Teguran pada Pemilu kali ini

Banyak kiranya kisah seputar pemilu kali ini, beragam perangai orang-orang dalam mengkampanyekan partainya. Ada yang memburuk-burukkan partai lain, namun yang paling lazim ialah berbuat dusta, berbohong kepada sekalian orang. Mengatakan partai mereka paling baik, paling patut, dan paling dalam segalanya.

Adalah salah satu partai Islam yang tampak boneh[1] menurut sebagian umat Islam. Bagi sebagian umat Islam tatkala memandang partai ini maka terkenang mereka akan Partai Majelis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi). Partai Islam yang gigih dalam memperjuangkan Syari’at Islam sebagai dasar negara pada masa-masa awal pendirian negara ini. Begitu jua agaknya dengan partai kita yang satu ini, berasaskan Islam dan berkehendak untuk menegakkan Syari’at Islam di republik ini.

Bagi umat Islam yang memiliki kesadaran beragama yang kuat, mengetahui perihal sejarah, dan menyimak pula perkara politik di republik ini, pastilah mereka akan memilih partai Islam serupa ini. Namun, itu semua hanyalah buaian menjelang tidur saja agaknya. Karena selepas itu kenyataan yang dihadapi umat Islam sungguhlah buruk sangat.

Beragam pendapat yang muncul, beragam pula saran atapun nasehat yang diberikan. Namun agaknya, nikmatnya “tahta” telah melenakan mereka, tak cukup hanya menjadi partai penyokong dalam pemerintahan, mereka hendak mengendalikan pemerintahan itu. Namun mereka sadar kalau mengharapkan sokongan dari “Kaum Berjanggut & Berjilbab Lapang” saja taklah mungkin bagi mereka. Maka dirancanglah untuk menghilangkan kesan “sangar” bagi kaum galau di republik ini. Diubahnya partanya menjadi “Partai Terbuka”.

Mungkin tak pernah sampai kepada mereka kabar bahwa pada pemilu 2004 yang silam dimana ketika partai mereka masih terkesan tertutup. Cukup banyak pemilih mereka yang berasal dari kalangan non-berjanggut dan berjilbab lepang. Bahkan ada pula non muslim yang berkeputusan untuk memilih partai mereka itu pada tahun 2004. Ketika itu, partai mereka dijuluki dengan julukan “Partai Mahasiswa”.

Mungkin pula mereka lupa, bahwa dalam pandangan orang kafir – yang sangatlah benci mereka kepada Islam – Islam itu sangatlah buruk sangat. Namun berlainan dalam pandangan orang Islam itu sendiri, apalagi bagi mereka yang pernah merasakan nikmatnya iman. Bagi mereka Islam itu indah dan menentramkan. Serupa itu pula agaknya dengan partai mereka, mungkin bagi pandangan orang yang benci akan Syari’at, partai mereka itu partai tertutup (eksklusif) namun tidak dalam pandangan para pendukung mereka.

Niat mereka hendak mencapai tiga besar dalam pemilu kali ini, namun Allah Ta’ala memberikan teguran kepada mereka. Mereka dicampakkan ke sepuluh besar agar hal ini menjadi pelajaran bagi mereka semua. Sadar dan insyaflah mereka hendaknya, kembali ke fitrah, perjuangkan kembali Islam sebagai Dasar Negara. Insya Allah..

 

[1] Cerah, berpotensi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s