilah yang dipakai di kalangan penganut MASONIK (sebuah organisasi rahasia yang menginfiltirasi kehidupan di berbagai negara). Kata ini mengacu kepada LUCIFER, yang merupakan Iblis yang menggoda Adam & Hawa oleh penganut Nasrani dan Yahudi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s