Harapan kami dalam pemilihan ini

Sudah lama kami menahan diri untuk mempercakapkan perkara politik, akhirnya pertahanan itu rubuh jua. Kami berpandangan kalau permasalahan politik ini akan menimbulkan persengketaan antara kita, antara kawan ataupun dengan keluarga. Sebab masing-masing kita berbeda pemikirannya sebab kemampuan kita dalam mengambil informasipun berlainan pula. Ada yang percaya begitu saja kepada televisi, majalah, ataupun koran sebaliknya ada pula yang tak mudah percaya begitu saja melainkan mencari padanan yang lain.

Adalah perkara presiden mendatang di republik ini, pada saat ini telah mengemuka dua calon pasangan presiden dan wakil presiden. Tidak semua orang yang puas dengan pasangan ini, ada yang suka dengan calon presidennya namun tidak dengan wakilnya ataupun perkara sebaliknya yang berlaku.

Kami hanya tertawa-tawa saja melihat riuh-rendah suara orang-orang mengemukakan pendapat mereka perkara calon pemimpin di republik ini. Perhatian sekalian orang tertuju kepada calon pemimpin republik ini dimasa depan. Mengalahkan hingar-bingar penyelenggaraan Piala Dunia di Negara Brazil bulan Juni nantinya. Atau meredam segala gunjingan (gosip-gosip) terbaru di dunia pesohor (artis) di republik ini.

Itulah politik, dibenci namun disuka. Dihindari namun menjadi bahan perbincangan sehari-hari.

Adapun kami mengikuti pula perkara pasangan calon pemimpin ini. Kedua pasangan ini memiliki baik dan buruknya tersendiri. Kami termasuk yang tidak puas dengan susunan calon presiden dan wakil presiden. Namun apa hendak dikata, bukan awak yang menjadi pelakon dalam dunia politik di republik ini melainkan hanyalah penonton saja. Layaknya penonton, tentulah ada senang, geram, hingga benci kepada apa yang ditontonnya.

Pilihan kami tentulah berdasarkan kepada Islam jua, siapa yang memihak Islam maka ialah yang kami pilih. Walaupun kami kecewa dengan salah satu calon presiden yang menurut kami tak pandai dalam memiliki calon wakilnya namun kami yakin bahwa pertimbangan politiklah yang menjadi dasar keputusan penunjukan itu. Menurut pandangan kami, alangkah baiknya apabila calon wakil dari kubu lawan yang dijadikan wakilnya, tentulah akan mantap sangat. Kedua-duanya sama-sama striker sama-sama berpihak kepada Islam..

Namun kami sangsikan pula perkara pemahaman keislaman calon pemimpin yang satu ini. Walau didukung oleh partai-partai berlatar belakang Islam namun kami tengok betul-betul calon pemimpin yang satu ini sangatlah kurang pengetahuan dan kesadaran keislamannya. Suka mengucapkan selamat hari raya kepada pemeluk agama lain dan berasal dari latar belakang keluarga yang kedua orangtuanya berbeda agama.  Namun seperti kata orang pilihlah yang sedikit buruknya dari yang buruk itu.

Kami hanya berpasrah diri kepada Allah Ta’ala akan nasib umat Islam di republik ini. Semoga Allah melindungi dan memberikan yang terbaik jualah hendaknya bagi kami umat Islam yang tinggal di negeri-negeri di republik ini. Amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s