Pemilu kali ini (2014)

Telah selesai pula helat “demokrasi” di negeri kita ini, telah pula keluar hasil dari perhitungan cepat (quick count) yang diadakan oleh beberapa lembaga. Hasil hitung cepat tersebut sungguh mengejutkan dan membuat sedih hati sebagian kaum muslimin di negeri ini. Betapakan tidak, partai Islam menduduki peringkat bawah, hanya satu partai Islam yang memiliki suara yang mengejutkan.

Semua partai memiliki kisah tersendiri, begitu juga dengan partai-partai Islam yang dipecundangi pada pemilu kali ini. Sebagian fihak mengemukakan pendapat masing-masing, ada yang berpendapat bahwa kekalahan ini karena salah satu partai Islam dalam berkampanye tidak menunjukkan akhlak Islam yang baik. Serupa mencaci, memaki, sombong, takabur, dan lain sebagainya. Sehingga hal ini menimbulkan keraguan serta keengganan dalam hati umat Islam.

Ada pula yang berpendapat bahwa kekalahan ini karena partai-partai Islam selama ini tidak berhasil menunjukkan kepada rakyat bahwa mereka memang pantas dan patut untuk tampil sebagai pemimpin. Rakyat taklah pandir sangat, mereka faham jua bahwa sekelompok orang dalam partai Islam tersebut hanya menggunakan label Islam saja untuk mendapatkan kekuasaan. Selepas dapat, akhlak Islami tak diperlihatkan, malahan sama pula dengan orang-orang dari partai sekuler, atau ada yang lebih buruk.

Pendapat lain mengatakan bahwa karena banyak dari umat Islam yang memutuskan untuk golput (tak memilih) sehingga suara pada partai-partai sekuler menjadi besar. Tentunya pendapat ini dengan menafikan pendapat, dimana ketidak percayaan umat Islam terhadap para politikus dan kehidupan politik diakibatkan sendiri oleh perilaku yang diperlihatkan oleh politikus tersebut. Terlebih politikus dari partai Islam.

Banyak pendapat perihal kekalahan ini, rambut boleh saja sama hitam namun isi masing-masing kepala tentulah berlainan. Kekecewaan umat telah mencapai puncaknya, sehingga kepercayaan kepada partai Islampun menjadi berkurang. Sebenarnya gejala ini telah tampak semenjak dahulu, semenjak tahun 2009. Namun sebagian dari pemimpin pada partai Islam seolah-olah menutup mata, membohongi diri sendiri “Dengan menjadikan partai terbuka, mengurangi kesan Islami pada partai, berpakaian layaknya Kaum Kalau* lainnya di republik ini akan menaikkan jumlah pemilih sekaligus membuktikan bahwa partai kita bukanlah partai Kaum Radikal…”

Nasi telah menjadi bubur, di hadapan seluruh rakyat di republik ini partai Islam dipecundangi. Bahkan mimpi buruk umat Islam menjadi wujud dengan munculnya salah satu partai sekuler yang sangat keras penentangannya terhadap Syari’at Islam tampil sebagai partai dengan suara terbanyak. Bagaimanakah nasib negara kita ini kelak? Akankah perlakuan negara Perancis yang melarang muslimah di negara tersebut untuk berjilabab akan terjadi pula di republik ini? Akankah misi kristenisasi akan menjadi-jadi di republik ini? Akankah kekayaan negara akan dijual-jual semuanya kepada para cukong dan kapitalis? Akankah.. akankah…

Duhai.. burukkah kiranya nasib umat Islam di negara ini kelak?

Semuanya ada hikmahnya, perjuangan belumlah usai, masih ada satu tahapan lagi. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi umat Islam dan para pemuka partai Islam. Namun kekhawatiran kami ialah kalau umat dan para pemimpin tak belajar sama sekali.

Duhai.. akan gelap negeri ini lima tahun ke depan..

“Bukan engku bukan gelap melainkan MERAH..”

 

*Galau dapat diterjemahkan dengan “gundah gulana”. Istilah “galau” sangat populer dikalangan kaum muda-mudi (remaja) di republik ini. Terutama sekali dikalangan Anak Gaul (anak remaja yang merasa diri mereka trendy & moderen. tentu saja menurut pemahaman mereka sendiri). Istilah ini dipakai karena menggambarkan suasana hati mereka dalam keseharian, dimana mereka selalu galau sebagai akibat dari permasalahan asmara, keluarga, dan perkawanan. Dalam berpakaian mereka memiliki gaya sendiri, sering berkiblat kepada Fashion Barat. Namun pada masa sekarang kiblat fashion mereka ialah Korea. Pakaian ketat yang biasanya menjadi trend di kalangan remaja perempuan, kinipun digemari pula oleh remaja lelaki. Hal ini tidak lepas dari pengaruh Korea, dimana di negara tersebut tidak hanya kaum perempuan saja yang suka bersolek, melainkan kaum lelakinyapun suka pula bersolek. Dan hal tersebut dianggap biasa dan diterima sebagai suatu kebiasaan yang lumrah di kalangan masyarakat Korea.

One thought on “Pemilu kali ini (2014)

  1. Tanpa bermaksud untuk menghilangkan aspek positif yang dipetik oleh rejim orde baru, namun secara fondamental birokrat kita terbangun budaya korupsi yang sangat kuat, sehingga siapapun masuk ke dalam lingkungan ini di kemudian hari hampir dipastikan akan terbawa arus korupsi. Demikianlah sehingga sulit untuk mengatakan ada kementerian maupun partai yang bersih dari korupsi, termasuk partai-partai Islam, bahkan pada tokoh tokohnya yang berjuluk ustad. Ironisnya lagi mereka begitu lugu menikmati uang haram yang bukannya mustahil disodori atau dijebak oleh para perusak bangsa ini.

    Para perusak ini secara eksplisit bercokol di semua partai yang berlebel nasionalis, dan secara implisit membayangi semua partai yang berlebel Islam. Salah satu partai Islam yang pada dekade terakhir dianggap berkembang dan membahayakan, maka dicari segala upaya untuk menjatuhkan partai ini. Mulai dari nonton video porno yang bisa ketahuan dengan kamera jarak jauh, hingga akal akalan orang nomor satu partainya yang bisa dicium oleh KPK.

    Para perusak ini berhasil, bahkan hingga berdampak pada hampir semua partai Islam. Maka tidaklah mengherankan jika hasil perhitungan cepat Pemilu 2014 partai Islam anjlok. Saya kira ini penting untuk diambil hikmahnya, agar ke depannya bisa lebih berhati hati dalam mengemban tanggung jawab keislamannya. Dan saya yakin keadaan ini bukan berarti berakhirnya kiprah partai Islam di republik ini, karena masih banyak celah dan potensi yang bisa dikibarkan, jangan menilai dari institusinya, tapi nilailah dari rohnya. Jangan melihat partai Islamnya, tapi lihatlah nilai-nilai keislamannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s