Pemimpin dan Umat Islam

Ilustrasi Gamabr; Internet

Ilustrasi Gamabr; Internet

Entah senang atau sedih hati kami dalam melihat keadaan kampanye pemilu presiden mendatang di republik ini. Memanglah belum ada aturan yang mengatur perkara yang satu ini namun sedih hati kami melihatnya.

Tampaknya dua calon presiden di republik ini berusaha dengan sangat untuk mengambil hati umat Islam. Entah karena keislaman keduanya sama-sama diragukan atau karena memang beranggapan bahwa umat Islam merupakan kekuatan yang menentukan dalam pemilihan presiden mendatang. Kami tiada tahu..

Pemberitaan perihal kedua calon sama-sama dihiasi dengan usaha mereka dalam mengambil hati umat Islam dengan mendekatkan diri dengan para ulama. Walau kebanyakan sebatas di negeri Jawa saja namun setidaknya hal tersebut membuktikan kepada umat Islam bahwa mereka berdua merupakan orang Islam dan berpihak kepada Islam.

Kami pernah mendengar seorang engku berujar “Alangkah malangnya umat Islam di republik ini, keberadaan mereka hanya berarti sekali dalam lima tahun..”

Kami hanya tersenyum mendengarnya karena menurut pandangan kami memang benar adanya. Sebab selama ini keberpihakan pemerintah kepada umat Islam sangat kurang sekali. Berbagai fitnahan terhadap umat Islam sama sekali tak ada usaha untuk mengenengahinya. Ajaran dan agama Islam dinistakan, tiada terdengar oleh kami para penista tersebut dimasukkan ke dalam “kandang situmbin”.

Memanglah para ulama pewaris para nabi, mereka memiliki pengaruh terhadap umat Islam – setidaknya bagi umat Islam yang ta’at (religious) – namun kami justeru merasa sedih melihat mereka didekati dan diambil hatinya. Sebab perkara yang sama juga pernah berlaku pada pemilu sebelumnya, dan kita sama-sama telah menengok sendiri hasilnya.

Belum terdengar oleh kami kesepakatan yang jelas – hitam di atas putih – antara para ulama atau umat Islam dengan kedua calon pemimpin republik ini. Hanya sebatas memperlihatkan kepada khalayak saja perihal kerelijiusan mereka.

Memang benar ulama pewaris para nabi, namun dalam pemerintahan selayaknya Ulil Amri tersebut mendekatkan diri dengan para ulama selama mereka memimpin Negara. Menjadikan para ulama tempat bertanya, berunding, dan bermufakat. Bukan hanya mendatangi mereka bila perlu atau sekali lima tahun saja sebab menurut pandangan kami tiada berguna perkara yang demikian.

Setidaknya kami mencoba berprasangka baik, dengan usaha yang ditunjukkan kedua calon ini maka keberadaan umat Islam masih diperhitungkan di republik ini. Kami berharap siapapun yang memimpin, hendaknya berpihak juga kepada umat Islam, bukan kepada golongan SEPILIS. Walau kecemasan kami kepada keduanya masih ada, terutama kepada salah satu pasangan calon dimana golongan Jemaat Utan Kayu atau JIL banyak berhondoh-hondoh merapat.

Semoga Allah Ta’ala melindungi umat Islam di Republik ini, amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s