Lisanmu Cerminan Diri Mu

Nan keruh hendak menjernihkan

Nan kusut hendak menyelesaikan..

Ini ialah salah satu sifat-sifat dari pada Penghulu di Minangkabau. Penghulu maknanya ialah Pemimpin dan seorang Pemimpin di Minangkabau ialah Pelayan. Tempat orang mengadukan permasalahan hidupnya, tempat berkeluh-kesah, tempat mencari perlindungan, dan tempat mencari keadilan.

Sifat-sifat ini tidak hanya boleh di miliki seorang penghulu saja di Minangkabau ini, melainkan sekalian pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat ini. Banyak pantangan kalau hendak menjadi pemimpin dan segala pantangan tersebut bertujuan menjaga marwah penghulu dan menjaga perasaan anak buah (orang yang dipimpin).

Pekan ini Sumatera Barat dihebohkan dengan kelakuan salah seorang mantan wali kota yang tak pandai menjaga lisannya, dimana bercarut[1](mengumpat) di hadapan khalayak di akhir pidato perpisahannya sebagai wali kota. Sangat mencengangkan karena kata-kata buruk serupa itu merupakan kata-kata terakhir dari dirinya sebagai pemimpin kepada masyarakat yang dipimpinnya.

Ini salah satu rekaman

Hal ini sangat mengejutkan dimana “anak wawaw” menjadi  kata-kata terakhir yang dilontarkan. Selepas mengakhiri pidatonya, sebelum mikrofon diserahkan kepada panitia, dengan cepat dia mendekatkan kembali mikrofon ke mulutnya dan mengucapkan kata-kata kasar tersebut.

Dari sudut pandang ini tampak jelas

Sungguh terpana kami, awalnya kami kira mikrofon tak sengaja di dekatkan ke mulutnya (karena melihat vidio dari sisi yang berlawanan) namun setelah melihat vidio dari sisi lain, barulah kami tahu bahwa memang sengaja didekatkannya.

Tampaknya itu hanyalah puncaknya saja, sebab selama berpidato yang bersangkutan tampak tak dapat mengawal diri. Emosi tertumpahkan dan Pidato Perpisahan menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati bagi si mantan wali ini. Ketidak sukaannya terhadap gubernur dan kepada partai yang mendukung gubernur yang juga dituduhkan berada di belakang para pengunjuk rasa pada hari Senin tersebut (17 Februari 2014).

Orang bijak pernah berucap “Engkau dinilai dari apa yang engkau keluarkan (katakan)..” ada juga yang berkata “Ucapan mu mencerminkan diri mu..

Ada pula pepatah “Mulut mu, harimau mu..” pepatah yang lain ada pula “Lisan lebih tajam dari pada sembilu, luka di badan dapat terobati tetapi luka di hati siapa dapat mengobati..” ada jua pepatah dari Negeri Arab “Lidah ialah pedang..

Semoga menjadi keinsyafan bagi kita semua duhai engku, rangkayo, serta encik sekalian..


[1] Bahasa Minangkabau; bacaruik, bacaruk

Advertisements

One thought on “Lisanmu Cerminan Diri Mu

  1. Prilaku Anda Fauzi Bahar akan kami catat sebagai prilaku pemimpim yang tidak beretika, pemimpin yang tidak bisa mengontrol diri, Anda adalah orang yang panik karena kalah, sebagai Walikota Padang prestasi anda sebenarnya tidak ada yang bisa dibanggakan, anda hanya melakukan fungsi administrasi saja, itu adalah pekerjaan yang basic sekali dan banyak orang yang bisa melakukannya, Bagaimana Anda bisa mencaci maki mengatakan orang dengan kalimat kotor demikian, sebuah kata kata yang jauh dari etika sama sekali sebagai Walikota, anda tidak santun dan anda memiliki banyak kelemahan dalam berkomunikasi, semestinya rakyat tidak memilih anda sebagai pemimpin dan semestinya PAN sebagai partai anda segera memanggil anda dan memberi peringatan atas tidak beretikanya anda dalam berbicara. PAN harusnya malu punya kader seperti Fauzi Bahar, sungguh memalukan!!!!!!, Sebaiknya anda istighfar dan jangan merasa diri andalah yang terbaik, dunia ini sudah berkembang, lihatlah dunia diluar sana, kemampuan anda dalam berpolitik sebenarnya dibawah rata rata!!! Jangan mentang mentang anda Walikota anda merasa punya hak bicara apa saja, tidak Fauzi Bahar, jabatan seperti yang anda tahu hanya sementara dan tidak kekal, ubahlah prilaku anda agar orang senang dan segan sama anda bukan karena jabatan anda tapi kepribadian anda, contohlah tokoh tokoh minang terdahulu yang begitu dihormati karena santun pribadinya juga kemampuannya dalam membangun komunikasi politik ditingkat Nasional dan Internasional,terima kasih, ” Anak Rantau”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s