Godaan Tahta..

Harta, tahta, dan wanita.. jauh-jauh hari agama kita telah mengingatkan perihal ketiga pertaka duniawi yang sangat berbahaya ancamannya terhadap iman kita. Memanglah tak dikatakan bahwa kita harus menjauhi ketiga perkara tersebut melainkan harus kita jaga diri kita, perkuat iman, dan tentu saja pengendalian diri. Nafsu itu diciptakan oleh Allah Ta’ala untuk dikendalikan bukan untuk dimatikan.

Takkah sampai kepada engku-engku sekalian firman Allah Ta’ala dalam Surah Yusuf:

Dan aku tak membebaskan diri ku (dari kesalahan-kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang Diberi Rahmat oleh Tuhan ku. Sesungguhnya Tuhan ku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.. (QS; Yusuf Ayat;53)

Dan kiranya demikianlah yang berlaku, banyak dari para pemimpin kita yang tak dapat mengendalikan nafsunya sehingga terjerumus ke dalam perangkap Kaum Munafiqun dan Kafirun yang mereka itu ditunggangi oleh syetan.

Kekalahan partai-partai islam pada pemilu kali ini sungguh mengejutkan bagi umat Islam. Rasa kecewa, cemas, dan khawatir mulai menghinggapi. Akankah republik ini dimerahkan lima tahun kedepan? Akankah akidah kita takkan terancam?

Banyak kalangan mengharapkan agar partai-partai Islam ini bersatu saja dalam menyokong calon presiden. Adapula yang berharap agar berkerja sama dengan salah satu partai nasionalis yang tak begitu radikal dan anti Islam. Serta masih banyak andai-andai yang lainnya..

Namun tampaknya godaan Tahta begitu memikat, rayuan dari partai merah sangat memikat agaknya sehingga salah satu partai politik Islam mulai terlena. Akankah mereka terbuai..?

Entah apa yang ada difikiran para pemuka partai-partai sekarang. Mereka sibuk membuat rancangan agar dapat menang pada Pemilu Presiden nantinya. Kepentingan rakyat hanyalah pemanis bibir..

Syukur bagi yang tak tertipu dengan janji manis mereka, namun bagaimanakah dengan yang telah memilih mereka?

Ada yang berpandangan “Tugas kita memberikan suara, memilih yang sedikit buruknya dari yang banyak buruknya. Selepas itu terserah mereka, apakah akan menunaikan amanah itu atau tidak. Biar mereka yang mempertanggung jawabkannya di hadapan Allah kelak..”

Sungguh suatu pandangan yang pasrah, lemah, dan pertanda menyerah..

Kita punya daya untuk menolak mereka, tapi tak kita ambil. Justeru orang-orang yang memutuskan untuk tak memilih dicaci maki, Na’uzubillah..

Sudah tahu hendak ditipu kenapa kita beli juga dagangan mereka, bukankah pandir itu namanya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s