Limpahan Kabut Asap dari Negeri (KAYA) Para Investor

Ilustrasi Gambar: tempo.co

Ilustrasi Gambar: tempo.co

Sudah beberapa pekan ini kabut asap melanda beberapa negeri di Minangkabau ini, serupa berembun sepanjang hari saja kampung kita. Namun ada bedanya jua, apabila berembun maka suhu udara akan dingin namun sangat berlainan dengan kabut asap ini, suhu udara terasa panas menyesakkan.

Kita tak perlu payah-payah mencari tahu, kabar berita di televisi  telah memberi tahu bahwa asal muasal dari kabut asab ini ialah dari propinsi jiran kita. Suatu propinsi yang terkenal kaya dengan hasil alam dan keberadaaan para investor dengan perusahaan besarnya. Suatu propinsi yang menjadi tujuan utama bagi orang Minangkabau untuk pergi merantau mencari hidup.

Kejadian kabut asap ini sudahlah lama berlaku, setiap tahun selalu berulang walau dengan keadaan yang berbeda. Terkadang pekat asap yang dikrimkan serupa akhir tahun 1990-an yang silam, namun terkadang tipis yang tak begitu mengganggu pandangan mata. Namun tetap saja membawa penyakit dan udara panas.

Tampaknya untuk tahun ke depan hal serupa ini akan terus berulang. Entahkan bila akan selesai, tiada yang tahu.

Engku dan encik sekalian tak usahlah heran, karena dimana-mana sama saja. Para pengusaha ialah orang-orang yang bertujuan mengambil untung sebesar-besarnya tanpa menghiraukan keadaan dari negeri yang dihisapnya. Hal serupa telah berjalan berabad-abad lamanya, penjajahan yang bertujuan menghisap negeri taklukan guna dibawa kekayaannya untuk dinikmati di negeri induk. Bedanya pada masa sekarang, para penjajah ada yang berasal dari negeri asing namun lebih banyak pula yang berasal dari orang-orang senegara dengan kita.

Masihkah engku dan encik beranggapan investor itu serupa Malaikat Penolong dimana kehadiran mereka ialah untuk memberikan kemaslahatan kepada kita semua?

Sebagian besar dari kita orang-orang Minangkabau ini yang  merasa terdidik masihlah tetap dengan sikap congkaknya yang memandang rendah orang-orang yang menolak para investor. Jumlah tenaga kerja yang berhasil dihisap oleh perusahaan para investor ini menjadi topik kajian utama dengan mengabaikan dampak buruk lainnya.

Ilustrasi Gambar: padangekspress.co.id

Ilustrasi Gambar: padangekspress.co.id

Dampak buruk serupa polusi udara, tanah, dan air. Belum lagi kerusakan moral sebagai akibat kehidupan kaum buruh ataupun kaum kelas menengah ke bawah dilingkungan perkotaan. Pelacuran, narkoba, perampasan (perampokan, pencurian, pemerkosaan, dsb), korupsi, pelecehan terhadap nilai-nilai adat dan agama, serta lain sebagainya.

Cobalah tengok propinsi jiran kita yang kaya itu duhai engku dan encik sekalian? Bukan hanya mereka yang merasakan akibat dari ulah para penjajah (investor) yang menghisap negeri mereka. Kitapun kena pula..

Kabar-kabarnya sampai ke negeri jiran asap inipun menyebar jua. Namun dicemooh oleh orang kita “Kan perusasahaan-perusahaan milik engku jua yang punya kerja..!!”

Semoga engku, rangkayo, encik, serta orang Minangkabau lainnya dapat insyaf dengan hal ini. Jangan dunia (uang) jua yang dikejar, sebab kesehatan, kelapangan, kesenangan, kenikmatan serta kemerdekaan sebagai manusia jauh lebih berharga.

Apalah guna hidup di negeri kaya, bergaji berjuta-juta kalau harga kebutuhan pokok mahalnya minta ampun. Untuk apa hidup di negeri kaya kalau uang sekolah anak-anak saja meninggi seiring dengan tingginya gaji yang engku dan encik dapatkan dari perusahaan para penjajah. Untuk apa hidup di negeri kaya kalau dengan gaji yang besar engku dan encik tak dapat membeli rumah yang besar dengan pekarangannya yang luas.

Tak ada guna duhai engku dan encik sekalian..

Di negeri kaya hanyalah orang-orang tertentu saja yang dapat memiliki rumah dengan pekarangan luas serta ada kolam di dalamnya. Di kampung kita, semiskin-miskinnya orang, ada jua yang berpekarangan luas dan memiliki kolam ikan di dalamnya.

Fikirkanlah duhai engku dan encik sekalian.. sekali lagi fikirkanlah, inok-inok-an kata orang kampung kita..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s