Antara Malaysia & India

Pada saat sekarang ini di salah satu stasiun televisi swasta di republik ini diputar sebuah drama seri yang berjudul Mahabarata, Hanuman, Maha Dewa, dan beberapa filem lain yang berasal dari Negeri Hindustan. Dahulu semasa kami masih kanak-kanak yakni di tahun 1990-an pernah pula diputar drama seri Mahabarata dan Ramayana, tampaknya filem yang sekarang dibuat ulang dengan para pelakon yang baru.

Tatkala melihat iklan dari filem-filem ini kami senyum-senyum saja, apalagi para pelakon mendapat ulasan pula dari beberapa media maya. Disoroti betapa cantik dan rupawannya para pemeran drama seri ini. Orang India memanglah menawan dan rupawan, apakah itu yang berkulit coklat apalagi nan berkulit putih.

Engku dan encik tentulah bertanya kepada kami “Kenapa engku tersenyum-senyum saja melihat iklan dari drama seri ini?”

Ah.. engku, terkenang oleh kami akan beberapa orang dan bahkan media yang katanya terpercaya dalam hal pemberitaan pada masa beberapa tahun silam. Dimana tuduhan “Perampokan Budaya” dituduhkan kepada negara jiran kita, tatkala berbagai hasutan saling bersahutan di media televisi dan media cetak di republik ini, tatkala semua orang yang katanya cerdas (intelek) menjadi menurun secara drastis tingkat kecerdasannya. Sungguh pada masa itu kami hanyalah geleng-geleng kepala saja dibuatnya.

Kami yakin bahwa sebagian besar media di republik ini yang sebagian besar dari mereka berkantor pusat di Pulau Jawa jua pastilah memiliki banyak daftar dari kekayaan budaya kita yang dituduh telah “dimaling” oleh orang Malaysia. Usahlah kita sebutkan ini satu per satu, karena kamipun tiada hafal pula.

Namun sangatlah lawak sekali bahwa beberapa kebudayaan yang katanya Budaya Indonesia, terutama sekali beberapa produk budaya yang berasal dari Pulau Jawa justeru merupakan hasil copy-paste dari kebudayaan asing yang dahulu pernah berjaya di Pulau tersebut. Dalam hal ini kisah Mahabarata dan Ramayana yang memiliki alur cerita yang mirip. Dan anehnya pula, belum pernah kami mendengar orang India berdemo ke Kedutaan Republik di New Delhi sambil menghujat republik ini dengan hujatan “Republik Maling..!!”. Tiada pernah terdengar, sungguh tiada pernah terdengar oleh kami..

Sungguh berlainan dengan kelakuan beberapa orang di pusat republik ini, tak peduli apakah orang biasa atau orang berpendidikan, kelakuan mereka sama yakni penuh dengan kebencian. Hasutan dan buruk sangka merajalela di republik ini, disebarkan dari pusat hingga ke daerah. Malangnya anak-anak Melayu di Pulau Andalas ini ikut pula terpengaruh bercakap pula perkara “nasionalisme” dengan melupakan “Ukhwah Islamiyah”

Sungguh nyatalah pada kita bahwa segala hasutan (isu) yang ditebar dan sebarkan sesungguhnya memiliki maksud untuk mengadu domba antara sesama muslim di Ranah Melayu ini. Bagi yang tiada faham sejarah dan asal-usul serta kurang pula mendapat ilmu agama maka akan mudah terpengaruh. Namun apabila ada cukup bekal yang didapat maka Insya Allah akan teguh pendirian dalam membela Islam dan Persaudaraan Sesama Muslim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s