Niat Sedari Awal..

Gambar: Internet

Gambar: Internet

Seorang kawan pernah bertanya “Kenapa dimasa awal-awal kemerdekaan banyak sekali terjadi pemberontakan di republik yang baru berdiri ini..?”

Pertanyaan yang sama juga pernah diajukan oleh beberapa orang sebelumnya. Suatu pertanyaan yang penuh akan keheranan dan kesedihan. Pertanyaan serupa agaknya juga terbesit di benak setiap orang. Perseteruan yang berlaku selepas perjuangan merebut kemerdekaan ialah salah satu contoh saja di masa silam. Pada masa sekarang perpecahan atau perseturuan yang serupa juga dapat kita lihat selepas pemilihan ketua suatu organisasi misalnya atau pemilihan pemimpin di daerah (kepala daerah) maupun di pusat.

Sudah menjadi Sunnahtullah (hukum alam) agaknya bahwa perpecahan akan selalu timbul diantara manusia. Semakin tinggi kehidupan manusia maka semakin keras dan kejamlah perpecahan yang timbul. Hanya kepada Allahlah sebaik-baik tempat berlindung dan mencari pertolongan.

Perpecahan itu timbul karena perbedaan tujuan, berlainan niat, dan perjuangan yang dilakukan tidak berlandaskan atas keredhaan Allah Ta’ala. Ada yang bermaksud hati hendak berkuasa, hendak terkenal, hendak mencari uang, hendak menanamkan pengaruh, dan beragam kehendak yang tidak didasarkan kepada Lillahi Ta’ala. Hal tersebutlah yang menimbulkan perpecahan apabila perjuangan tersebut telah mencapai pangkalnya. Bahkan tak jarang sebelum mencapai tujuan yang dimaksud, barisan perjuangan telah mulai renggang bahkan tak jarang bercerai. Hanya kepada Allahlah sebaik-baik tempat mencari perlindungan.

Gambar: Internet

Gambar: Internet

Diantara engku dan encik sekalian tentulah pernah mengalami hal-hal yang demikian. Ada yang sedari awal telah berlainan niatnya, mengambil keuntungan dari sebuah perjuangan demi tujuan yang telah dirancang sendiri. Tipu muslihatlah yang menjadi jubah pelindung mereka, kebanyakan jubah tersebut dihiasi dengan rendaan kebaikan dan sulaman keindahan semu yang dapat menipu kebanyakan mata orang-orang.

Tak jarang pula api perjuangan yang menyala sedari awal menjadi meredup tatkala melihat kawan seiring menggunting dalam lipatan. Surutlah perjuangan itu.

Ada kalanya api perjuangan itu semakin berkobar-kobar, segala pengkhianatan menjadi pelajaran akan kearifan hidup. Berhati-hati dalam perjuangan, selalu tajam pandangan mata dalam melihat kawan maupun lawan, dan semakin jernih fikiran dalam mengambil setiap keputusan.

Jangan menyerah engku dan encik sekalian, jangan pula berhenti dalam perjuangan ini. Tipu muslihat yang telah dirancang dan dihadapkan kepada perjuangan kita ini hendaknya semakin memperkukuh perjuangan kita, menguatkan hati, dan memperkuat barisan kita semua. Niat utama ialah berjihad mencari keredhaan Allah Ta’ala.

Jangan cepat percaya dan mudah terpengaruh karena kabar dusta akan selalu ditiupkan untuk melemahkan diri kita dalam berikhtiar menyelamatkan negeri. Tipu muslihat mereka memang keji, begitu pula saudara-saudara kita yang singkat akal dan fikirannya dimana mereka sangat mudah sekali terpengaruh dengan kabar-kabar dusta tersebut.

Gambar: Internet

Gambar: Internet

Mereka takkan pernah berhenti dalam meredupkan api semangat jihad yang tengah bergelora dalam diri kita. Begitu juga kita hendaknya takkan pernah berhenti dalam berjuang berjihad menyelamatkan negeri.

Allah Ta’ala telah mengingati kita sebelumnya:

Dankatakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman “Berbuatlah menurut kemapuan mu, sesungguhnya kamipun berbuat (pula). Dan tungguhlah (akibat perbuatan mu); sesungguhnya kamipun menunggu (pula).. (QS: Hud. Ayat: 121-122)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s