Bukti Apa Lagi..?

Banyak orang-orang di balai bertanya-tanya “Bagaimanakan sampai hati seseorang yang mengaku beragama Islam berkeputusan untuk menjual negerinya kepada orang Kafir..?”

Dijawab oleh Sutan Pamenan “Tentulah dapat saja engku, tengok saja pada sejarah masa lalu kita di negeri ini. Bukankah negeri kita ini berhasil dengan gemilang dijajah oleh si Belanda Kafir itu karena ulah anak nagari sendiri..”

Sutan Batuahpun menerusi “Tidak hanya di negeri kita ini engku sekalian, dimana-mana negeri yang pernah kena jajah pastilah ada beberapa orang atau sekelompok pengkhianat yang mengkhianati agama dan negerinya..”

“Dan serupa itu pulalah yang terjadi sekarang agaknya. Karena silau akan pujian duniawi, kekuasaan, harta, dan tahta, seorang yang mengaku beragama Islam sampai hati memberikan uang kepada sekolah pastoral kristen[1] dengan dalih hendak menunjukkan kebaikan dari Islam itu sendiri. Bahkan dengan enteng dia berujar; ketika saya menjadi Ketua Bandar ini, silahkan dibangun gereja yang runtuh, harus lebih besar agar dapat menampung pertumbuhan.. Masya Allah..” jelas Sutan Pamenan

Sutan Malenggang yang sedari tadi diam saja akhirnya terpancing jua “Memangnya dimana yang salah engku..?!” tanyanya dengan tajam kepada Sutan Pamenan “Bukankah agama kita mengajarkan untuk saling menghargai dengan pemeluk agama lain? Lagi pula saya yakin, pendapat engku ini masih ada hubungannya dengan Kawasan yang akan dibuat oleh LUPPO Grup kan?!” tanyanya mencemooh “Sudahlah, hentikan saja penentangan itu, takkkan berpengaruh apa-apa. Sudah engku tengok saja seperti apa Ketua Bandar itu. Dia dan Kami takkan mundur..”

Tercengang orang melihat reaksi Sutan Malenggang ini, benar-benar sudah tak bataratik ia. Dijawab oleh Sutan Batuah “Benarkah demikian, toleransi? Seingat saya nabi kita tak pernah membangun gereja Engku Sutan Malenggang. Perihal uang yang diberikan kepada siswa pastoral, bukankah Mendagri sudah melarang penggunaan APBD untuk madrasah, bukankah itu berarti untuk sekolah agama lain juga berlaku anggaran itu? atau jangan-jangan Engku Mentri yang katanya dari Minangkabau itu membuat kebijakan yang berat sebelah, menzhalimi agama ibu-bapanya sendiri?”

Sumber Gambar: INternet

Sumber Gambar: INternet

Dengan mata masih tertuju kepada Sutan Malenggang, Sutan Batuahpun melanjutkan “Namun hal tersebut tak begitu mengherankan kami, sebab sempat beredar foto dari Ketua Bandar itu bersama beberapa orang Nasrani, entah dalam perayaan apa, dimana di atas kepalanya terpampang gambar Tuhan Yesus dengan ukuran yang besar[2]. Perihal LUPPO Grup itu, semoga Laknat Allah bersama mereka, walau seluruh pembuat kebijakan dan orang-orang berpengaruh di  negeri ini menyokong JTR dengan LUPPOnya, hal tersebut takkan menyurutkan kami. Boleh Datuk Ketua Bandar itu keras, namun satu dia lupa, masih banyak yang lebih keras dari dia, masih banyak yang lebih berkuasa dari dia, di atas langit masih ada langit..”

Selepas itu Sutan Batuah, Sutan Pamenan, dan beberapa orang engku-engku memutuskan untuk keluar dari balai. Mendidih darah mereka melihat muka tak tahu malu Sutan Malenggang itu..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s